Sabtu, 05 Juni 2021

MATERI PEDAGOGIK UNTUK GURU MENUJU P3K

 Berikut materi Pedagogik yang sangat penting untuk diketahui Guru dalam ujian P3K ataupun Uji Kompetensi Bidang dalam CPNS

1. Dalam perumusan indikator, guru harus memahami tingkatan kognitif dengan kata kerja opersaionalnya.                                                                                                                                          

Tingkatan Kognitif

Contoh Kata Kerja Operasional

 C1: Meningngat

Menyebutkan, menghafalkan, mengetahui, menuliskan, memberi label, meniru, menulis

 C2: Memahami

Membedakan, menerangkan, mengartikan, merangkum, mengelompokkan, menjelaskan, menerangkan

 C3: Menerapkan  / mengaplikasikan  

Melaksanakan, melakukan, melatih, membiasakan, menilai membedakan, menyelesaikan, menggunakan, menentukan

 C4: Menganalisis

 Memilih, menata, menyeleksi, menyimpulkan, mengedit, menguraikan, merinci, menelaah, mengatur

 C5: Mengevaluasi

Membuktikan, memisahkan, menguji, mengukur, merangkum, mengkritik, mengetes, memvalidasi, memutuskan, menilai, membandingkan

 C6: Mencipta

Membangun, membentuk, membuat, menampilkan, memperjelas, mengkreasikan, menyusun, merangcang, mengumpulkan, mengarang, menciptakan. 

👉 perhatian

kata kerja operasional bagi beberapa tingkatan kognitif bisa saja sama. misalnya pada tingkatan C2 dan C5, ada kata kerja operasional MEMBANDINGKAN yang artinya, kita harus memamahi kecocokan penerapan kata kerja dengan kompetensi dasar yang ada.
 

 2. Unsur-Unsur dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran.                                             Dalam RPP tentunya ada indikator kompetensi yang sudah disusun berdasarkan kata kerja operasional dengan pertimbangan Kompetensi dasar yang ada. sehingga, tugas selanjutnya adalah memahami cara menyusun tujuan pembelajaran sesuai indikator. berikut unsur-unsur  merumuskan TUJUAN PEMBELAJARAN  sesuai dengan kaidah ABCD.

A : Audience

 adalah peserta didik yang akan belajar

B : Behavior 

adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai memperoleh pengalaman belajar dalam pelajaran tersebut 

C : Condition 

adalah kondisi, yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau alat / peralatan yang digunakan peserta didik pada saat dilakukan penilaian 

D : Degree

adalah tingkat keberhasilan pserta didik dalam mencapai perilaku

 contoh rumusan tujuan pembelajaran dengan kaidah ABCD : setelah mengikuti serangkaian pembelajaran (C) peserta didik (A) dapat menjelaskan manfaat matahari (B) secara benar (D).       

3. Memahami Jenis Materi Pembelajaran

Jenis Materi

Indikator hasil belajar yang harus dikuasi peserta didik

 Fakta

 Apabila peserta didik diminta untuk menyebutkan nama, kapan, dimana suatu peristiswa terjadi

 Konsep

Apabila peserta didik diminta untuk mengemukakan defenisi, membedakan dua hal, mengklasifikasikan 

 Prosedur

Apabila peserta didik diminta untuk menjelaskan langkah-langkah pemecahan suatu persoalan menurut prosedur tertentu 

 Prinsip

Apabila peserta didik diminta untuk menjelaskan hubungan berbagai konsep, sebab akibat 

 Keterampilan

Apabila peserta didik diminta untuk membuat sesuatu 

 Aspek Afektif

Apabila peserta didik diminta untuk memilih dan melakukan sikap tertentu terhadap suatu kejadian 

 Aspek Motorik

Apabila peserta didik diminta untuk melakukan kegiatan menggunakan anggota badan

4. Model-model Pembelajaran dan Karakteristiknya

  • Kooperatif : adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis dimana peserta didik bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan anggota 4-5 orang secara heterogen untuk mencapai tujuan-tujuan bersama dalam pembelajaran. 

  •  Problem Solving : merukan model pembelaharan menggunakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran dengan menggunakan masalah-masalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang peserta didik berpikir kritis untuk memecahkannya 

  •  Inkuiri : proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis 

  •  Dicovery Learning : model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif untuk mencari dan menyelidiki sutatu permasalahan sehingga peserta didik dapat menyimpulkan konsep dari pembelajaran yang telah dipelajari. 

  •  Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) : adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

 5. Media Pembelajaran                                                                                                       Media pembelajaran merupakan sarana yang paling penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  media merupakan sarana menyampaikan pembelajaran dengan cara menyederhanakan konsep sehingga memperjelas penyajian pesan dari materi yang diajarkan. Berikut media pembelajaran dan karakteristiknya:  

        A.  Media Foto                                                                                                                         -   Kelebihan : sifatnya konkret, menunjukkan pokok masalah dibanding media verbal, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, mengatasi keterbatasan pengamatan, dapat memperjelas suatu masalah, murah harganya, gampang didapatkan serta mudah digunakan.

-  Kekuranngan : hanya menekankan persepsi indera mata, gambar foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, ukurannya sangat terbatas untuk kelompok. 

-    Syarat pembuatan media foto yang baik : autentik, sederhana, ukuran relatif ( menyesuaikan ruang) mengandung gerak atau perbuatan, gambar hendaklah bagus dari sudut seni.

        B. Sketsa                                                                                                                                      Sketsa adalah gambar yang sederhana, draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. sketsa selain dapat memperjelas penyampaian pesan, menghindari verbalisme, menarik perhatian peserta didik, harganyapun tak perlu dipersoalkan, sebab media ini dibuat langsung oleh guru. .

        C. Diagram                                                                                                                                 Sebagai suatu gambar yang sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol, diagram, atau skema dapat mengggambarkan struktur dari obyeknya secra garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponen atau sifat-sifat proses yang terjadi.                Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga terkadang sulit dimengerti, sehingga untuk dapat membaca diagram, peserta didik harus memiliki latar belakang  tentang apa yang di diagramkan. namun, walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti.

        D. Bagan /  Chart. 

        F. Grafik

        G. Ape. 

 

Tidak ada komentar: