Senin, 02 Juni 2014

Pengaruh Media Pembelajaran PAK terhadap Peningkatan Minat Belajar siswa


 creation by: Yuni Ginting
BAB I
PENDAHULUAN
A.            Latar Belakang Masalah
           Pendidikan adalah merupakan suatu usaha manusia dengan sengaja dan secara teratur serta terencana dalam rangka mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih dewasa. Proses pendidikan telah dialami manusia sejak berada di dalam kandungan. Selanjutnya seorang bayi yang baru lahir tidak akan tahu makan dan minum kalau tidak di berikan pendidikan.
           Minat sangat mempengaruhi proses belajar siswa, sebab dengan adanya minat akan mendukung mereka untuk melibatkan diri dalam mencapai prestasi hasil belajar yang baik, dan sebaliknya tanpa adanya minat  belajar siswa tentu akan memperoleh prestasi yang buruk. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap semangat belajar, karena apabila bahan pelajaran yang akan di pelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka akan berkuranglah semangatnya untuk belajar. Jika semangat belajar kurang maka siswa tidak akan mempunyai kepuasan dalam belajarnya. Sehubungan dengan minat dan prestasi belajar, Sumardi Suryabrata (1989:10-11) mengatakan “kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu tidak dapat di harapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut, sebaliknya kalau seseorang mempelajari sesuatu dengan penuh minat maka dapat di harapkan maka hasilnya akan lebih baik”.


Demikian juga dalam keluarga bahwa orangtua sangat di harapkan juga sebagai motivator anak untuk lebih serius terhadap pelajaranya, hal itu bertujuan supaya anak mandiri akan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dengan demikian anak akan mempunyai sikap yang terarah terhadap pencapaian hasil belajar yang baik sebagaimana di harapkan, dan mempunyai sikap tingkah laku yang baik, yang sesuai dengan yang di harapkan Allah.
           Seorang Guru Agama Kristen harus mepunyai disiplin ilmu pendidikan, karena disamping ia bertugas menyampaikan bahan pelajaran, juga berupaya agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan juga dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
      Sehubungan dengan uraian diatas, maka sebagai aplikasi Pendidikan Agama Kristen di ajarkan di sekolah dasar baik swasta maupun pemerintah, kiranya dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mencapai sasaran atau tujuan ahir dari pengajaran bidang studi sebagaimana yang di gariskan di dalam GBPP kurikulum sekolah dasar  1993/1994 S.Hasugian (1994:3) mengatakan bahwa pendidikan Agama Kristen bertujuan : “agar siswa memahami dan menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid Tuhan Yesus Kristus sekaligus memperdalam tentang pokok-pokok ajaran Kristen, serta penerapanya dalam konteks kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga dan masyarakat”.
               Dari uraian terdahulu dapat di katakan bahwa pada prinsipnya Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk menolong dan membimbing tiap-tiap pribadi manusia agar menjadi sadar akan pernyataan Allah serta mau mencari Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya.
            Untuk tercapainya minat belajar siswa pada  pelajaran maka perlulah didukung dari banyak faktor pendukung siswa untuk belajar. Salah satu faktor tersebut adalah yang berasal dari luar diri siswa yakni peran guru sebagai tenaga pengajar. Guru juga harus membantu peserta didik untuk ikut serta membantu peserta didik untuk mau terlibat dalam proses pembelajaran. Salah satu hal yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaan adalah dengan mempergunakan media. Dengan menggunakan media pembelajaran PAK diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan  kondisi belajar yang awalnya tidak efektif menjadi lebih efektif dan bervariatif, serta tercapainya komunikasi yang aktif dalam pemebelajaran.
            Dari penomena yang terjadi ini perlulah untuk membahas dan meneliti Pengaruh Media Pembelajaran PAK terhadap Peningkatan Minat Belajar siswa
     



B.       Rumusan Masalah
Perumusan Masalah adalah hal penting dalam melakukan penelitian, karena dengan adanya perumusan masalah yang diteliti akan menjadi jelas dan tidak menyimpang dari tujuan yang ditentukan.
Dalam penulisan ini akan diuraikan yang menjadi perumusan masalah yakni:
a.      Sejauhmanakah  pengaruh penggunaan media pembelajaran PAK terhadap peningkatan minat belajar siswa
b.      Apakah yang dimaksud dengan media pembelajaran dengan minat belajar
c.        
C.       Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media buku terhadap peningkatan minat belajar.
2.    Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar  terhadap peningkatan minat belajar.
3.    Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media foto terhadap peningkatan minat belaja






BAB II
PEMBAHASAN
A.                 Landasan Teoritis
1.         Media Pembelajaran Pak
1.1    Pengertian Media Pembelajaran Pak
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemamfaatan hasil teknologi dalam proses belajar.
            Dengan perkembangan teknologi itu guru dituntut untuk mampu menggunakan dan mengaktualisasi media pembelajaran sebagai sumber belajar. Penggunaan media pembelajaran dapat mewakili guru dalam menyampaikan imformasi kepada siswa dan siswa lebih mudah dalam menyerap imformasi / materi yang disampaikan tersebut. Agar lebih memahami arti tentang media pembelajaran, penulis mencoba menguraikan tentang media pembelajaran yang dikutip dari pendapat para ahli.
            Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu “Medius” yang secara harafiah berarti “tengah”, “perantara”, atau pengantar”. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan imformasi dari sumber kepada penerima imformasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.
           
            Gagne dalam Arif Sadiman (2008:6) mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pendapat ini juga didukung oleh Briggs dalam Arif Sadiman (2008:6) yang berpendapat “Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang untuk belajar, misalnya: buku, film, kaset, bingkai dan lain-lain.
Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Wina Sanjaya (2009:163):
“ Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat manusia mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap”. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah nerupakan media. Secara lebih khusus, media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, elektonis, yang menagkap, memproses, dan menyususn kembali imformasi visual atau verbal.

Demikian juga Blake dan Haralson (1997:2) media adalah medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan, dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
Rossi dan Breidle dalam buku Arif Sadiman (2008:6) mengemukakan
Bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, majalah, koran, televisi, buku dan lain-lain. Menurut Rossi alat-alat semacam radio atau televisi kalau digunakan dan diprogramkan untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran.
                       
            Dalam hal ini media pembelajaran adalah segala alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan isi pelajaran dalam proses belajar mengajar.         
            Sebagaimana yang dikemukakan oleh Gagne dan Briggs dalam Azhar Arsyad (2009:4) menyatakan bahwa:
Media pembelajaran meliputi alat secara fisik yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang terdiri dari tape recorder, kaset, video, kamera, viedo recorder, film slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
   Dari pendapat para ahli tersebut, penulis menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah semua bentuk, bahan dan alat fisik baik berupa media cetak maupun media elektronik yang digunakan dalam kegiatan atau proses pembelajaran dalam menyampaikan imformasi / pesan sehingga imformasi atau pesan yang disampaikan kepada penerima pesan. Dalam hal ini, imformasi atau pesan yang disampaikan tersebut bersumber ari guru atau tenaga pengajar, dan penerima pesan adalah peserta didik. Dengan menggunakan media pembelajaran maka komunikasi yang dilakukan oleh guru sebagai tenaga pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan berlangsung lebih aktif dan menyenangkan. Dengan penggunaan media pembelajaran maka diharapkan siswa dapat berhasil dalam proses belajar mengajar.
Dalam hal penggunaan media pembelajaran PAK perlu untuk terlebih dahulu memahami apa arti PAK. PAK merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan disekolah dan harus dipelajari, dipahami dan dikuasai oleh siswa serta mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari oleh tiap-tiap peserta didik.

PAK adalah pengajaran yang bersumber dari Firman Allah dan harus disampaikan bagi setiap manusia baik secara formal maupun non-formal.
Calvin dalam buku Robert R. Boehlke (2006:413) mengatakan bahwa:
“Pendidkan Agama Kristen adalah pemupukan akal orang-orang percaya dan anak-anak mereka dengan Firman Allah dibawah bimbingan Roh Kudus melalui sejumlah pengalaman belajar yang dilaksanakan gereja, sehingga dalam diri mereka dihasilkan pertumbuhan rohani yang berkesinambungan yang diejawantahkan semakin mendalam melalui pengabdian diri kepada Allah Bapa Tuhan Yesus Kristus berupa tidnakan-tindakan kasih terhadap sesama.

Selanjutnya Homrighausen dan IH Enklar (2005:26) mengemukakan:
“ Pendidikan  Agama Kristen adalah dengan menerima pendidikan itu, segala pelajar, muda, dan tua memasuki persekutuan imannya hidup dengan Tuhan Sendiri, dan oleh dan dalam Dia mereka terhisap pula pada persekutuan jemaatNya yang mengakui dan mempermuliakan namaNya disegala waktu dan tempat.

Dari pendapat para ahli diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan kontiniu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati Kasih Tuhan dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari – hari terhadap sesama dan lingkungan.
Media pembelajaran PAK adalah segala alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran PAK sangat membantu dalam menumbuhkan imajinasi dan merangsang rasa ingin tahu dalam diri pribadi peserta didik. Alat peraga atau media PAK tidak merugikan peserta didik( Wismoadi Wahono 2004:520). Penggunaan media pembelajaran PAK sudah ada sejak jaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam penggunaan Media Pembelajaran PAK Yesus sebagai guru agung mampu menarik minat dan perhatian para murid.
Dalam belajar Pendidikan Agama kristen disekolah ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran PAK yakni:
1.        Dasar Teologis dalam pembelajaran PAK
            Dalam pembelajaran PAK, baik dalam lingkungan keluarga, gereja dan lingkungan formal harus memiliki landasaran yang akan mengarahkan pembelajaran PAK. Landasan dasar teologis menjadi pondasi yang kuat dalam teori dan praktek Pendidikan Agama kristen. Dalam tulisan Luther menetakan ada empat yang menjadi dasar teologis yang dipakai dalam teori dan praktek PAK yakni:
a.       Keadaan berdosa dari setiap warga
Dengan Pendidikan Agama kristen maka setiap warga menyadari keberdosaannya, mengakui dengan hati yang tulus iklas Pendidikan perlu ada karna tabiat berdosa manusia yang telah menjadi lebih terbuka dengan bisikan iblis. Namun dengan Pendidikan Agama Kristen yang menanamkan dalam diri kaum muda bibit kepercayaan, mereka diperlengkapi untuk mengalahkan maksud maksud sijahat. Dengan percaya kepada perbuatan Allah melalui diri Yesus Kristus semua warga dikaruniakan dengan kekuatan untuk mengatasi akibat buruk yang berlangsung dalam diri setiap warga karena tabiat yang berdosa dan daya tarik iblis yang maksudnya menyesatkan.
b.      Pembenaran oleh iman
Orang benar akan hidup oleh iman ( Roma 1:17b) demikianlah tanggapan setiap warga yang telah dilepaskan dari dosa melalui Allah. Inilah yang menjadi dasar bagi setiap warga yang percaya dalam melayani tanpa memikirkan keselamatan pribadi. Ajaran dasariah ini menjadi motivasi untuk melaksanakan pendidikan dikalangan jemaat karena setiap warga gereja yang telah dimerdekakan dalam Kristus perlu belajar melayani sesamanya
c.       Imamat semua orang percaya
Tetapi kamulah imamat yang rajani ( 1 Petrus 2:9 ), dalam hal ini semua umat kristiani memiliki hak istimewa karena dibenarkan oleh iman. Dengan  PAK semua warga gereja diperlengkapi agar mampu memenuhi kesempatan dan kewajiban yang termasuk dalam tugas panggilan . dengan demikian warga gereja dididik oleh firman Allah
d.      Firman Allah
Dari sudut Firman Allah, dapat dibedakan tiga arti firman itu yaitu:
a.       Yesus secara pribadi dan ajaranNya dalam firman Allah
b.      Alkitab sebgai firman
c.       Firman sebagai amanat Allah yang dinyatakan kepada warga kristen.
            Selain dasar teologis yang disampaikan Luther ada beberapa dasar teologis yang dipaparkan dalam pelayanan PAK kepada semua warga jemaat yakni:
a.       Ulangan 6:4-9 “..............haruslah engkau mengajarkan berulang ulang kepada anak-anakmu, dimana saja, kapan saja, ketika engkau berbaring dan lain lain.
b.      Amsal 22:6 “ diditklah orang muda kepada jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya dia pun tidak akan menyimpang dari jalan itu.
c.       Efesus 6:4 ‘ didiklah mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
d.      2 timotius 3:16 “ kitab suci bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaharui kelakuan, mendidik dalam kebenaran
            Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam Pendidikan Agama Kristen, apa yang diajarkan kepada pelajar semuanya bersumber dari Alkitab yang menyatakan kebenaran Tuhan yang di berikan secara anugrah  bagi orang beriman yang percaya. Alkitab adalah firman Allah yang tertulis, dan sumber pengetahuan kita akan hidup dan pengetahuan Yesus menjadi dasar mutlak bagi semua kemajuan rohani dan menjadi ukuran dalam kepercayaan dan kelakuan Warga Kristen.

2.        Tujuan Pembelajaran PAK
            Berbicara dengan tujuan PAK. Dalam Efesus 4:11-16 dirumuskan sebagai berikut:
a.       Mendidik putra-putri sang gereja agar mereka dilibatkan dalam penelahan alkitab secara cerdas sebagaimana dibimbing oleh Roh Kudus.
b.      Diajar dalam ambil bagian dalam kebaktian serta mencari keesaan gereja.
c.       Diperlengkapi cara menjewatahkan pengabdian diri kepada Allah dalam kehidupan sehari hari.
            Tujuan PAK menurut Loyola adalah untuk melibatkan para warga muda khususnya dalam latihan rohani dan intelektual yang melibatkan kehidupan batiniah dan kognitif, untuk membimbing mereka dalam kebaktian  gereja sehingga rela mentaati setiap perintahNya.
Dengan demikian jelaslah bahwa tujuan PAK secara umum adalah:
1.      Memimpin murid selangkah demi selangkahkepada pengenalan yang sempurna mengenai peristiwa yang terdapat dalam alkitab dan pengajaran pengajaran yang diberikan.
2.      Membimbing murid dalam cara menggunakan kebenaran asasi alkitab untuk keselamatan hidupnya.
3.      Mendorong para murid untuk mempraktekkan dasar pengajaran Alkitab yang telah dipelajarinya

1.2  Jenis Jenis Media Pembelajaran 
Dengan berkembangnya jaman, penggunaan media pembelajaran berkembang mengikuti perkembangan tegnologi. Tegnologi yang paling tua yang dimanfaatkan  dalam proses belajar mengajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar frinsip mekanis.
Beberapa jenis teknologi yang berkembang dibagi menjadi empat kelompok yakni media hasil tegnologi cetak, media hasil tegnologi audio-visual, media hasil tegnologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan tegnologi cetak dan komputer.
     Dilihat dari sifatnya, media pembelajaran dapat dibagi menjadi:
a.     Media auditif
b.    Media visual/ media cetak
c.     Media audiovisual.
          Leshin, Pollok dan Reigenluth dalam buku Azhar Arshad mengemukakan ada lima jenis media yakni: media berbasis manusia, media cetak, media visual, media berbasis audia-visual dan media berbasis komputer
            Dari jenis jenis media tersebut media pembelajaran yang umum digunakan ditingkat sekolah dasar adalah media visual/ media cetak. Keberhasilan penggunaan media visual ditentukan oleh kualitas dan efektivitas dari bahan bahan visual dan grafik. Dalam penggunaan media visual harus memperhatikan prinsip kesederhanan, keterpaduan, penekanan dan kesinambungan.
            Agar media berbasis visual dapat digunakan dengan efektif, ada beberapa frinsif umum yang harus diperhatikan dalam penggunaan media visual yakni:
a.       Usahakan visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton bagan dan diagram.
b.      Menekankan impormasi atau sasaran  sehingga pemebelajaran terlaksana dengan baik.
c.       Pengorganisasian impormasi.
d.      Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.
e.       Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep.
f.        Hindari visual yang tidak beriimbang.
g.       Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual.
h.       Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca.
i.         Hindari penafsiran ganda dari media yang digunakan.
j.        Unsur pesan dari materi harus ditonjolkan untuk mempermudah pengolahan impormasi.
k.      Mempersiapkan keterangan gambar.
l.         Penggunaan warna yang realistik.
m.     Warna dan pemberian bayangan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen komponen
            Media pembelajaran tidak hanya dimanfaatkan dalam pelajaran pelajaran umum namun pelajaran dalam alkitab pun juga memanfaatkannya. Pengajaran media pembelajaran dalam alkitab sebenarnya bukan hal yang baru. Sejak jaman perjanjian lama para nabi telah menggunakan media pembelajaran meskipun masih sederhana, misalnya Yeremia 18:1-6 menyatakan pemulihan Allah bagi bangsa Israel melalui tukang periuk dalam Perjanjian Baru , Tuhan Yesus sebagai Guru Agung dalam setiap pengajarannya juga menggunakan media. Misalnya: Yesus menggunakan mata uang untuk mengajar tentang apa yang layak diberikan kepada Tuhan ( Matius 22:19-20): Yesus memakai seorang anak keciltentang sikap hati yang patuh (Matius 18:2);menggunakan pohon ara saat mengajarkan tentang iman ( Matius 21:19). Saat mengajar Yesus mencari dan menemukan berbagai cara dalam mengajar, serta dalam menghadapi berbagai situasi pendengaranNya dengan media atau alat, sehingga pengajaranNya lebih menarik dan dapat diterima dengan baik. Selain itu Tuhan Yesus juga mengajar dengan kuasaNya ( Matius 7:28-29).

 Berikut ini jenis jenis media pemeblajaran dalam kategori media visual yang seering dipergunakan dalam proses pembelajaran PAK:

1.      Buku /teks terprogram
               Teks terprogram atau yang umum dikenal dengan buku adalah salah satu jenis media yang banyak digunakan. Dalam buku teks terprogram imformasi disajikan dengan lebih terkendalidalam arti bahwa siswa harus memiliki akses untuk melihat dan membaca teks yang diinginkan selangkah demi selangkah. Siswa dapat menyampaikan respon jika telah menguasai imformasi yang disajikan.
               Beberapa kelebihan media teks adalah:
a.       Siswa dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing.
b.      Materi dapat terus diulang-ulang, dan siswa dapat mengikuti urutan secara logis.
c.       Perpaduan teks dan gambar akan menarik jika dipadukan , dan dapat mempelancar pemahaman siswa
d.      Siswa akan berpartisifasi dengan aktif karena harus memberikan respon terhadap apa yang dibaca dan dilihat.
e.       Biaya relatif ekonomis dan mudah ditemukan
Kelemahan media teks terprogram adalah:
a.       Sulit menampilkan gerak
b.      Proses percetakan relatif lama
c.       Tingkat perancangan yang sulit
d.      Lebih menekankan kemampuan kognitif dari pada apektif dan psikomotorik
e.       Mudah rusak dan hilang
            Salah satu media tek terprgram atau buku dalam Pelajaran Pendidikan agama Kristen adalah Alkitab. Alkitab menjadi sumber utama pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. dalam 2 Timotius3: 16 dikatakan” segala tulisan yang diilhamkan Tuhan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik dalam kebenaran. Dan  dalam Ulangan 6:4-9 ditegaskan “bahwa umat israel harus terus menerus mengulang dan mengajarkan apa yang diperintahkan Tuhan.
            Dengan demikian sebagai guru PAK harus memakai Alkitab sebagai sumber utama pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan haruslah diajarkan berulang ulang kepada setiap orang termasuk peseta didik.



2.      Gambar
            Gambar yang dimaksud disini termasuk foto, lukisan, gambar dan sketsa. Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah untuk memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada siswa.
            Jenis gambar juga bermacam macam. Ada gambar jadi, yakni gambar yang dapat kita peroleh  dari sumber yang ada misalnya gambar dari majalah, brosur, selebaran dan lain lain. Gambar tersebut kita dapat bentuk kedalam bentuk kliping gambar , sehingga sumber yang tersedia dapat menyampaikan impormasi atau isi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Gambar yang ditemukan difotocopi dan digabung kemudian dibuat label judul dengan huruf lekat Dan penggunaan gambar juga harus memperhatikan ijin dan hak cipta gambar.
            Jenis gambar yang kedua adalah gambar garis, kendatipun sederhana dapat menunjukkan aksi dan sikap dengan dampak yang baik. Gambar garis dapat dibuat langsung pada papan tulis, atau pada lembaran karton. Gambar garis dapat digunakan pada media flash cart ( kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan dan menuntun kepada sesuatu yang berhubunga dengan gambar.).
Manfaat media gambar yakni:
-  Kartu yang berisi gambar dapat digunakan untuk melatih siswa mengeja dan memperkaya kosakata.
-  Gambar tersebut menjadi petunjuk dan rangsangan bagi siswa untuk memberikan responyang diinginkan
-  Media gambar mudah ditemukan dan penggunaanya sederhana, serta tidak membutuhkan keahlian khusus
            Dalam pengajaranya Yesus menggunakan gambar yang ada pada uang koin tentang pembayaran pajak kepada kaisar ( band Lukas 20:20-26;Matius 22;15-22;Markus 12:12-17). Guru PAK dapat menggnakan gambar gereja yang banyak dimasuki orang kristen sebagai Tubuh Kristus, gambar gembala yang baik ( Mazmur23:1-6)

3.      Foto
            Foto sebagaimana  halnya bentuk visual lainnya dapat ditemukan berbagai sumber misalnya pada brosur, majalah, koran, buku dan lain. Dengan demikian foto dapat dengan mudah digunakan sebagai media pembelajaran. Sebagai media pembelajaran foto yang digunakan harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dengan demikian foto dapat memenuhi fungsinya untuk memotivasi dan menumbuhkan minat siswa , mengembangkan kemampuan siswa berbahasa, dan membantu siswa menafsirkan serta mengingat isi pelajaran yang berkenaan dengan foto foto tersebut.
            Foto dapat digunakan secara perorangan dan kelompok terutama pada saat kegiatan diskusi. Sujana dan Rivai (2009: 128) menguraikan beberapa pemilihan media foto yaitu:
a.         Foto mendukung pencapaian tujuan pembelajaran
b.         Kualitas artistik
c.         Kejelasan dan ukuran yang memadai
d.         Validitas dan menarik
e.         Foto benar benar melukiskan konsep dari isi pelajaran sehingga memperlancar tujuan pembelajaran
f.           Foto disesuaikan dengan usia siswa.
            Foto yang digunakan sebagai media pembelajaran harus artistik dalam arti foto foto mempertimbangkan faktor-faktor seperti:
-  Komposisi
-  Pewarnaan yang epektif
-  Teknik pengambilan dan pemrosesan yang baik
-  Ukuran yang cukup besar dan jelas untuk dihadapkan pada siswa.
-  Foto harus tajam dan kontras yang baik dan rincian yang memadai untuk menggambarkan kenyataan yang ditampilkan
            Dengan demikian perlu diperhatikan validitas foto yakni menggambarkan keadaan yang sebenarnya, selain itu foto foto yang digunakan harus dapat memikat perhatian siswa

1.3      Manfaat Media Pembelajaran PAK   
            Dengan menggunakan media pembelajaran, kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan  dan siswa akan lebih tertarik untuk belajar.
             Hamalik ( 1986:29) mengemukakan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar  dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, membawa pengaruh psikologis bagi perubahan perubahan siswa. Selain itu penggunaan media pembelajaran dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data yang menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan imformasi.

            Levie dan Lenz tmengemukakan empat fungsi media pembelajaran kususnya media visual yakni:
a.       fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran
b.      fungsi afektif yaitu fungsi yang dapat menggugah emosi dan sikap siswa
c.       Fugsi kognitif yakni: membantu siswa lebih memahami dan mengingat imformasi yang terkandung pada gambar
d.      Fungsi kompensatoris yakni dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi yang disampaikan\

            Secara umum media pembelajaran dapat berfungsi untuk memotivasi minat atau tindakan siswa dalam belajar, menyajikan imformsi dan memberikan instruksi pada siswa. Jadi secara umum penggunaan media pembelajaran dapat bermanfaat sebagai berikut:
a.       Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.
b.      Pembelajaran menjaadi lebih menarik
c.       Pembelajaran menjadi lebih interaktif
d.      Penggunaan waktu pembelajaran lebih efektif
e.       Kualitas hasil belajar akan lebih meningkat jika dikomunikasikan dengan baik
f.        Pembelajaran dapat diberikan kapan pun dan dimana pun
g.       Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari.

Sudjana dan Rivai ( 1992:2) mengemukakan media pembelajaran adalah:

·        Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa
·        Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya
·        Metode belajar akan lebih bervariasi
·        Siswa akan lebih aktif  tidak hanya mendengar tetapi mengamati, melakukan, mendemontrasiikan dll

            Dari uraian pendapat para ahli tersebut, dapatlah disimpulkan beberapa manfaat praktis penggunaan media pembelajarandalam proses belajar mengajar yakni:
1.      Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan imformsi.
2.      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan  perhatian siswasehingga dapat menimbulkan minat dan motivasi belajar
3.      Media pembelajaran dapat membatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4.      Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa

2.   Minat Belajar Siswa
2.1    Pengertian Minat Belajar
            Minat sangat mempengaruhi proses belajar mengajar, aktif pasifnya anak didik dalam proses belajar mengajar, salah satu faktornya tergantung pada ada tidaknya minat belajar si anak. Tanpa minat belajar maka aktifitas belajar mengajar kemungkinan dapat menjadi rendah atau sebaliknya.
            Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, salah satu keberhasilan belajar yang harus dimiliki seorang siswa adalah tidak terlepas dengan adanya minat anak yang sungguh-sungguh terhadap suatu pelajaran. Minat sangat besar dari penyataan senang atau tidaknya seseorang terhadap suatu objek tertentu. Selanjutnya Slameto (1991:182) mengatakan: ”Minat adalah suatu rasa yang lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar minatnya”.
               Dalam kutipan diatas dapat dikatakan bahwa minat dapat di ekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai sesuatu hal daripada hal lainya, dan dapat pula di manifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas, siswa yang memiliki minat terhadap suatu subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut.
               Dalam menekuni suatu pekerjaan atau kegiatan faktor minat adalah merupakan suatu hal penting. Minat yang dimiliki seseorang pada dasarnya turut menentukan berhasil tidaknya untuk melaksanakan suatu kegiatan. Demikian halnya dalam belajar seseorang siswa akan dapat menyelesaikan pendidikanya dengan baik juga karena di pengaruhi oleh minat yang di miliki terhadap pelajaran.
               Salah satu usaha untuk membimbing perhatian anak didik yaitu pemberian rangsangan yang menarik perhatisn siswa. Dengan adanya rangsangan maka minat seseorang terdorong untuk memperhatikan dan melakukan sesuatu hal. Demikian juga halnya dalam belajar bahwa minat merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan adanya minat untuk belajar maka dapat menimbulkan perhatian yang serius untuk mempelajarinya.
               Dari kutipan diatas bahwa perhatian terpusat hanya tertuju terhadap hal-hal yang diminati, yaitu pada suatu objek tertentu, misalnya jika seorang siswa sedang belajar maka perhatianya hanya tertuju terhadap pelajaranya. Jadi apabila seorang siswa tidak menarik perhatianya terhadap sesuatu, maka tidak dianggap penting baaginya dan akan mudah melupakanya. Jadi dalam kegiatan belajar seseorang hendaknya menggunakan perhatian dan terpusat pada pelajaranya. Sehingga pelajaran yang di terimanya dapat di pahami dengan baik. Siswa yang meminati suatu hal akan terikat perhatiannya dan tertarik untuk mengulangi apa yang ia minati. Dengan demikian untuk melaksanakan aktifitas belajarnya juga dapat di nikmati dan hasil prestasi yang dicapai akan memuaskan. Belajar dan minat sama-sama saling melengkapi atau mempunyai hubungan yang erat dan saling mendukung terhadap keperibadian seseorang.
Dewa Ketut Sukardi (1983:54) mengatakan :
            Bidang studi yang menarik minat seseorang akan dapat di pelajari dengan sebaik   baiknya, dan sebaliknya bidang studi yang tidak sesuai dengan minatnya tidak akan mempunyai daya tarik baginya. Maka dari itu dalam kegiatan belajar di harapkan adalah minat yang di dasari oleh bakat yang kemudian di kembangkan secara maksimal dan di tunjang oleh fasilitas yang di harapkan.

              Dari kutipan diatas, bahwa minat dan bakat secara bersama-sama akan       saling melengkapi untuk memperoleh kesempatan berhasil dengan baik. Jadi minat yang didasari oleh bakat, besar kemungkinan siswa akan memperoleh kesempatan untuk berhasil dengan baik, apabila di tunjang oleh fasilitas yang memadai sesuai dengan yang di harapkan.  Jadi siswa yang memiliki bakat hendaknya selalu di dasari oleh minat yang besar, sehingga dapat mempengaruhi hasil prestasi yang baik.
              Dapat juga di katakana bahawa semakin besar minat seseorang untuk belajar akan semakin besar pula kemungkinan untuk memperoleh prestasi yang baik. Sehubungan dengan minat belajar secara umum demikian juga minat belajar secara khusus pada Pendidikan Agama Kristen dapat di lihat menurut kesaksian Alkitab yang tertulis dalam Markus 12:37b, ”orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat”.
              Dari nats Alkitab diatas jelaslah bahwa ketika Yesus berkhotbah di dalam Bait Allah Dia menarik minat para pendengarnya sehingga banyak orang berkeinginan untuk mendengarkan khotbah Yesus dengan di sertai oleh perasaan senang dan gembira.
              Apabila kita lihat dari sudut Alkitab, maka dapat di peroleh bahwa perhatian minat yang di maksut dalam Markus 12:37b, hal itu mempunyai pengertian yang hampir bersamaan dengan pendapat yang di kemukakan para ahli pendidikan oleh Poedarminta (1987:650) dalam Kamus Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa: “minat adalah perhatian, kesukaan (kecenderungan hati) akan sesuatu”.
              Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar Pendidikan Agama Kristen adalah menyatakan adanya perhatian dan kesungguhan sekelompok orang mendengarkan sesuatu dimana sewaktu Yesus mengajar dibait Allah, Yesus menyampaikan sesuatu informasi yang membuat orang banyak merasa tertarik untuk mendengar khotbah yang disertai oleh perasaan senang dan   gembira.
              Seseorang tidak akan mampu meminati sesuatu hal hanya melalui perasaannya sendiri tetapi belum mampu menilai hal itu sebagaimana sesuatu  yang berharga atau baik belum tentu dapat memproleh hasil yang baik dengan sebaliknya apabila seseorang menilai sesuatu hal yang berharga bagi dirinya, maka dia juga menenunjukkan suatu sikap positif. Dan apabila hal itu suatu tugas atau pekerjaan yang  diberikan kepadanya maka sikap positif itu pula pada dirinya. Dengan demikian dapat terlihat bahwa minat itu adalah bukan berdiri sendiri dia didahului oleh keutuhan dan kemampuan yang ia miliki. Minat  sangat erat hubungannya dengan kebutuhan artinya jika sesuatu bidang tidak menyinggung atau mengena perasaan, bakat, kemampuan, ketrampilan dan situasi dirinya serta cita-cita dirinya, maka dirasakan sulit menimbulkan minat yang positif terhadap bidang itu.
              Dari defenisi diatas ternyata minat itu timbul apabila seseorang merasa tertarik atau merasa senang berkecimpung didalam. Ini berarti minat itu pada dasarnya berupa milik pribadi tetapi ada faktor-faktor luar yang mempengaruhinya. Faktor luar adalah faktor lingkungan, inilah selanjutnya yang menentukan berminat tidaknya seseorang dalam menekuni sesuatu bidang.
              Pemerintah, masyarakat dan para orang tua pada dasarnya telah berusaha memikirkan bagaimana cara membantu orang-orang muda demi kesejahtraan mereka. Akan tetapi masalahnya timbul kepada para sisiwa tersebut masih banyak yang tidak menekuni tugas dalam belajar, tidak jarang mereka cabut dari sekolah, kurang aktif dalam belajar, maka suka melawan guru dan rebut di dalam kelas. Seperti yang telah di kemukakan diatas, hal ini tentu ada kaitanya dengan soal minat belajar yang mereka miliki.



2.2    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
              Dalam kegiatan belajar, banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Ada faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri dan ada yang berasal dari luar dirinya. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan tinggi rendahnya minat belajar, dan adapun faktor-faktor itu antara lain;
1.      Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak
            Dalam hal ini Winkel (1984:24) menggolongkan komponen yang mempengaruhi minat belajar anak didik sebagai berikut :
1. Taraf intelegensi, keampuan belajar yang diartikan dengan dua cara yakni intelegensi dalam arti luas, merupakan kemampuan untuk mencapai prestasi-prestasi yang di dalamnya berfikir main perasaan. Intelegensi dalam arti sempit merupakan kemampuan akademik yang di dalamnya berfikir bermain perasaan.
2. Motifasai belajar yakni keselamatan daya penggerak di dalam diri siswa.
3. Perasaan sakit
4. Keadaan psikis menunjukkan pada tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat alat indra dan lain sebagainya.
            Dari pendapat tersebut diatas maka dapat di simpulkan bahwa ada empat  unsur yang mempengaruhi minat belajar siswa yakni: 1) Inteligensi, 2) Motivasi belajar, 3) Perasaan sikap, 4) Keadaan Psikis dan Pisik



2.    Faktor-Faktor yang Berasal dari luar Diri Anak.
a. Orangtua                                                                               
Karena manusia pertama sekali tergantung kepada orang lain, maka penting sekali peranan orangtua terhadap perkembangan kepribadian si anak. Anak yang kurang mendapat perhatian dari orangtuanya kebanyakan tidak semangat dan daya tangkap kurang baik karena itu perlu pembinaan orang tua agar perkembangan anak tidak lambat. Berdasarkan uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa orangtua mempunyai peranan penting bagi pendidikan anak-anaknya, karena itu dapat mempengaruhi minat belajar. Oleh sebab itu orangtua harus menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang menyenangkan dan bisa menumbuhkan atau membina minat belajar anak-anaknya. Karena jika rumah tangga tidak menyenangkan bagi anak-anak maka perkembangan pendidikan anak pun tidak dapat berlangsung dengan baik, malah keadaan rumah tangga yang berantakan dapat mematahkan minat belajar anak.
b. Lingkungan
Yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini adalah lingkungan sekolah atau tempat tinggal. Baik buruknya lingkungan adalah mempengaruhi minat belajar anak didik. Jika lingkungan baik maka minat belajar anak didik cenderung akan lebih baik dan lebih giat jika di bandingkan dengan lingkungan yang buruk. Lingkungan yang kurang baik dapat menurunkan minat belajar anak didik. Misalnya, suasana di lingkungan sekolah terlalu bising dengan keramaian lalulintas atau pusat pasar akan mempengaruhi minat belajar anak didik untuk itu perlu di hindari suasana bising, kotor, bau, pengap, keributan dan lain-lain.
c. Faktor Ekonomi/fasilitas
Dalam kegiatan belajar mengajar, faktor ekonomi dan fasilitas adalah sangat mempengaruhi minat belajar anak didik, karena dengan tersedianya fasilitas ekonomi, yang lengkap maka minat belajar anak didiknya akan semakin baik. Dalam hal ini faktor ekonomi, maksudnya adalah uang sekolah, buku paket untuk belajar, sedangkan fasilitas adalah seperti peralatan sekolah, perpustakaan dan lain-lain.

d. Guru
Sebagai tenaga pengajar yang menyampaikan atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa mempunyai pengaruh terhadap minat belajar siswa. Ada beberapa faktor dari guru yang mempengaruhi minat belajar siswa, yaitu; 1) Sikap dan Cara Mengajar Guru, 2) Kemampuann Guru, 3) Motifasi

2.3    Cara-cara yang Dilakukan Untuk Membangkitkan Minat Belajar
Menurut Sanjaya (2008:30) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa diantaranya:
1.      Hubungan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa, minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahan materi pelajaran itu berguna untuk kehidupannya.
2.      Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa akan tidak diminati oleh siswa karena materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan dapat di ikuti dengan baik dan dapat menimbulkan siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal. Dan kegagalan itu akan dapat membunuh siswa untuk belajar.
3.      Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi.

Sehubungan dengan itu Nasution (2004:82) mengemukakan pelajaran berjalan lancar bila ada minat. Anak-anak akan malas, tidak belajar, gagal karena tidak adanya minat. Minat antara lain di bangkitkan dengan cara sebagai berikut:
a.       Membangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan)
b.      Hubungkan dengan pengalaman lampau
c.       Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil baik
d.      Gunakan berbagai bentuk mengajar.

Effendi  dalam http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2minat.pdf mengemukakan  “minat dapat ditimbulkan dengan cara:
a) Membangkitkan suatu kebutuhan.
b) Menghubungkan dengan pengalaman yang lampau.
c) Memberikan kesempatan untuk mendapat hasil yang lebih baik.”

Dari pendapat di atas ada alasan bahwa ada beberapa cara yang yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa salah satunya adalah dengan menghubungkan pengalaman dengan masa lampau.

2.4         Komponen-komponen Minat Belajar
Sardiman (2006:76) mengemukakanMinat merupakan kecenderungan seseorang kepada seseorang (biasanya disertai rasa senang), karena ia merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Jadi jelas bahwa minat akan selalu berkaitan dengan soal kebutuhan atau keinginan. Adapun yang menjadi komponen-komponen minat belajar adalah:
a.       Kemauan dan keinginan
Poerwadarminta  ( 1986:332) mengemukakan keinginan adalah adanya hasrat untuk mengetahui dan mengerti sesuatu apabila apa bila siswa memiliki minat. Keinginan adalah hasrat yang aktif yang menyuruh kita agar cepat bertindak. Jadi kecenderungan itu adalah suatu sikap condong untuk melakukan perhatian yang aktif kepada suatu objek dengan keinginan dan kemauan yang berasal dari dalam diri siswa tersebut maka sikap siswa akan nampak kearah mana kesukaan hatinya. Apabila di implikasikan dalam belajar, aspek  ini merupakan sikap yang ditimbulkan oleh karena adanya minat terhadap suatu pelajaran. Sehingga dengan adanya minat terhadap pelajaran PAK maka  siswa nampak lebih cenderung mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Kristen
b.      Motivasi
Sardiman (2005:75) mengemukakan motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi kondisi tertentu, sehingga ia mau dan ingin melakukan sesuatu dan berusaha untuk meniadakan dan mengelakkan hal yang tidak disukai. Demikian halnya dengan belajar PAK, seorang guru PAK harus mampu memberikan motivasi kepada siswanya untuk mau belajar Pendidikan agama kristen



c.       Perhatian
Menurut Slameto (2003:56) “keapektifan jiwa objek  terhadap objek atau sekumpulan, maka untuk menjamin hasil belajar yang baik harus mempunyai perhatian terhadap apa yang dipelajari. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak suka lagi belajar. Jadi perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran PAK timbul karena ia berminat terhadap pelajaran PAK tersebut.
Dari penjelasan di atas menyatakan bahwa komponen-komponen minat sebagai dorongan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya, dan jika minat itu terpenuhi maka seseorang akan mendapatkan kepuasan karena tujuannya telah rercapai dalam belajar.





BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Bahwa didalam pembahasan ini maka kita dapat menarik kesimpulan yaitu dimana pendidikan adalah merupakan suatu usaha manusia dengan sengaja dan secara teratur serta terencana dalam rangka mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih dewasa. Proses pendidikan telah dialami manusia sejak berada di dalam kandungan. Dengan perkembangan teknologi itu guru dituntut untuk mampu menggunakan dan mengaktualisasi media pembelajaran sebagai sumber belajar. Penggunaan media pembelajaran dapat mewakili guru dalam menyampaikan imformasi kepada siswa dan siswa lebih mudah dalam menyerap imformasi / materi yang disampaikan tersebut. Agar lebih memahami arti tentang media pembelajaran. Dalam hal ini, imformasi atau pesan yang disampaikan tersebut bersumber dari pengajar, dan penerima pesan adalah peserta didik. Dengan arti guru atau tenaga menggunakan media pembelajaran maka komunikasi yang dilakukan oleh guru sebagai tenaga pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan berlangsung lebih aktif dan menyenangkan. Dengan penggunaan media pembelajaran maka diharapkan siswa dapat berhasil dalam proses belajar mengajar.


B.       Saran
            Dengan adanya saran ini, maka saran ini dapat kita tujukan kepada Guru, orang tua. Dimana sarannya yaitu: Seorang Guru Agama Kristen harus mepunyai disiplin ilmu pendidikan, karena disamping ia bertugas menyampaikan bahan pelajaran, juga berupaya agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan juga dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Dan bagi orang Tua sangat di harapkan juga sebagai motivator anak untuk lebih serius terhadap pelajaranya, hal itu bertujuan supaya anak mandiri akan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dengan demikian anak akan mempunyai sikap yang terarah terhadap pencapaian hasil belajar yang baik sebagaimana di harapkan, dan mempunyai sikap tingkah laku yang baik, yang sesuai dengan yang di harapkan Allah.
 

Minggu, 09 Juni 2013

CARA BAIK DALAM BERPACARAN "KRISTEN"



Cara yang Baik Dalam Berpacaran Dalam  Kekristenan

Inti dari pacaran adalah mencari pasangan hidup yang tidak akan disesali selama ia hidup, serta dapat memuliakan Tuhan dalam pernikahannya. 


Apabila kita sudah mengerti dan sudah dapat menghidupi firman ini, maka kita lihat apa saja yang perlu dalam berpacaran.
Orang kolot mengatakan,
tidak boleh pegang tangan
tidak boleh berpelukan
tidak boleh ciuman
Tetapi saya sebagai remaja mengatakan,
Peganglah tanggannya saat ia sedang lemah agar menjadi kuat
Peluklah ia saat merasakan kehampaan agar merasakan kehangatan akan perhatian
Kecuplah keningnya saat ia memerlukan penghargaan
Ciumlah bibirnya sebagai janji melangsungkan kehidupan pernikahan selamanya bersamanya..