PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki siswa akan
menentukan sejauh mana lingkungan mempengaruhinya dalam belajar untuk
meningkatkan minat belajar. Selain masalah dalam lingkungan, sekolah,
intelegensi, orang tua, bimbingan belajar guru PAK, motivasi, serta disiplin
akan mempengaruhi minat dalam belajar juga.
Pada umumnya anak yang berasal dari lingkungan yang
sama dan sekolah mendapat pendidikan dan pengajaran yang sama, ternyata masih
juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang menyolok dalam kurangnya minat
belajar siswa tersebut. Untuk itu dalam mengatasi permasalahan tersebut
diperlukan seorang guru PAK dalam memberikan bimbingan belajar kepada siswa
yang mengalami permasalahan dalam belajarnya.
Hal ini sejalan dengan tujuan undang-undang system
pendidikan Nasional No 20 pasal 3 tahun 2003 dituliskan bahwa pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara demokratis serta
bertanggung jawab.
|
1
|
Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk menumbuhkan
minat belajar dalam diri siswa adalah melalui bimbingan belajar yang dilakukan
oleh pembimbing, dimana bimbingan sangat penting bagi kehidupan seorang anak
dalam pembentukan kepribadiannya dan merupakan suatu kegiatan yang memberikan
bantuan atau tuntutan kepada siswa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan
yang diharapkan. Dalam usaha meningkatkan minat belajar siswa, maka guru PAK
sebagai guru bimbingan harus penuh dengan tanggung jawab melaksanakan tugas
tersebut sebab minat belajar merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kemauan
dalam belajar, dan minat juga merupakan gudang yang kaya bagi aktifitas
belajar. Memberi bimbingan kepada siswa tanpa memperhatikan apakah ada
perubahan yang terjadi dalam diri siswa merupakan kegiatan yang sia-sia, sebab
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah banyak menyeret minat
siswa kepada hal-hal yang menyimpang. Melihat berbagai masalah yang muncul maka
sangat penting bagi siswa tersebut di didik dan di bimbing sedini mungkin
dengan baik agar kelak menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan yang
tinggi sebagai generasi penerus bangsa.
Guru Agama
Kristen sebagai seorang pengajar sekaligus sebagai pembimbing sangat diperlukan
sesuai dengan kompetensi guru bahwa guru PAK adalah sebagai seorang pembimbing.
Guru Agama Kristen merupakan seorang sosok yang sangat berpengaruh dalam tugas
dan tanggung jawab itu dengan mengarahkan siswa serta menuntun dan
menggembalakan siswa untuk taat kepada peraturan sekolah terlebih dalam
meningkatkan minat belajar siswa serta menunjukkan dan perbuatan yang
benar-benar takut akan Allah.
Berdasarkan pengamatan oleh penulis di SMP N 1
Lintong Nihuta, bimbingan belajar telah dilaksanakan di sekolah. Meskipun ada
beberapa siswa yang mempunyai minat dalam belajar, jika dilihat secara umum
minat belajar siswa di kelas IX SMP N 1 Lintong nihuta T.P 2013/2014 adalah
kurang memuaskan.
Dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat
mengarahkan siswa dalam meningkatkan minat belajarnya, dan hal ini lah yang
membuat penulis untuk memilih judul yaitu: PENGARUH
GURU PAK SEBAGAI PEMBIMBING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX SMP N 1
LINTONG NIHUTA T.P 2013/2014.
B.
Identifikaasi
Masalah
Identifikasi adalah penetapan dan penentuan identitas.
Menurut Slameto (2003:63) dalam
bukunya belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi dalam minat belajar siswa
adalah sebagai berikut ”
|
Guru PAK
sebagai pembimbing
( X 1 )
PAK ( X 1)
|
|
Minat belajar siswa
( Y )
|
|
Sekolah
( X 3 )
|
|
Orang Tua
( X 2 )
|
|
lingkungan
(
X 4 )
|
|
IQ
( X 5)
|
Keterangan:
X1. Guru PAK sebagai pembimbing
Bimbingan
belajar guru PAK dapat menuntun dan mengarahkan perkembangan anak didik
tersebut sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan dan memenuhi kebutuhan dalam
belajar dengan lebih baik.
X2. Orangtua
orangtua merupakan pendidik utama bagi anak
karena dalam keluarga inilah anak pertama
sekali mendapatkan pendidikan dan bimbingan belajar untuk menjadi sikap
dewasa dan bertanggung jawab serta tumbuh dalam diri anak
X3. Sekolah
Sekolah
sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai kaitan erat dengan kebutuhan siswa,
denga menanamkan nilai-nilai disiplin belajar demi tercapainya cita-cita dan
memenuhi kebutuhan hidup dimasa yang akan datang untuk dapat merealisasikan
tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
X4. Lingkungan
Lingkungan
masyarakat juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak, baik
buruknya lingkungan sangat berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku anak yang
akhirnya berpengaruhi dalam belajar.
X5. IQ
IQ
dapat menentukan sejauh mana kemampuan dan perkembangan dalam belajar serta
menyelesaikan persoalan dalam belajar. Baik tinggi atau rendahnya IQ anak dapat
berpengaruh terhadap belajar dikelas.
C.
Batasan
Masalah
Dengan adanya berbagai masalah yang berkaitan dengan
minat belajar siswa d isekolah, tentu tidak dapat dibahas dalam waktu yang
sama. Oleh sebab itu untuk mempermudah jalannya penelitian dan pengolahan data
maka perlu ada pembatasan masalah. Maka penulis membatasi masalah yang dibahas
dalam skripsi ini yaitu Pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing sebagai variable
bebas (X) dan minat belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).
D.
Perumusan
masalah
Bertitik tolak dari pembatasan masalah diatas, maka
yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Seberapa besarkah
pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP
Negeri 1 Lintong nihuta”.
E.
Tujuan
Penelitian
Agar penelitian dapat dilaksanakan dengan baik dan
teratur maka perlu ditetapkan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang positif dan signifikan Guru PAK
sebagai pembimbing terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong
nihuta.
F.
Manfaat
Penelitian
Adapun
manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Merupakan
salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Agama Kristen (
S.Pd.K) di STAKPN Tarutung.
2. Untuk
menambah pengetahuan, pengalaman bagi penulis dalam menyusun skripsi.
3. Sebagai
bahan masukan bagi para pendidik dalam membimbing anak didik dalam meningkatkan
minat belajar siswa.
PEMBAHASAN
A.
Landasan
Teoritis
1.
Bimbingan
Belajar Guru Pendidikan Agama Kristen
1.1
Pengertian
Pengaruh
Pengaruh
merupakan suatu hal yang menentukan terhadap perubahan , sebagai daya yang kuat
untuk memberikan akibat langsung sehingga memberikan cirri-ciri atau bentuk
tersendiri terhadap objek lain. Dengan kata lain pengaruh merupakan suatu hal
yang dapat terjadi jika satu pihak lebih dominal dari pihak lain yang dapat
mengubah sifat, bentuk yang dipergunakan dalam keunggulannya.
Poerdarminta ( 1990:664 ) dalam KBBI,
Pengaruh adalah “ suatu daya yang ada dalam suatu sifatnya dapat
memberikan suatu perubahan kepada orang lain”. Selanjutnya Zain ( 1996:1031 ), Pengaruh adalah “ suatu yang membentuk watak
perbuatan serta dapat menimbulkan perubahan yang besar ”.
Dari
pendapat diatas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan pengaruh adalah
suatu daya tarik yang dapat mendorong seseorang dalam melaksanakan suatu daya
kekuatan kepada suatu yang mempengaruhi, yang dapat membentuk suatu objek yang
baru dari pihak yang mempengaruhinya.
1.2
Pengertian
Bimbingan Belajar
|
7
|
Untuk
dapat memahami siswa secara individual maupun secara berkelompok dalam usaha
bantuan pelayanan bimbingan belajar kepada murid-muridnya, maka data-data
tentang murid mutlak diperlukan. Sebab di dalam diri siswa disamping adanya
kesamaan-kesamaan juga ada perbedaan-perbedaan secara individual dalam kegiatan
belajar murid-muridnya perlu diketahui oleh guru sehingga guru bisa mengenal
kepribadian seseorang itu.
Menurut
Ahmad Abu. H dan Supriyono Widodo
(2004:18) bimbingan belajar merupakan inti dari kegiatan disekolah
diperuntukkan bagi keberhasilan proses belajar bagi setiap siswa yang sedang
belajar dilingkungan sekolah tersebut.
Dalam
bimbingan belajar guru berperan
disekolah sebagai tugas layanan utama dan diluar sekolah supaya guru
dapat mengembangkan cara belajar yang aktif bagi siswa sehingga dapat
berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik. Menurut Jhon (2007:84) bimbingan belajar adalah memberikan informasi, menyajikan pengetahuan yang dapat
digunakan untuk mengambil suatu keputusan dan mengarahkan serta menuntun
kesuatu tujuan supaya siswa dapat menerima dan bahagia dalam kehidupannya.
Selanjutnya
menurut A.J. Jones yang dikutip oleh
Singgih Gunarsa (2003: 11) bimbingan
belajar adalah pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam
menentukan pilihan, penyesuaian dan pemecahan masalah.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses
pemberian bantuan yang berkelanjutan. Hal ini mengandung arti bahwa kegiatan bimbingan
bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, sewaktu-waktu,
tidak sengaja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis,
sengaja, berencana, kontinu, terarah kepada tujuan, sehingga siswa tersebut
dapat mengarahkan diri mengembangkan dirinya dalam mengatasi persoalannya.
Menurut
hamalik (2002) yang di kutip oleh Kunandar (2010:242) sebagai guru
Pendidikan Agama Kristen ada hal-hal yang penting bagi guru khususnya dalam
bidang pembelajaran agama untuk mempertinggi dan memperbaiki layanan bimbingan
yaitu:
a. Guru
PAK sebagai pembimbing harus Membuat catatan yang penting tentang diri siswa
untuk melengkapi catatan-catatan di sekolah supaya dapat digambarkan yang lebih
baik tentang diri siswa dalam mata pelajaran agama tersebut, sehingga guru PAK
dapat melihat sejauh mana guru tersebut membantu siswa dalam bimbingan belajar
serta meningkatnya minat belajar siswa.
b. Guru
agama mengobservasi dan mempelajari karakter siswa dengan menggunakan dokumen
sekolah dengan melakukan usaha yang jujur dan memiliki sikap yang sikap yang
positif dengan alasan untuk memahami diri siswa sebagai anak bimbingannya.
c. Guru
agama kerja sama dengan guru-guru yang lain yang ada disekolah itu untuk
memperoleh gambaran yang lengkap tentang siswa mengenai minat, kebutuhan, dan
masalah yang di hadapi mereka serta dan guru tersebut lebih mengenal kebutuhan
yang akan diperlukan oleh siswa.
d. Guru agama dapat mempelajari minat dan
kebutuhan-kebutuhan siswa yang diperlukan siswa tersebut dan
mempertimbangkannya dalam pelajaran dan dalam berbagai kegiatan untuk
kelancaran proses belajar mengajar berlangsung.
e. Bekerja
sama dengan orang tua siswa untuk memahami sifat dan karakter siswa tersebut.
dengan cara bekerja sama antara guru dengan orang tua siswa maka peoses
pembelajaran siswa akan berjalan dengan lancar.
f. Guru
agama dapat menyesuaikan diri sendiri, bahan pelajaran, kegiatan yang ada di
sekolah dan prosedur kelas dengan mina dan kebutuhan para siswa.
Guru PAK turut berkarya membantu anak
didik dalam usahanya membentuk hubungan dalam pergaulan yang lebih lancer
antara guru dengan siswa. Seorang guru menjadi tempat curahan kesulitan anak
didik khususnya dalam belajar, menampung masalah anak didik dengan menyuruh
anak menceritakan kembali sehingga anak dapat dibimbing untuk menemukan jalan
penyelesaian.
1.2.1 Bentuk-bentuk bimbingan di dalam kelas
Bentuk bimbingan belajar yang bisa
diberikan kepada para siswa di sekolah supaya siswa dapat memilih jalan keluar
dari masalah dengan bimbingan yang telah dilakukan disekolah adalah :
a. Secara
kelompok, dimana seorang pembimbing menghadapi sekelompok anak yang akan
dibimbingnya kemudian pembimbing membantu menyelesikan masalah sekelompok anak
dengan masalah yang sama, seorang anak dibantu melalui kelompok anak tersebut.
b. Secara
individual, dimana pembimbing membantu seorang anak didik dengan menghadapi
anak langsung dengan persoalannya, jadi antara empat mata saja.
1.2.2
Bentuk-bentuk bimbingan di luar kelas
Dalam hal membimbing anak didik diluar kelas,
seorang pembimbing dapat melakukan berbagai usaha dalam membantu anak didik
yaitu:
a. membantu
dalam memahami tingkah laku orang lain
b. membantu
anak supaya hidup dalam kehidupan yang seimbang antara aspek fisik, mental dan
social.
c. Membantu
proses sosialisasi dan sikap sensitive terhadap kebutuhan orang lain.
d. Membantu
anak untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat pribadi,
hasil belajar dan kesempatan yang ada.
e. Memberikan
dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan
keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
f. Membantu
anak didik untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam menyesuaikan diri secara maksimal
terhadap masyarakat.
1.3
Tujuan
Bimbingan Belajar
Dengan
bimbingan disekolah diartikan suatu proses bantuan kepada anak didik yang
dilakukan secara terus menerus supaya anak didik dapat memahami dirinya
sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar,
sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Bimbingan
belajar dapat membantu murid-murid agar mendapat penyesuaian yang baik didalam
situasi belajar, sehingga murid dapat belajar dengan efisien sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya dan mencapai perkembangan yang optimal.
Menurut
Soetjipto dan Raflis Kosasi (2004:64) tujuan bimbingan belajar adalah membantu
siswa:
a. Mengatasi
kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh terhadap prestasi belajar yang
tinggi
b. Mengatasi
terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan dalam proses
belajar mengajar berlangsung dan hubungan social.
c. Mengatasi
kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani.
d. Mengatasi
kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kelanjutan studi.
e. Mengatasi
kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan jenis pekerjaan
setelah mereka tamat.
f. Mengatasi
kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah social, emosional disekolah
yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri
terhadap lingkungan, sekolah, keluarga, dan lingkungan yang lebih luas.
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2004:237) tujuan bimbingan belajar yaitu:
1. Pemahaman
yang lebih jauh baik tentang dirinya
2. Memiliki
kemammpuan dalam memilih dan menentukan arah perkembangan dirinya, mengambil
keputusan yang tepat bagi dirinya dan bagi lingkungannya.
3. Mampu
menyesuaikan diri baik dirinya maupun lingkungannya.
4. Memiliki
produktif dan kesejahteraan hidup.
Menurut Gunarsa (2003:25) tujuan bimbingan belajar adalah memberi bantuan
kepada anak didik supaya mencapai:
a. Kebahagiaan
hidup pribadi
b. Kehidupan
yang efektif dan produktif
c. Kesanggupan
hidup bersama orang lain
d. Keserasian
antara cita-cita anak didik dengan kemampuan yang dimilikinya.
Dari
pendapat diatas dapat disimpulkan tujuan bimbingan belajar adalah untuk
membantu siswa dan supaya siswa tersebut dapat membuat pilihan yang bijak serta
belajar yang baik untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat.
1.4
Fungsi
Bimbingan Belajar
Fungsi
utama dari bimbingan belajar adalah membantu siswa dalam masalah-masalah
belajar, social, pribadi yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran bagi
siswa. Fungsi bimbingan belajar dapat
juga sebagai:
a. Preservasif
yaitu memelihara dan membina suasana dan situasi yang baik dan tetap diusahakan
terus bagi lancarnya belajar mengajar
b. Preventif
yaitu mencegah sebelum terjadinya masalah
c. Kuratif
yaitu mengusahakan penyembuhan pembentukan dalam mengatasi masalah belajar
d. Rehabilitas
yaitu mengadakan tindak lanjut secara penempatan sesudah diadakan treatment
yang memadai.
Berdasarkan pengertian dan tujuan yang
ingin dicapai layanan bimbingan belajar. Menurut Nainggolan M. Jhon (2007:85) fungsi bimbingan sebagai berikut:
a.
Fungsi pemahaman yaitu
fungsi bimbingan yang menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak
tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa dalam memahami tentang diri
siswa sendiri, orang tua, guru, dan pembimbing
b.
Fungsi pencegahan yaitu
bimbingan yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya siswa dari berbagai
permasalahan yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan
kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangan oleh siswa itu sendiri.
c.
Fungsi perbaikan yaitu
upaya memberikan bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah dan
mengatasi berbagai permasalahan yang dialami siswa.
d.
Fungsi pemeliharaan dan
pengembangan yaitu fungsi bmbingan yang akan menghasilkan terpelihara dan
berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif siswa dalam rangka
pengembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan
1.5.Guru PAK
1.5.1 Pengertian Guru
PAK
Berbicara
mengenai Guru berarti berbicara mengenai mandataris sebagai pengajar. Guru PAK
dikatakan sebagai tenaga pengajar yang berkompetensi dalam bidang pengajaran Pendidikan Agama
Kristen dengan menyampaikan pengetahuannya kepada anak didik agar anak didik
tersebut mengenal Tuhan Yesus Kristus dan imannya makin dewasa.
Menurut
Homrighausen dan Enklaar (2007:26) mengatakan
“ bahwa dengan menerima pendidikan itu segala pelajar muda dan tua, memasuki
persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan sendiri, dan oleh dalam dia mereka
terhisap pula dalam persekutuan jemaat-Nya yang mengakui dan mempermuliakan
nama-Nya disegala waktu dan tempat , sedangkan menurut Ismail (2004:163) mengatakan
Guru PAK tidak hanya bertugas sebagai pengajar tetapi juga pengasuh dan
Pembina, pendidik yang menyampaikan injil bukan hanya dalam bentuk pelajaran
tetapi dalam keteladanan juga dinampakkan dalam hidupnya”
Menurut
Belandina (2005 : 1) “ Guru PAK
adalah Guru yang menentukan dasar atau pondasi bagi pengembangan kepribadian
siswa oleh karenanya prinsip belajar melalui keteladanan sangat penting
sehingga peserta didik tidak hanya kaya dalam pengetahuan Agama tetapi
mengalami, menyaksikan, dan meneladani sikap guru Agamanya yang menjadi panutan
bagi sikap dan perilakunya”
Jadi,
dari beberapa kutipan diatas, penulis dapat mengartikan bahwa pengertian guru
PAK adalah orang terpanggil dan bertanggung jawab dalam tugasnya, serta menjadi
pondasi dan menentukan pengembangan kepribadian siswa. Sehingga dapat
disimpulkan juga bahwa guru juga sebagai orang yang berwenang dan bertanggung
jawab terhadap pendidikan bagi murid-muridnya baik secara individual maupun
kelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.
1.5.2
Syarat
Guru PAK
Guru
PAK adalah satu pendukung yang penting dan terutama dalam terwujudnya proses
belajar mengajar dalam mengerjakan Firman Tuhan. Maka sifat-sifat seorang guru
tersebut harus dapat diteladani. Guru harus mempunyai kepribadian yang menarik
sehingga membuat murid tertarik terhadap pelajaran yang diberikan.
Syarat
utama seorang guru PAK yang baik adalah orang yang meneladani sikap Yesus
Kristus, serta memahami misi Yesus kedunia ini, sebab belajar PAK berbeda
dengan ilmu-ilmu lainnya. Misi Yesus Kedunia ini secara tradisional adalah
untuk menyelamatkan manusia dan dunia. Keselamatan dan hidup yang kekal adalah
merupakan tujuan dan pekerjaan Yesus didunia ini, tetapi strategi yang dipergunakan
dalam rangka tujuan itu adalah mengajar, mendidik, membinbing agar semua orang
percaya kepadanya dan dapat mengenal Allah yang hidup. Maka dapat diambil
kesimpulan bahwa strategi pendidikan Yesus berperan sebagai guru, pengikut-Nya
berstatus sebagai murid, kesimpulan pengikutnya adalah persekutuan belajar
mengajar.
Guru bukan hanya mengaktifkan siswanya
tetapi seorang guru harus nyata dalam perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari
seperti teladan yang diberikan Yesus. Sejalan dengan itu Homrighausen dan Enklaar (2007:165)
dalam bukunya memiliki beberapa syarat bagi guru PAK yaitu:
1. Seorang
guru harus mempunyai pengalaman rohani
2. Seorang
guru harus mempunyai hasrat sejati untuk menyampaikan injil kepada sesama
manusia.
3. Seorang
guru harus mempuyai pengetahuan yang cukup tentang isi iman Kristen.
4. Seorang
guru perlu mengetahui bagaimana iman berkembang dalam hidup orang percaya.
5. Seorang
guru harus menujukkan kesetiaan yang sungguh-sungguh kepada gerejanya
6. Seorang
guru harus mempunyai pribadi yang jujur dan tinggi mutunya.
Dari beberapa pendapat diatas jelas
bahwa guru PAK perlu sekali mengenal Tuhan Yesus, serta syarat-syarat untuk
menjadi seorang guru yang baik adalah memahami dan melaksanakan serta menekuni
dengan benar-benar apa yang disebutkan tentang cirri-ciri guru yang baik, sifat
guru yang baik dan syarat-syarat guru PAK yang menjadi baik juga.
1.5. 3. Tugas dan tanggung
jawab Guru PAK
a.
Tugas
guru PAK
Guru
PAK merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang
memerlukan keahlian khusus sebagai seorang guruPAK. Seorang guru PAK wajib
mendidik dan mengajar anak didiknya menjadi pribadi yang sesuai dengan ajaran
Kristen. Keberadaan guru PAK dinegara amatlah penting terlebih lagi bagi
keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah zaman yang modern dengan teknologi
yang semakin canggih.
Tugas
guru PAK sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan membina. Mendidik
berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan, mengajar berarti
meneruskandan mengembangkan ilmu pengetahuan, sedangkan membina yaitu menuntun
siswa kerah yang lebih baik sehingga sikap mental dri siswa Kristen itu
berkenan dihadapan semua orang.
S. Hasugian (1985:29) mengatakan Tri Darma Guru PAK, yaitu
- Guru PAK sebagai Pendidik
Artinya
guru mampu melaksanakan pendidikan kepada anak-anaknya serta mampu melaksanakan
pendidikan kepada anak didiknya, menjadi anak didik yang bertanggung jawab
berdasarkan nilai-nilai hidup.
-
Guru PAK sebagai Pengajar
Artinya guru menanamkan ilmu
pengetahuan yang nyata dan pengetian yang benar dapat membangkitkan minat murid
sesuai dengan perkembangan dan memperhatikan latarbelakang social dan
kebudayaan anak didik.
-
Guru PAK sebagai Pembimbing
Artinya guru PAK yang mampu dan
selalu bersedia mendekati murid-muridnya dengan memperhatikan sift dan
kepribadian masing-masing anak didik. Guru pembimbing adalah Guru yang dapat
menuntun, mengasuh mendampingi, dan mendorong.
Guru PAK sebagai pembimbing juga mengatakan
bahwa dalam membimbing Guru PAK harus memperhatikan, mengasuh, mendamping, dan
mendorong yaitu:
1. Memperhatikan
Menurut Sidjabat (2009:107) bahwa guru PAK dalam memberikan perhatian kepada
siswanya harus memberikan perhatian terhadap metode mana yang lebih baik dalam
mengajar. Ia dapat mencoba sebuah pendekatan atau strategi pembelajaran
kemudian melakukan refleksi dari hal itu. Guru PAK juga bisa memberikan
perhatian lebih jauh terhadap perkara-perkara akademis dan aspek-aspek lain
dari kehidupan peserta didik.
2. Mengasuh/menjaga
Menurut Sidjabat (2009:105) Bahwa guru PAK dalam mengasuh/menjaga kepada
anak didiknya harus sabar dalam mengajar dan mempunyai kecermatan serta
berinteraksi baik dengan anak didik di kelas ataupun diluar kelas. Guru juga
selalu membantu peserta didiknya untuk memahami bagaimana cara belajar yang
baik dan menguasai pelajaran yang sedang diikutinya khususnya dalam kelas.
3. Mendampingi
Menurut Slameto (2003:27) bahwa guru seharusnya sudah dapat menyusun
sendiri prinsip-prinsip belajar yaitu prinsip belajar yang dapat dilaksanakan dalam
situasi dan kondisi yang berbeda dan oleh setiap siswa secara individual. Dalam
belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif untuk meningkatkan
minat dan membimbing untuk mencapai tujuan.
4. Mendorong
Menurut
Djamarah (2010: 45) bahwa guru
sebagai pendorong hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif
belajar dalam upaya memberikan motivasi guru dapat menganalisa motif-motif yang
melatar belakangi anak didik malas belajar dan menurun minat belajar di
sekolah. Setiap saat guru bertindak sebagai motivator karena dalam interaksi
belajar tidak mustahil ada di antara anak didik yang malas belajar dan
sebagainya.
Ismail (2004:163)
mengatakan bahwa “ Guru PAK bertugas
sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, Pembina maupun pendidi
yang menyampaikan injil atau kebenaran bukan hanya dalam bentuk pelajaran,
tetapi keteladanan dan kegiatan yang dilakukan diluar sekolah dalam bentuk
konseling”.
Dari
pendapat diatas dapat dipahami bahwa tugs guru Agama Kristen adalah sebagai
pendidik, pengajar, dan pembimbing dan sebagai guru juga merupakan suatu
profesi atau pekerjaan yang memerlukan suatu keahlian dalam bidangnya dan tugas
guru dalam panggilannya sebagai guru Agama Kristen merupakan rahmat dari Allah
serta memiliki komitmen kepada Yesus Kristus ( Filipi 1:21-22;3:10;43 ).
Untuk
mencapai hasil maksimal dalam tugas guru sebagai pembimbing, guru harus
memperhatikan keempat hal kategori tugas guru PAK seperti yang dikemukakan oleh
S. Hasugian adalah “ memperhatikan, mengsuh,
mendampingi, dan mendorong agar siswa benar-benar dapat memperoleh hasil yang
maksimal dalam mencapai prestasi belajarnya”.
b.
Tanggung
jawab guru PAK
Guru
PAK merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang
memerlukan keahlian khusus sebagai guru PAK. Yang menjadi tanggung jawab guru
PAK menurut Homrighausen dan Enklaar (2004:164) adalah:
1.
Guru PAK sebagai
Penafsir Iman Kristen
2.
Guru PAK sebagai
Gembala
3.
Guru PAK sebagai
Pedoman dan Pemimpin
4.
Guru PAK sebagai
Penginjil
Guru
sebagai pembimbing termasuk dalam membimbing anak didik untuk mencapai prestasi
belajar PAK yang baik. Bimbingan yang diberikan oeh guru PAK kepada anak didik
akan sangat membantu untuk memperoleh nilai yang baik serta untuk mencapai
prestasi yang baik pula dikelasnya. Apabila bimbimgan yang diberikan oleh guru
kepada anak didik kurang baik, maka hal yang akan mungkin terjadi yaitu anak
didik akan mengalami kesulitan belajar dan prestasi yang akan diraihnya juga
akan jauh dibawah rata-rata yang diinginkan, seperti yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi (1977:66):
1. Hasil
belajarnya rendah dibawah rata-rata kelas
2. Hasil
yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3. Menunjukkan
sikap yang kurang wajar, suka menentang, tidak mau menyelesaikan
tugas-tugasnya.
4. Menunjukkan
tingkah laku yang berlainan seperti suka bolos, suka mengganggu temannya.
Dengan demikian guru perlu memberikan
bimbingan terhadap anak didik, sehingga anak didik mampu memperoleh nilai yang
baik serta mencapai prestasi yang baik dikelasnya. Menurut Soetjipto dan Raflis Kosasi
(2004:67):
Bimbingan ini dimaksudkan untuk
mengatasi masalah-masalah yang dapat berhubungan dengan kegiatan belajar baik
disekolah maupun diluar sekolah, bimbingan ini antara lain meliputi:
1. Cara
belajar, baik belajar secara kelompok maupun indifidual
2. Cara
bagaimana merencanakan waktu dengan kegiatan bealajar
3. Efisisen
dalam menggunakan buku-buku pelajaran
4. Cara
mengatasi kesulittan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu.
5. Cara,
proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan
bahwa bimbingan belajar dapat membantu siswa untuk mencapai prestasi anak didik
dalam belajar. Tenaga bimbingan belajar bertanggung jawab untuk mengatasi
masalah siswa dalam belajar dan
meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.6.Tugas Guru PAK sebagai
pembimbing
Dalam
tugas dan tanggung jawab guru PAK telah dikatakan bahwa guru PAK adalah sebagai
penafsir Iman Kristen, sebagai gembala, sebagai pedoman, sebagai pemimpin serta
sebagai penginjil. Hal ini mau menyatakan bahwa seorang guru PAK tidak hanya
sekolah, tetapi guru PAK juga bertugas sebagai pembimbing bagi peserta didik. Tugas
guru sebagai pembimbing juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (1998:15) dengan
mengatakan tugas dan tanggung jawab guru yaitu: “ sebagai pengajar, sebagai
pembimbing, sebagai administrator kelas ”. hal ini diungkapkan oleh Jededa T.
Pasumah Sentosa dalam Andar Ismail
(2004:163) dengan mengatakan bahwa “ Guru PAK tidak hanya bertugas sebagai
pengajar tetapi juga pengasuh, Pembina dan pendidik yang menyampaikan injil
bukan hanya dalam bentuk pelajaran tetapi terlebih dalam keteladanan yang
dinampakkan dalam hidupnya”.
Guru
sebagai pembimbing termasuk dalam membimbing anak didik untuk meningkatkan
minat belajar PAK yang baik. Bimbingan yang diberikan oleh guru PAK kepada anak
didik akan sangat membantu untuk memperoleh minat yang baik serta untuk
mencapai prestasi yang baik pula dikelasnya. Apabila bimbingan yang diberika
guru kepada anak didik kurang baik, maka hal yang akan mungkin terjadi yaitu
anak didik akan mengalami kesulitan belajar, kurangnya minat dalam belajar dan
prestasi akan diraihnya juga akan jauh dibawah rata-rata yang diinginkan,
seperti yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi
(1977:66) :
1. Hasil
belajarnya rendah dibawah rata-rata kelas.
2. Hasil
yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
3. Menunjukkan
sikap yang kurang wajar, suka menentang, tidak mau menyelesaikan tugas-tugasnya
4. Menunjukkan
tingkah laku yang berlainan seperti suka bolos, suka mengganggu temannya.
Dengan demikian guru perlu memberikan
bimbingan terhadap anak didik, sehingga anak didik mampu meningkatkan minta
belajar dan memperoleh nilai yang baik serta mencapai prestasi yang baik
dikelasnya. Menurut Soetjipto dan Raflis kosasi (2004:67):
Bimbingan ini dimaksudkan untuk
mengatasi masalah-masalah yang dapat berhubungan dengan kegiatan belajar baik
disekolah maupun diluar sekolah, bimbingan ini antara lain meliputi:
1. Cara
belajar, baik belajar secara berkelompok maupun individual
2. Cara
bagaimana merencanakan waktu dengan kegiatan belajar
3. Efisien
dalam menggunakan buku-buku pelajaran
4. Cara
mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu
5. Cara,
proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
Bimbingan ini dimaksudkan adalah upaya
untuk mencapai minat belajar anak didik dalam hal belajar. Bila bimbingan
seperti yang diatas telah dilakukan oleh guru PAK terhadap anak didik, maka
tidak akan ada lagi masalah kesulitan dalam belajar yang dialami oleh anak
didik untuk memperoleh minat belajar yang baik dan memperoleh prestasi yang
baik pula dikelasnya.
1.7.
Dasar
Teologis Guru PAK sebagai Pembimbing
Guru
Pendidikan Agama Kristen adalah seorang sosok yang memberikan sejumlah
pengetahuan, membimbing dan pendidik serta menolong kepada seorang terutama
kepada siswa-siswi supaya memperoleh perubahan jasmani maupun rohani yang
menjadi dasar teologis guru sebagai pembimbing ( Galatia 6:1-2, Mazmur 25:9 ),
menurut Ismail (2004:163), walaupun
PAK dapat menjadi suatu mata pelajaran yang adalah bagian dari kurikulum
nasional, hakikatnya tidak sama dengan bidang studi atau ilmu pengetahuan
lainnya. Suatu pengetahuan agama mungkin saja diajarkan oleh siapa saja asal
memiliki pengetahuan tetapi didalam PAK diperlukan seorang yang memiliki iman
kristiani yang matang dan dewasa sebab untuk mengajar iman Kristen tidak cukup
untuk bercerita atau berceramah ataupun berdiskusi saja, tetapi yang terbaik
adalah dengan metode berbagi pengalaman iman (Sharing Of Faith) yang akhir dari
keyakinan pribadi dan telah di buktikan kebenarannya dalam pengalaman sendiri.
Seorang
guru PAK juga mempunyai tugas sebagai gembala umat yang bekerja tidak sebatas
ruang dan jam kelas tetapi juga terlibat dalam kegiatan lain diluar jam
pelajaran dan dikeluarkan sekolah.
Menurut
Sidjabat (2009:123) sebagai
pembimbing, guru PAK mendengar kegelisahan dan persoalan muridnya, lalu
bersama-sama mencari upaya mengatasinya dalam terang Firman Tuhan serta
pertolongan Roh Kudus. Secara sadar maupun tidak sadar, peserta didik membawa
masalah yang dihadapinya kedalam proses pembelajaran. Mungkin saja masalah itu
berkaitan dengan pola pikir, informasi yang terbatas, cara pengambilan
kepautusan yang keliru, kebiasaan moral atau kedangkalan spiritualitas.
Pembimbingan
dapat dilakukan guru bersama dengan anak didiknya melalui pendekatan pribadi
atau kelompok kecil. Proses pembimbingan itu sendiri dapat berlangsung diruang
khusus di sekolah atau ditempat lain yang tepat dan benar.
Dari
beberapa penjelasan yang ada diatas, jelaslah bahwa untuk menjadi seorang Guru
PAK harus memiliki Iman percaya kepada Tuhan serta pengetahuan dan wawasan yang
luas dalam kependidikan, serta mengatasi setiap persoalan anak didiknya hanya
dalam terang Tuhan serta pertolongan Roh Kudus. Pembimbingan juga dapat dilakukan
lewat pendekatan pribadi atau kelompok, dapat berlangsung diruang khusus
ataupun ditempat lain yang tepat dan benar baik pada saat jam pelajaran maupun
diluar dari pada jam pelajaran.
2.
Minat
Belajar Siswa
2.1.
Pengertian Minat
Dalam
keadaan belajar mengajar disekolah, salah satu keberhasilan belajar yang harus
dimiliki siswa adalah tidak terlepas dengan adanya minat anak. Minat sangat
mempengaruhi terhadap belajar, karena minat merupakan factor utama yang
menentukan derajat keaktifan siswa, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak
sesuai dengan minat maka siswa akan belajar dengan sebaik-baiknya sebab tidak
ada daya tertariknya. Posisi minat dalam proses belajar mengajar sangat penting
dalam pencapai keberhasilan belajar siswa baik itu minat yang berasal dari
dirinya sendiri maupun dari luar diri siswa.
Suatu
kegiatan yang diminati seseorang harus diperhatikan terus menerus disertai rasa
senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran
yang dipelajari tidak sesuai dengan kebutuhannya maka tidak ada daya tarik
baginya, sehingga siswa segan untuk belajar, siswa tidak memperoleh kepuasan
dari pelayanan itu. Peran minat sangat besar dalam kegiatan belajar mengajar
karena dengan adanya minat siswa dapat menyelesaikan kegiatan tersebut.
sebaliknya jika siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu maka hal itu
terjadi suatu paksaan yang mengikat.
Dalam
hal ini minat sangat erat hubungannya dengan kebutuhan, artinya jika suatu
minat tidak mengena kepada perasaan, bakat, kemampuan dan keterampilan dan
kebutuhan serta cita-citanya, maka dirasakan sulit untuk menumbuhkan minat yang
positif terhadap bidang tersebut.
Dalam
pembelajaran hendaknya seorang guru harus berusaha membangkitkan minat siswa
terhadap pelajaran agar anak lebih baik dan menekuni serta memahami
pelajarannya di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu untuk mengatasi siswa
yang kurang berminat dalam belajar guru hendaknya berusaha bagimana menciptakan
kondisi tertentu agar siswa selalu butuh dan selalu ingin belajar. Menurut Slameto (2003:180) mengatakan bahwa: Minat adalah suatu ras lebih suka dan
ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Dan minat
pada dasarnya adalah penerimaan atau hubungan antara diri sendiri dengan suatu
diluar diri sendiri semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar
minat.
Sejalan
dengan hal yang diatas menurut Singgih
D. Gunarsa (2003:129), minat merupakan pendorong ke arah keberhasilan
seseorang. Seorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah mempelajari
bidang itu. Sujato (1985:92)” minat
adalah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja dan terlahir dengan
kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungannya”.
Dari
pendapat diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa minat sangat mempengaruhi
setiap aktivitas. Dengan adanya minat maka segala aktivitas yang dikerjakan
menjadi menyenangkan. Belajar tanpa minat akan terasa mejemukan jika bahan
pelajaran yang dipelajari tidak sesuai maka tidak adanya daya tarik bagi siswa
untuk mempelajarinya. Karena pengaruh minat sangatlah besar dalam kegiatan
belajar. Dimana dengan adanya minat maka siswa akan dapat menyelesaikan
kegiatan yang baik.
2.2.
Pengertian Belajar
Sekolah
merupakan tempat anak mendapat pendidikan yang sangat berharga dimana seorang
anak atau siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman didalam proses belajar
mengajar. Dalam belajar disekolah
menjadikan siswa mengalami banyak perubahan di dalam perilaku dan
pengetahuan.
Poerwanto (1996:84) belajar
adalah “ suatu perubahan diri didalam kepribadian yang menyatakannya sebagai
suatu pola baru dari pada reaksi yang merupakan kecakapan, kebiasaan,
kepandaian, atau suatu pengertian”. Surya
Brata (2002:232) belajar adalah “ 1.
Belajar membawa perubahan. 2. Bahwa perubahan itu pada pokok adalah didapatkan
pada kecakapan baru. 3. Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha dengan sengaja
”.
Selanjutnya
Winkel (2005:59) mengatakan bahwa belajar adalah “ sesuatu aktivitas
mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan
yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan
dan sikap. Perubahan itu bersifat secara relative konstan dan berbekas”.
Sardiman (2006:21) Belajar
adalah “ berubah ”. dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti mengubah
tingkah laku. Jadi belajar itu akan membawa suatu perubahan pada
individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan
penambahan ilmu pegetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan,
sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri.
Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau penampilan
dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru
yang langsung dengan interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan
perubahan.
2.3.
Komponen-komponen Minat Belajar
Minat sangat mempengaruhi proses belajar, aktif, pasifnya anak
didik dalam proses belajar mengajar. Slameto
(2003:57) Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan-kegiatan yang diminati seseorang, karena perhatian
sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan bentuk tentu diikuti
dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan. Untuk dapat menjamin
hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan
yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka
timbullah kebosanan sehingga ia tidak lagi suka belajar.
Oleh
karena itu berdasarkan uraian tersebut minat sangat berhubungan dengan
perhatian, rasa senang, keinginan, kecenderungan, motivasi dan kerajinan suatu
objek. Apabila seseorang memiliki minat terhadap sesuatu maka ia akan cenderung
melaksanakan tugas pada objek tersebut. Oleh karena itu yang menjadi
tanda-tanda siswa mempunyai minat belajar adalah sebagai berikut:
a. Perhatian
Menurut Slameto (1987:58) Perhatian adalah
keaktifan jiwa yang tinggi yang tertuju terhadap suatu (benda) atau sekelompok
objek. Jadi perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran timbul karena ia
berminat terhadap pelajaran tersebut.
b. Motivasi
Menurut Purwanto (1997:69) Motivasi adalah segala
sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.
c. Keinginan
atau kemauan
Menurut poerwardarminta (1986:322) Keinginan
adalah adanya hasrat seseorang untuk mengetahui da mengerti sesuatu. Maka dari
kutipan diatas dapat dikatakan dengan adanya keinginan di dalam belajar maka
isi pelajaran itu akan mudah dimengerti.
d. Rasa
senang
Menurut slameto (2003:23) rasa senang adalah
suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada sesuatu terbentuknya
aktifitas. Apabila seseorang mempunyai minat terhadap sesuatu hal dia akan
bersentuhan dengan objek yang diminatinya. Perasaan senang dapat ditunjukkan
melalui keaktifannya dalam belajar, mengerjakan sesuatu hal misalnya siswa yang
senang dengan pelajaran PAK, dia akan menunjukkan kesenangannya dengan rajin
membaca Alkitab, rajin memimpin renungan dalam kelas.
e. Kerajinan
Jika siswa berminat
terhadap pelajaran, maka siswa tersebut akan rajin mengikuti kegiatan-kegiatan
yang dilaksanakan dalam pelajaran tersebut, rajin mengikuti pelajaran serta
rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.
f. Ketertarikan
Dalam mengerjakan
sesuatu pasti ada tujuan yang diharapkan dari pekerjaan tersebut. Tujuan sangat
erat hubungannya dengan minat, apabila siswa mempunyai minat belajar maka hal
itu akan mudah memperoleh hasil yang diharapkan. Ketika hasil dari pelajaran
itu tercapai dengan baik maka akan tercipta kepuasaan dan rasa ketertarikan
dalam mengikuti pelajaran telah ada.
Apabila
seseorang berminat terhadap sesuatu, maka dia akan mengulangi kembali kegiatan
yang ia minati dan rajin mengerjakan sesuatu hal yang berhubungan dengan
minatnya tersebut. Karena minat itu berasal dari dalam diri seseorang yang
menimbulkan gairah.
2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
Dalam kegiatan belajar dan mengajar ada
dua factor yang mempengaruhi minat belajar siswa yaitu factor dari dalam diri
siswa dan factor dari luar diri siswa tersebut. Menurut Dalyono (2001:55-59) bahwa ada dua factor yang mempengaruhi minat
siswa yaitu: “ factor internal (berasal dari diri siswa) yang mencakup
kesehatan, IQ, dan bakat. Dan factor eksternal (berasal dari luar diri siswa)
yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat”.
a. Factor
internal (dari dalam diri siswa) yang mencakup: kesehatan, IQ, dan bakat.
1. Kesehatan
Kesehatan jasmani
dan rohani sangatlah besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar siswa. Bila
seseorang atau anak didik selalu tidak sehat hal ini mengakibatkan tidak
berminat bagi siswa dalam belajar, demikian pula halnya jika kesehatan rohani
(jiwa) kurang baik misalnya mengalami gangguan pikiran lain-lain dapat
mengganggu dan mengurangi semangat dan minat belajar, karena itu sangat penting
bagi setiap orang baik fisik atau mental agar badan tetap kuat, pikiran selalu
segar dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.
2. IQ
Bahwa
intelegensi didefenisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan
atau pun belajar dari pengalaman. Intelegensi diartikan sebagai kemampuan
psiko-fisik untuk rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan
cara yang tepat. Tingkat IQ menentukan tingkat keberhasilan siswa. Karena
semakin tinggi intelegensi seorang siswa maka semakin besar peluang untuk
meraih sukses.
3. Bakat
Bakat adalah
kemampuan potensial yang dapat dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan
pada masa yang akan datang, sehingga dengan adanya bakat maka siswa dapat
mendorongnya melakukan tindakan belajar dalam kehidupan sehari-hari. Bakat juga
dapat menentukan keberhasilan belajar visual.
b. Eksternal
(dari luar diri siswa) yang mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah
dan lingkungan masyarakat.
a. Lingkungan
keluarga
Lingkungan
keluarga adalah tempat anak untuk mendapatkan didikan yang lebih banyak.
Keluarga adalah masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang
terikat suatu keturunan yakni kesatuan terkecil dari bentuk-bentuk kesatuan
masyarakat, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama karena
dalam keluarga inilah anak mendapat didikan dan bimbingan dari orangtua atau
anggota keluarga yang lain. Dimana tingkat dan rendahnya pendidikan orangtua,
besar kecilnya penghasilan, cukup mempengaruhi terhadap minat anak dan dan
keberhasilan belajar siswa.
b. Lingkungan
sekolah
Keadaan
sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa. Dimana
kualitas guru, metode mengajar guru, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan
anak, keadaan fasilitas/perlengkapan di sekolah, dan lain sebagainya semuanya
akan mempengaruhi minat anak dalam belajar.
Di
samping hal-hal tersebut seorang guru juga harus mampu menggunakan media dalam
pembelajaran karena media merupakan salah satu fasilitas sekolah yang mendukung
sarana pembelajaran dan sangat berguna demi pengembangan mutu belajar peserta
didik. Termasuk keadaan siswa, alat-alat peraga atau metode mengajar yang aktif
dan sumber-sumber belajar lainnya akan mempengaruhi minat belajar siswa begitu
juga penggunaan media dalam pembelajaran yang dipakai guru dalam proses
belajar. Yang dapat membuat siswa kreatif dan berminat untuk belajar.
c. Lingkungan
masyarakat
Lingkungan
sekitar tempat tinggal siswa juga sangat berperan dalam meningkatkan minat
belajar siswa, dimana masyarakat disekitar tempat tinggal siswa jika terdiri
dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah
tinggi dan moralnya baik, hal ini aka mendorong minat anak dalam belajar.
2.5.
Usaha-usaha meningkatkan minat
Siswa
akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Olek
sebab itu mengembangkan minat belajar belajar siswa merupakan salah satu teknik
dalam mengembangkan motivasi belajar.
Menurut
Sanjaya (2008:30) ada beberapa cara
yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa diantaranya:
1. Hubungkan
bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan
tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk
kehidupannya.
2. Sesuai
materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi
pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa akan tidak diminati dan diikuti
dengan baik dan dapat menimbulkan sisa akan gagal mencapai hasil optimal.
3. Gunakan
berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi
Sehubungan dengan itu Nasution (1995:82) mengemukakan
pelajaran berjalan dengan lancer bila ada minat. Anak-anak malas dan tidak belajar,
gagal karena tidak ada minat. Minat dibangkitkan dengan cara sebagai berikut:
a. Membangkitkan
suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan
penghargaan).
b. Hubungkan
dengan pengalaman lampau
c. Beri
kesempatan untuk mendapatkan hasil baik
d. Gunakan
bentuk pengajaran.
Dengan demikian pembelajaran itu akan
berjalan lancer bila ada minat dalam diri siswa. Anak-anak akan malas, tidak
belajar, gagal karena tidak adanya minat. Maka penulis menyimpulkan minat anak
dibangkitkan dengan cara menghubungkan dengan pengalaman lampau siswa, dengan
menggunakan berbagai bentuk mengajar dan menggunakan media juga untuk mengatasi
kejenuhan siswa dalam belajar.
B.
Kerangka
Berpikir
Bimbingan
belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan
sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian
dalam pemahaman diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai
tingkat perkembangan diri dengan lingkungan.
Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku
atau penampilan dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mengamati,
mendengarkan, meniru yang langsung dengan interaksi aktif dengan lingkungan
yang menghasilkan perubahan.
Guru
PAK sebagai pembimbing mempunyai tugas untuk membantu siswa dalam memberikan
pemahaman sebagai pencegah, memperbaiki serta memelihara siswa agar siswa mampu
belajar dengan lancar dan berhasil secara efisien dan efektif yang akan
membantu siswa dalam mewujudkan cita-citanya. Maka dengan adanya bimbingan
belajar maka siswa dapat tertolong sehingga dapat berbuat lebih baik.
Minat
adalah suatu rasa lebih suka dan tertarik kepada suatu kegiatan pekerjaan.
Minat juga merupakan ungkapan hati yang jujur mengakui bahwa bidang yang
dihadapi itu tertarik untuk ditekuni. Belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungan.
Untuk
itu guru PAK dalam memberikan bimbingan belajar harus dengan penuh kasih, sabar
serta rela mengorbankan waktunya demi tercapainya tujuan yang hendak dicapai
dari bimbingan belajar yaitu adanya minat belajar yang dimiliki siswa. Karena
siswa tidak terlepas dari berbagai masalah yang dihadapinya dengan demikian
bimbingan belajar yang dilakukan guru PAK merupakan unsure yang dapat
mempengaruhi siswa dalam belajar. Sehingga dari pemahaman tersebut dapat
disimpulkan bahwa siswa dapat lebih tekun dan serius dalam belajar adalah
melalui bimbingan belajar yang diberikan guru PAK
C.
Hipotesa
Penelitian
Menurut Arikunto (2010:64) “hipotesa penelitia
jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui
data yang terkumpul”. Maka hipotesa penelitian adalah suatu jawaban sementara
atau dugaan yang masih perlu diuji kebenarannya.
Yang
menjadi hipotesa dalam penelitian ini “ terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai
pembimbing Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IX SMP N 1 Lintongnihuta Tahun
Pelajaran 2013/2014.
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Lokasi
dan waktu penelitian
Sesuai
dengan judul penelitian ini, yakni pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing terhadap
minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong nihuta. Maka penelitian
dilakukan di SMP Negeri 1 Lintong nihuta yang terletak di Lintong nihuta
kecamatan Lintong nihuta, kabupaten Humbang
hasundutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013. Adapun
alasan penulis memilih lokasi ini karena penulis melihat adanya masalah dengan
minat belajar siswa.
B.
Populasi
dan Sampel
1.
Populasi
Menurut Arikunto (2010:108) : “ populasi
adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua
elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan
penelitian populasi ”.
Dengan
demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX
SMP Negeri 1 Lintong nihuta ajaran 2013/2014 yang Bergama Kristen. Untuk lebih
jelas lihat pada tabel berikut:
|
37
|
Tabel
3.1.
Populasi Siswa Kelas IXI SMP Negeri 1 Lintong Nihuta
Tahun
Pelajaran 2012/2013
No
|
Kelas
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
Siswa
|
1
|
IX-1
|
13
|
23
|
36
|
2
|
IX-2
|
24
|
16
|
40
|
3
|
IX-3
|
23
|
17
|
40
|
4
|
IX-4
|
22
|
17
|
39
|
5
|
IX-5
|
24
|
16
|
40
|
6
|
IX-6
|
24
|
16
|
40
|
7
|
IX-7
|
23
|
17
|
40
|
Jumlah
|
275
|
|||
Sumber data : Tata usaha SMP N1Lintong nihuta
2. Sampel
Sampel
merupakan sebagian dari populasi yang dapat mewakili penelitian yang akan
dilakukan. Dalam menetapkan sampel penulis berpedoman kepada pendapat Arikunto (2010:112) yang mengatakan:
“apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi dan
selanjutnya jika jumlahnya lebih dari 100 orang maka dapat diambil antara
10-15% atau 20-25% atau lebih”.
Setelah
melihat jumlah siswa kelas IX SMP N 1 Lintong Nihuta yang beragama Kristen
seluruhnya berjumlah 275 orang, maka penulis menetapkan sampelnya 15% dari
populasi masing-masing kelas sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 3.2.
Perhitungan Penetapan Sampel Penelitian
No
|
Kelas
|
Populasi
(x 15%)
|
Sampel
|
1
|
IX-1
|
15%
x36 = 5.4
|
5
|
2
|
IX-2
|
15%
x 40 = 6
|
6
|
3
|
IX-3
|
15%
x 40= 6
|
6
|
4
|
IX-4
|
15%
x 39= 5.85
|
6
|
5
|
IX-5
|
15%
x 40 = 6
|
6
|
6
|
IX-6
|
15%
x 40 = 6
|
6
|
7
|
IX-7
|
15%
x 40 =6
|
6
|
Jumlah
|
15%
x 275= 41.25
|
41
|
|
C.
Definisi
Operasional
Dalam
penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
1.
Minat belajar variabel
terikat (Y)
2.
Variabel bebas (X)
yaitu Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pembimbing
D. Instrument Penelitian
1. Jenis Instrumen
Jenis
instrument penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
menggunakan angket tertutup yang terdiri
dari 30 pertanyaan untuk variabel X dan untuk variable Y terdiri dari 30 pertayaan
siswa kelas IX SMP N 1 Lintong Nihuta yang menjadi sampel penelitian. Yang
disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan kisi-kisi angket dengan bentuk
pilihan berganda yang terdiri dari empat option a,b,c, dan d.
2. Kisi-kisiAngket
Instrument
penelitian disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh pendapat ahli. Untuk variebel X Menurut Djamarah, Syaiful Bahri (2010) dan Sidjabat,B.S.(2009) . Dan
untuk variabel Y menurut Slameto ( 2003:57
).
Tabel
Kisi-kisi Angket
No.
|
Variabel
|
Indikator
|
No. Item
|
Jumlah
|
1
|
Bimbingan
belajar Guru PAK ( X )
|
- memperhatikan
|
1,2,3,4,5
|
5
|
-
menuntun
|
6,7
|
2
|
||
-
mengasuh
|
8,9
|
2
|
||
-
mendampingi
|
10,11,12
|
4
|
||
-
mendorong
|
13,14,15
|
2
|
||
2
|
Minat Belajar siswa
( Y )
|
-
rasa senang
|
16,17,18
|
3
|
- perhatian
|
19,20
|
2
|
||
-
keinginan/kemauan
|
21,22,23
|
3
|
||
-
kerajinan
|
24,25
|
2
|
||
-
motivasi
|
26,27
|
2
|
||
-
ketertarikan
|
28,29,30
|
3
|
||
Jumlah
|
30
|
|||
3. SkalaNilai
Seluruh
item angket berjumlah 30 butir yang terdiri dari 4 option: a,b,c.dan d. dengan
ketentuan skor/bobot untuk semua pernyataan pada angket. Penelitian sama yaitu pertanyaan positif.
Sebagaimana terdapat Arikunto (2002:141)
sebagai berikut:
1. Opsi
a (Selalu) diberi bobot 4
2. Opsi
b (Sering) diberi bobot 3
3. Opsi
c (Kadang-kadang) diberi bobot 2
4. Opsi
d (Tidak pernah) diberi bobot 1
4.
Uji
Coba instrumen
1)
Uji
Vadilitas Angket
Sebelum
angket diberikan kepada subjek penelitian dahulu diadakan uji coba kepada 30
orang diluar responden yaitu siswa SMP Negeri 1 Lintong Nihuta. Arikunto (2010:213) yaitu maka untuk
mengetahui kevaliditas test, digunakan rumus Korelasi Product Moment sebagai
berikut:
Dimana:
N =
Jumlah Responden
∑ X = Jumlah Skor Variabel X
∑Y =
Jumlah Skor Variabel Y
∑XY =
Jumlah skor perkalian X dan Y
rxy =
Koefisien korelasi antara X dan Y
Dari uji
validitas diperoleh nilai rxy untuk item 1 sampai dengan item 30
adalah antara 0,502 sampai dengan 0,771 dan
jika dibandingkan dengan nilai rtabel(a=5%,n=10) yaitu 0,632 maka diperoleh rhitung > rtabel
maka angket valid dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. (Lampiran
IV, Hal. 80).
2)
Uji
Reliabilitas Instrumen
Arikunto (2006:178) mengatakan
bahwa: “Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu instrument
dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data instrument tersebut
sudah baik”.
Uji
reliabilitas instrument merupakan alat pengumpul data yang percaya dan
menunjukkan kepada tingkat keterandalan sesuatu. Sebelum uji reliabilitas
angket dilakukan, perlu dicari terlebih dahulu varians setiap butir dengan
menggunakan rumus yang dikemukakan
Arikunto (2006:184)
Keterangan :
X
: Jumlah skor rata-rata
N : Jumlah responden
Untuk mencari reliabilitas instrument
digunakan rumus formula alpha cronbach oleh Arikunto (2002:171) yaitu:
Keterangan :
r11 : Reliabilitas instrumen
k : Banyaknya butir pertanyaan
Kemudian untuk
mengetahui tinggi rendahnya reliabilitas instrumen tersebut, harga r11
dikonsultasikan dengan cara mengartikan indeks korelasi hitung dengan
interpretasi sederhana sebagai mana yang dikatakan Arikunto (2002: 245) yaitu:
0,800-1,00 = tinggi
0,600-0,800 = cukup
0,400-0,600 = agak rendah
0,200-0,400 = rendah
0,000-0,200 = sangat rendah
Dari hasil uji reliabilitas angket diperoleh nilai r11
= 0,937 dan nilai ini berada pada interpretasi sangat tinggi yaitu antara
0,800-1,00 dengan demikian angket reliabel dan dapat digunakan sebagai
instrumen penelitian. (Lampiran V, Hal. 86).
E.
Teknik
Pengumpulan Data
Pengumpulan
data yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah:
1. Sebelum
angket dibagikan kepada responden terlebih dahulu peneliti memberikan
penjelasan tentang maksud dan tujuan peneliti serta memberi pengarahan tentang
cara pengisian angket.
2. Memberikan
angket untuk diisi oleh responden.
3. Setelah
angket dibagikan kepada responden diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan
yang tersedia.
4. Kemudian
angket dikumpulkan saat itu juga oleh peneliti
F.
Teknik
Analisa Data
Untuk menganalisa data hasil penelitian maka penulis
membuat langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Mendistribusikan
jawaban responden tentang guru pendidikan agama kristen sebagai pembimbing
(variabel X) berdasarkan alternatif pilihan jawaban untuk setiap item
2.
Mendistribusikan
jawaban responden tentang minat belajar siswa (variabel Y) berdasarkan bobot
pilihan jawaban untuk setiap item
3.
Mentabulasikan
minat belajar siswa kelas IX untuk semester I Tahun Pembelajaran 2013/2014
4.
Menguji
persyaratan analisis dengan langkah sebagai berikut:
a.
Uji
Hubungan yang Positif
Untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara variabel X dan Y, maka
digunakan rumus Korelasi Product Moment Person dengan nilai simpangan yang
dikemukakan oleh Arikunto (2010:213)
sebagai berikut:
rxy=
Keterangan:
y
= Y –Y
∑xy
= jumlah hasil dari x dan y
b.
Uji Hubungan yang Signifikan (uji t)
Untuk mengetahui uji hubungan yang signifikan maka
digunakan rumus yang dikemukakan Sugiyono
(2010:184) sebagai berikut:
t
=
keterangan:
t
= taraf nyata
r
= koefisien korelasi
n
= jumlah responden
5.
Analisis
Regresi
a.
Menguji
persamaan regresi Y dan X
Untuk
mengetahui konstanta regresi (a) dan koefisien arah (b) digunakan rumus yang di
kemukakan Sudjana (2002:315) sebagai
berikut :
dimana
:
b.
Uji Koefisien
Determinasi (r2)
Menurut
Sugiyono (2010:185) mengemukakan:
“analisis korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi,
dengan cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan.”
Dari
pendapat tersebut maka koefisien determinasi (r2) dapat dihitung
dengan rumus:
r2 = (rxy)2
Selanjutnya
menurut Sugiyono (2010:185):
“dari uji koefisien determinasi dapat
dihitung besarnya persentase pengaruh X dan Y diketahui dengan mengalikan nilai
r2 dengan 100%
(r2x100%).”
c. Uji
hipotesa
Menurut
Sudjana (2002:328): “hasi bagi F =
ternyata berdistribusi F dengan dk pembilang
satu dengan dk penyebut (n-2).
Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesa
bimbingan belajar guru
pendidkan agama Kristen terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1
Lintong Nihuta Pembelajaran (2013/2014).
antara bimbingan
belajar guru pendidkan agama Kristen terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP
Negeri 1 Lintong Nihuta Pembelajaran (2013/2014).
Untuk
mengetahui nilaiFhitung mengunakan
rumus yang dikemukakan oleh Sudjana
(2002:327) yaitu Analisis Varians Untuk Regresi Linier Sederhana yaitu: