creation by: Yuni Ginting
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pendidikan adalah merupakan suatu
usaha manusia dengan sengaja dan secara teratur serta terencana dalam rangka
mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih dewasa. Proses pendidikan
telah dialami manusia sejak berada di dalam kandungan. Selanjutnya seorang bayi
yang baru lahir tidak akan tahu makan dan minum kalau tidak di berikan
pendidikan.
Minat sangat mempengaruhi proses
belajar siswa, sebab dengan adanya
minat akan mendukung mereka untuk melibatkan diri dalam mencapai
prestasi hasil belajar yang baik, dan sebaliknya tanpa adanya minat belajar siswa tentu akan memperoleh prestasi
yang buruk. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap semangat
belajar, karena apabila bahan pelajaran yang akan di pelajari tidak sesuai
dengan minat siswa, maka akan berkuranglah semangatnya untuk belajar. Jika
semangat belajar kurang maka siswa tidak akan mempunyai kepuasan dalam
belajarnya. Sehubungan dengan minat dan prestasi belajar, Sumardi Suryabrata
(1989:10-11) mengatakan “kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari
sesuatu tidak dapat di harapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam
mempelajari hal tersebut, sebaliknya kalau seseorang mempelajari sesuatu dengan
penuh minat maka dapat di harapkan maka hasilnya akan lebih baik”.
Demikian
juga dalam keluarga bahwa orangtua sangat di harapkan juga sebagai motivator
anak untuk lebih serius terhadap pelajaranya, hal itu bertujuan supaya anak
mandiri akan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dengan demikian anak akan
mempunyai sikap yang terarah terhadap pencapaian hasil belajar yang baik
sebagaimana di harapkan, dan mempunyai sikap tingkah laku yang baik, yang
sesuai dengan yang di harapkan Allah.
Seorang Guru Agama Kristen harus mepunyai disiplin ilmu pendidikan,
karena disamping ia bertugas menyampaikan bahan pelajaran, juga berupaya agar
proses belajar mengajar yang dilaksanakan juga dapat tercapai sesuai dengan
tujuan yang di harapkan.
Sehubungan dengan uraian diatas, maka sebagai
aplikasi Pendidikan Agama Kristen di ajarkan di sekolah dasar baik swasta
maupun pemerintah, kiranya dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat
mencapai sasaran atau tujuan ahir dari pengajaran bidang studi sebagaimana yang
di gariskan di dalam GBPP kurikulum sekolah dasar 1993/1994 S.Hasugian (1994:3) mengatakan
bahwa pendidikan Agama Kristen bertujuan : “agar siswa memahami dan menyadari
tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid Tuhan Yesus Kristus sekaligus
memperdalam tentang pokok-pokok ajaran Kristen, serta penerapanya dalam konteks
kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga dan
masyarakat”.
Dari
uraian terdahulu dapat di katakan bahwa pada prinsipnya Pendidikan Agama
Kristen bertujuan untuk menolong dan membimbing tiap-tiap pribadi manusia agar
menjadi sadar akan pernyataan Allah serta mau mencari Tuhan Yesus Kristus dalam
hidupnya.
Untuk
tercapainya minat belajar siswa pada
pelajaran maka
perlulah didukung dari banyak faktor pendukung siswa untuk belajar. Salah satu
faktor tersebut adalah yang berasal dari luar diri siswa yakni peran guru
sebagai tenaga pengajar. Guru juga harus membantu peserta didik untuk ikut
serta membantu peserta didik untuk mau terlibat dalam proses pembelajaran.
Salah satu hal yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaan adalah dengan
mempergunakan media. Dengan menggunakan media pembelajaran PAK diharapkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa, dan
kondisi belajar yang awalnya tidak efektif menjadi lebih efektif dan
bervariatif, serta tercapainya komunikasi yang aktif dalam pemebelajaran.
Dari
penomena yang terjadi ini perlulah untuk membahas dan meneliti Pengaruh
Media Pembelajaran PAK terhadap Peningkatan Minat Belajar siswa
B.
Rumusan Masalah
Perumusan Masalah adalah hal penting dalam melakukan penelitian,
karena dengan adanya perumusan masalah yang diteliti akan menjadi jelas dan
tidak menyimpang dari tujuan yang ditentukan.
Dalam penulisan ini akan diuraikan yang
menjadi perumusan masalah yakni:
a.
Sejauhmanakah
pengaruh penggunaan media
pembelajaran PAK terhadap peningkatan
minat belajar siswa
b.
Apakah yang dimaksud dengan media
pembelajaran dengan minat belajar
c.
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini antara
lain sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui pengaruh penggunaan media buku terhadap peningkatan minat belajar.
2.
Untuk
mengetahui pengaruh penggunaan media gambar
terhadap peningkatan minat belajar.
3.
Untuk
mengetahui pengaruh penggunaan media foto terhadap peningkatan minat belaja
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Landasan Teoritis
1.
Media Pembelajaran Pak
1.1
Pengertian Media Pembelajaran Pak
Perkembangan
ilmu pengetahuan semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemamfaatan hasil
teknologi dalam proses belajar.
Dengan perkembangan
teknologi itu guru dituntut untuk mampu menggunakan dan mengaktualisasi media
pembelajaran sebagai sumber belajar. Penggunaan media pembelajaran dapat
mewakili guru dalam menyampaikan imformasi kepada siswa dan siswa lebih mudah
dalam menyerap imformasi / materi yang disampaikan tersebut. Agar lebih
memahami arti tentang media pembelajaran, penulis mencoba menguraikan tentang
media pembelajaran yang dikutip dari pendapat para ahli.
Kata
media berasal dari bahasa Latin yaitu “Medius” yang secara harafiah berarti
“tengah”, “perantara”, atau pengantar”. Makna umumnya adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan imformasi dari sumber kepada penerima imformasi. Proses
belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media
yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.
Gagne dalam Arif
Sadiman (2008:6) mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan
siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pendapat ini juga didukung
oleh Briggs dalam Arif Sadiman (2008:6) yang berpendapat “Media adalah segala
alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang untuk belajar,
misalnya: buku, film, kaset, bingkai dan lain-lain.
Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh
Wina Sanjaya (2009:163):
“ Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat manusia mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap”. Dalam pengertian ini guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah nerupakan media. Secara lebih khusus, media
dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,
photografis, elektonis, yang menagkap, memproses, dan menyususn kembali
imformasi visual atau verbal.”
Demikian juga Blake
dan Haralson (1997:2) media adalah medium yang digunakan untuk membawa atau
menyampaikan suatu pesan, dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengan
suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
Rossi dan Breidle
dalam buku Arif Sadiman (2008:6) mengemukakan
Bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang
dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, majalah, koran,
televisi, buku dan lain-lain. Menurut Rossi alat-alat semacam radio atau
televisi kalau digunakan dan diprogramkan untuk pendidikan maka merupakan media
pembelajaran.
Dalam hal ini media
pembelajaran adalah segala alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk
menyampaikan isi pelajaran dalam proses belajar mengajar.
Sebagaimana yang
dikemukakan oleh Gagne dan Briggs dalam Azhar Arsyad (2009:4)
menyatakan bahwa:
Media pembelajaran meliputi alat secara fisik yang
digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang terdiri dari tape recorder,
kaset, video, kamera, viedo recorder, film slide (gambar bingkai), foto,
gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain media adalah komponen
sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional
dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Dari pendapat para ahli tersebut, penulis menyimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah semua bentuk, bahan dan alat fisik baik berupa media cetak
maupun media elektronik yang digunakan dalam kegiatan atau proses pembelajaran
dalam menyampaikan imformasi / pesan sehingga imformasi atau pesan yang
disampaikan kepada penerima pesan. Dalam hal ini, imformasi atau pesan yang
disampaikan tersebut bersumber ari guru atau tenaga pengajar, dan penerima
pesan adalah peserta didik. Dengan menggunakan media pembelajaran maka
komunikasi yang dilakukan oleh guru sebagai tenaga pengajar dan peserta didik
dalam proses pembelajaran akan berlangsung lebih aktif dan menyenangkan. Dengan
penggunaan media pembelajaran maka diharapkan siswa dapat berhasil dalam proses
belajar mengajar.
Dalam hal penggunaan
media pembelajaran PAK perlu untuk terlebih dahulu memahami apa arti PAK. PAK
merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan disekolah dan harus
dipelajari, dipahami dan dikuasai oleh siswa serta mengaplikasikannya dalam
kehidupannya sehari-hari oleh tiap-tiap peserta didik.
PAK adalah pengajaran
yang bersumber dari Firman Allah dan harus disampaikan bagi setiap manusia baik
secara formal maupun non-formal.
Calvin dalam buku Robert
R. Boehlke (2006:413) mengatakan bahwa:
“Pendidkan Agama Kristen adalah pemupukan akal orang-orang
percaya dan anak-anak mereka dengan Firman Allah dibawah bimbingan Roh Kudus
melalui sejumlah pengalaman belajar yang dilaksanakan gereja, sehingga dalam
diri mereka dihasilkan pertumbuhan rohani yang berkesinambungan yang
diejawantahkan semakin mendalam melalui pengabdian diri kepada Allah Bapa Tuhan
Yesus Kristus berupa tidnakan-tindakan kasih terhadap sesama.
Selanjutnya Homrighausen dan IH Enklar
(2005:26) mengemukakan:
“ Pendidikan Agama
Kristen adalah dengan menerima pendidikan itu, segala pelajar, muda, dan tua
memasuki persekutuan imannya hidup dengan Tuhan Sendiri, dan oleh dan dalam Dia
mereka terhisap pula pada persekutuan jemaatNya yang mengakui dan
mempermuliakan namaNya disegala waktu dan tempat.
Dari pendapat para ahli diatas tersebut dapat
disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilakukan secara
terencana dan kontiniu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar
dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati Kasih Tuhan dalam
Yesus Kristus yang dinyatakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari – hari
terhadap sesama dan lingkungan.
Media pembelajaran PAK
adalah segala alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar
mengajar. Penggunaan media pembelajaran PAK sangat membantu dalam menumbuhkan
imajinasi dan merangsang rasa ingin tahu dalam diri pribadi peserta didik. Alat
peraga atau media PAK tidak merugikan peserta didik( Wismoadi Wahono 2004:520).
Penggunaan media pembelajaran PAK sudah ada sejak jaman Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru. Dalam penggunaan Media Pembelajaran PAK Yesus sebagai guru
agung mampu menarik minat dan perhatian para murid.
Dalam belajar
Pendidikan Agama kristen disekolah ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam penggunaan media pembelajaran PAK yakni:
1.
Dasar Teologis dalam pembelajaran PAK
Dalam pembelajaran PAK, baik dalam
lingkungan keluarga, gereja dan lingkungan formal harus memiliki landasaran
yang akan mengarahkan pembelajaran PAK. Landasan dasar teologis menjadi pondasi
yang kuat dalam teori dan praktek Pendidikan Agama kristen. Dalam tulisan
Luther menetakan ada empat yang menjadi dasar teologis yang dipakai dalam teori
dan praktek PAK yakni:
a. Keadaan
berdosa dari setiap warga
Dengan
Pendidikan Agama kristen maka setiap warga menyadari keberdosaannya, mengakui
dengan hati yang tulus iklas Pendidikan perlu ada karna tabiat berdosa manusia
yang telah menjadi lebih terbuka dengan bisikan iblis. Namun dengan Pendidikan
Agama Kristen yang menanamkan dalam diri kaum muda bibit kepercayaan, mereka
diperlengkapi untuk mengalahkan maksud maksud sijahat. Dengan percaya kepada
perbuatan Allah melalui diri Yesus Kristus semua
warga dikaruniakan dengan kekuatan untuk mengatasi akibat buruk yang
berlangsung dalam diri setiap warga karena tabiat yang berdosa dan daya tarik
iblis yang maksudnya menyesatkan.
b. Pembenaran
oleh iman
Orang
benar akan hidup oleh iman ( Roma 1:17b) demikianlah tanggapan setiap warga
yang telah dilepaskan dari dosa melalui Allah. Inilah yang menjadi dasar bagi
setiap warga yang percaya dalam
melayani tanpa memikirkan keselamatan pribadi. Ajaran dasariah ini menjadi
motivasi untuk melaksanakan pendidikan dikalangan jemaat karena setiap warga
gereja yang telah dimerdekakan dalam Kristus perlu belajar melayani sesamanya
c. Imamat
semua orang percaya
Tetapi
kamulah imamat yang rajani ( 1 Petrus 2:9 ), dalam hal ini semua umat kristiani
memiliki hak istimewa karena dibenarkan oleh iman. Dengan
PAK semua warga gereja diperlengkapi agar mampu memenuhi kesempatan dan
kewajiban yang termasuk dalam tugas panggilan . dengan demikian warga gereja
dididik oleh firman Allah
d. Firman
Allah
Dari
sudut Firman Allah, dapat dibedakan tiga arti firman itu yaitu:
a. Yesus
secara pribadi dan ajaranNya dalam firman Allah
b. Alkitab
sebgai firman
c. Firman
sebagai amanat Allah yang dinyatakan kepada warga kristen.
Selain dasar teologis yang
disampaikan Luther ada beberapa dasar teologis yang dipaparkan dalam pelayanan
PAK kepada semua warga jemaat yakni:
a. Ulangan
6:4-9 “..............haruslah engkau mengajarkan berulang ulang kepada
anak-anakmu, dimana saja, kapan saja, ketika engkau berbaring dan lain lain.
b. Amsal
22:6 “ diditklah orang muda kepada jalan yang patut baginya, maka pada masa
tuanya dia pun tidak akan menyimpang dari jalan itu.
c. Efesus
6:4 ‘ didiklah mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
d. 2
timotius 3:16 “ kitab suci bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan,
memperbaharui kelakuan, mendidik dalam kebenaran
Dari uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa dalam Pendidikan Agama Kristen, apa yang diajarkan kepada pelajar
semuanya bersumber dari Alkitab yang menyatakan kebenaran Tuhan yang di berikan
secara anugrah bagi orang beriman yang
percaya. Alkitab adalah firman Allah yang tertulis, dan sumber pengetahuan kita
akan hidup dan pengetahuan Yesus menjadi dasar mutlak bagi semua kemajuan
rohani dan menjadi ukuran dalam kepercayaan dan kelakuan Warga Kristen.
2.
Tujuan Pembelajaran PAK
Berbicara dengan tujuan PAK. Dalam
Efesus 4:11-16 dirumuskan sebagai berikut:
a. Mendidik
putra-putri sang gereja agar mereka dilibatkan dalam penelahan alkitab secara
cerdas sebagaimana dibimbing oleh Roh Kudus.
b. Diajar
dalam ambil bagian dalam kebaktian serta mencari keesaan gereja.
c. Diperlengkapi
cara menjewatahkan pengabdian diri kepada Allah dalam kehidupan sehari hari.
Tujuan PAK menurut Loyola adalah
untuk melibatkan para warga muda khususnya dalam latihan rohani dan intelektual
yang melibatkan kehidupan batiniah dan kognitif, untuk membimbing mereka dalam
kebaktian gereja sehingga rela mentaati
setiap perintahNya.
Dengan demikian
jelaslah bahwa tujuan PAK secara umum adalah:
1. Memimpin
murid selangkah demi selangkahkepada pengenalan yang sempurna mengenai
peristiwa yang terdapat dalam alkitab dan pengajaran pengajaran yang diberikan.
2. Membimbing
murid dalam cara menggunakan kebenaran asasi alkitab untuk keselamatan
hidupnya.
3. Mendorong
para murid untuk mempraktekkan dasar pengajaran Alkitab yang telah dipelajarinya
1.2 Jenis Jenis Media
Pembelajaran
Dengan berkembangnya jaman, penggunaan media
pembelajaran berkembang mengikuti perkembangan tegnologi. Tegnologi yang paling
tua yang dimanfaatkan dalam proses
belajar mengajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar frinsip mekanis.
Beberapa jenis teknologi yang berkembang dibagi
menjadi empat kelompok yakni media hasil tegnologi cetak, media hasil tegnologi
audio-visual, media hasil tegnologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil
gabungan tegnologi cetak dan komputer.
Dilihat dari sifatnya, media
pembelajaran dapat dibagi menjadi:
a.
Media
auditif
b.
Media
visual/ media cetak
c.
Media
audiovisual.
Leshin,
Pollok dan Reigenluth dalam buku Azhar Arshad mengemukakan ada lima
jenis media yakni: media berbasis manusia, media cetak, media visual, media
berbasis audia-visual dan media berbasis komputer
Dari jenis jenis media
tersebut media pembelajaran yang umum digunakan ditingkat sekolah dasar adalah
media visual/ media cetak. Keberhasilan penggunaan media visual ditentukan oleh
kualitas dan efektivitas dari bahan bahan visual dan grafik. Dalam penggunaan
media visual harus memperhatikan prinsip kesederhanan, keterpaduan, penekanan
dan kesinambungan.
Agar media berbasis visual
dapat digunakan dengan efektif, ada beberapa frinsif umum yang harus
diperhatikan dalam penggunaan media visual yakni:
a.
Usahakan
visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton bagan
dan diagram.
b.
Menekankan
impormasi atau sasaran sehingga
pemebelajaran terlaksana dengan baik.
c.
Pengorganisasian
impormasi.
d.
Ulangi
sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.
e.
Gunakan
gambar untuk melukiskan perbedaan konsep.
f.
Hindari
visual yang tidak beriimbang.
g.
Tekankan
kejelasan dan ketepatan dalam semua visual.
h.
Visual
yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca.
i.
Hindari
penafsiran ganda dari media yang digunakan.
j.
Unsur
pesan dari materi harus ditonjolkan untuk mempermudah pengolahan impormasi.
k.
Mempersiapkan
keterangan gambar.
l.
Penggunaan
warna yang realistik.
m.
Warna
dan pemberian bayangan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen
komponen
Media
pembelajaran tidak hanya dimanfaatkan dalam pelajaran pelajaran umum namun
pelajaran dalam alkitab pun juga memanfaatkannya. Pengajaran media pembelajaran
dalam alkitab sebenarnya bukan hal yang baru. Sejak jaman perjanjian lama para
nabi telah menggunakan media pembelajaran meskipun masih sederhana, misalnya
Yeremia 18:1-6 menyatakan pemulihan Allah bagi bangsa Israel melalui tukang
periuk dalam Perjanjian Baru , Tuhan Yesus sebagai Guru Agung dalam setiap
pengajarannya juga menggunakan media. Misalnya: Yesus menggunakan mata uang
untuk mengajar tentang apa yang layak diberikan kepada Tuhan ( Matius
22:19-20): Yesus memakai seorang anak keciltentang sikap hati yang patuh
(Matius 18:2);menggunakan pohon ara saat mengajarkan tentang iman ( Matius
21:19). Saat mengajar Yesus mencari dan menemukan berbagai cara dalam mengajar,
serta dalam menghadapi berbagai situasi pendengaranNya dengan media atau alat,
sehingga pengajaranNya lebih menarik dan dapat diterima dengan baik. Selain itu
Tuhan Yesus juga mengajar dengan kuasaNya ( Matius 7:28-29).
Berikut ini jenis jenis media pemeblajaran
dalam kategori media visual yang seering dipergunakan dalam proses pembelajaran
PAK:
1.
Buku /teks terprogram
Teks terprogram atau
yang umum dikenal dengan buku adalah salah satu jenis media yang banyak
digunakan. Dalam buku teks terprogram imformasi disajikan dengan lebih
terkendalidalam arti bahwa siswa harus memiliki akses untuk melihat dan membaca
teks yang diinginkan selangkah demi selangkah. Siswa dapat menyampaikan respon
jika telah menguasai imformasi yang disajikan.
Beberapa kelebihan
media teks adalah:
a.
Siswa
dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing.
b.
Materi
dapat terus diulang-ulang, dan siswa dapat mengikuti urutan secara logis.
c.
Perpaduan
teks dan gambar akan menarik jika dipadukan , dan dapat mempelancar pemahaman
siswa
d.
Siswa
akan berpartisifasi dengan aktif karena harus memberikan respon terhadap apa
yang dibaca dan dilihat.
e.
Biaya
relatif ekonomis dan mudah ditemukan
Kelemahan media teks terprogram adalah:
a.
Sulit
menampilkan gerak
b.
Proses
percetakan relatif lama
c.
Tingkat
perancangan yang sulit
d.
Lebih
menekankan kemampuan kognitif dari pada apektif dan psikomotorik
e.
Mudah
rusak dan hilang
Salah
satu media tek terprgram atau buku dalam Pelajaran Pendidikan agama Kristen
adalah Alkitab. Alkitab menjadi sumber utama pembelajaran Pendidikan Agama
Kristen. dalam 2 Timotius3: 16 dikatakan” segala tulisan yang diilhamkan Tuhan
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan, dan untuk mendidik dalam kebenaran. Dan dalam Ulangan 6:4-9 ditegaskan “bahwa umat
israel harus terus menerus mengulang dan mengajarkan apa yang diperintahkan
Tuhan.
Dengan
demikian sebagai guru PAK harus memakai Alkitab sebagai sumber utama pelajaran
Pendidikan Agama Kristen dan haruslah diajarkan berulang ulang kepada setiap
orang termasuk peseta didik.
2.
Gambar
Gambar yang dimaksud
disini termasuk foto, lukisan, gambar dan sketsa. Tujuan utama penampilan
berbagai jenis gambar ini adalah untuk memvisualisasikan konsep yang ingin
disampaikan kepada siswa.
Jenis gambar juga bermacam
macam. Ada gambar jadi, yakni gambar yang dapat kita peroleh dari sumber yang ada misalnya gambar dari
majalah, brosur, selebaran dan lain lain. Gambar tersebut kita dapat bentuk
kedalam bentuk kliping gambar , sehingga sumber yang tersedia dapat
menyampaikan impormasi atau isi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai. Gambar yang ditemukan difotocopi dan digabung kemudian dibuat label
judul dengan huruf lekat Dan penggunaan gambar juga harus memperhatikan ijin
dan hak cipta gambar.
Jenis gambar yang kedua
adalah gambar garis, kendatipun sederhana dapat menunjukkan aksi dan sikap
dengan dampak yang baik. Gambar garis dapat dibuat langsung pada papan tulis,
atau pada lembaran karton. Gambar garis dapat digunakan pada media flash cart (
kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan dan
menuntun kepada sesuatu yang berhubunga dengan gambar.).
Manfaat media gambar yakni:
-
Kartu
yang berisi gambar dapat digunakan untuk melatih siswa mengeja dan memperkaya
kosakata.
-
Gambar
tersebut menjadi petunjuk dan rangsangan bagi siswa untuk memberikan responyang
diinginkan
-
Media
gambar mudah ditemukan dan penggunaanya sederhana, serta tidak membutuhkan
keahlian khusus
Dalam pengajaranya Yesus
menggunakan gambar yang ada pada uang koin tentang pembayaran pajak kepada
kaisar ( band Lukas 20:20-26;Matius 22;15-22;Markus 12:12-17). Guru PAK dapat
menggnakan gambar gereja yang banyak dimasuki orang kristen sebagai Tubuh
Kristus, gambar gembala yang baik ( Mazmur23:1-6)
3.
Foto
Foto sebagaimana halnya bentuk visual lainnya dapat ditemukan
berbagai sumber misalnya pada brosur, majalah, koran, buku dan lain. Dengan
demikian foto dapat dengan mudah digunakan sebagai media pembelajaran. Sebagai
media pembelajaran foto yang digunakan harus dipilih sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai, dengan demikian foto dapat memenuhi fungsinya
untuk memotivasi dan menumbuhkan minat siswa , mengembangkan kemampuan siswa
berbahasa, dan membantu siswa menafsirkan serta mengingat isi pelajaran yang
berkenaan dengan foto foto tersebut.
Foto dapat digunakan
secara perorangan dan kelompok terutama pada saat kegiatan diskusi. Sujana
dan Rivai (2009: 128) menguraikan beberapa pemilihan media foto yaitu:
a.
Foto
mendukung pencapaian tujuan pembelajaran
b.
Kualitas
artistik
c.
Kejelasan
dan ukuran yang memadai
d.
Validitas
dan menarik
e.
Foto
benar benar melukiskan konsep dari isi pelajaran sehingga memperlancar tujuan
pembelajaran
f.
Foto
disesuaikan dengan usia siswa.
Foto yang digunakan
sebagai media pembelajaran harus artistik dalam arti foto foto mempertimbangkan
faktor-faktor seperti:
-
Komposisi
-
Pewarnaan
yang epektif
-
Teknik
pengambilan dan pemrosesan yang baik
-
Ukuran
yang cukup besar dan jelas untuk dihadapkan pada siswa.
-
Foto
harus tajam dan kontras yang baik dan rincian yang memadai untuk menggambarkan
kenyataan yang ditampilkan
Dengan
demikian perlu diperhatikan validitas foto yakni menggambarkan keadaan yang
sebenarnya, selain itu foto foto yang digunakan harus dapat memikat perhatian
siswa
1.3
Manfaat Media Pembelajaran PAK
Dengan
menggunakan media pembelajaran, kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif
dan dan siswa akan lebih tertarik untuk
belajar.
Hamalik ( 1986:29) mengemukakan bahwa
penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang
baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, membawa pengaruh
psikologis bagi perubahan perubahan siswa. Selain itu penggunaan media
pembelajaran dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data yang
menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan imformasi.
Levie
dan Lenz tmengemukakan empat fungsi media pembelajaran kususnya media
visual yakni:
a.
fungsi
atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada
isi pelajaran
b.
fungsi
afektif yaitu fungsi yang dapat menggugah emosi dan sikap siswa
c.
Fugsi
kognitif yakni: membantu siswa lebih memahami dan mengingat imformasi yang terkandung
pada gambar
d.
Fungsi
kompensatoris yakni dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi yang
disampaikan\
Secara
umum media pembelajaran dapat berfungsi untuk memotivasi minat atau tindakan
siswa dalam belajar, menyajikan imformsi dan memberikan instruksi pada siswa.
Jadi secara umum penggunaan media pembelajaran dapat bermanfaat sebagai
berikut:
a. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.
b. Pembelajaran menjaadi lebih menarik
c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif
d. Penggunaan waktu pembelajaran lebih
efektif
e. Kualitas hasil belajar akan lebih
meningkat jika dikomunikasikan dengan baik
f.
Pembelajaran
dapat diberikan kapan pun dan dimana pun
g. Sikap positif siswa terhadap apa yang
mereka pelajari.
Sudjana dan Rivai ( 1992:2) mengemukakan media pembelajaran adalah:
·
Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa
·
Bahan
pelajaran akan lebih jelas maknanya
·
Metode
belajar akan lebih bervariasi
·
Siswa
akan lebih aktif tidak hanya mendengar
tetapi mengamati, melakukan, mendemontrasiikan dll
Dari uraian pendapat para
ahli tersebut, dapatlah disimpulkan beberapa manfaat praktis penggunaan media
pembelajarandalam proses belajar mengajar yakni:
1.
Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan imformsi.
2.
Media
pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan
perhatian siswasehingga dapat menimbulkan minat dan motivasi belajar
3.
Media
pembelajaran dapat membatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4.
Media
pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa
2. Minat
Belajar Siswa
2.1
Pengertian Minat
Belajar
Minat sangat mempengaruhi proses belajar mengajar,
aktif pasifnya anak didik dalam proses belajar mengajar, salah satu faktornya
tergantung pada ada tidaknya minat belajar si anak. Tanpa minat belajar maka
aktifitas belajar mengajar kemungkinan dapat menjadi rendah atau sebaliknya.
Dalam kegiatan belajar
mengajar di sekolah, salah satu keberhasilan belajar yang harus dimiliki
seorang siswa adalah tidak terlepas dengan adanya minat anak yang
sungguh-sungguh terhadap suatu pelajaran. Minat sangat besar dari
penyataan senang atau tidaknya seseorang terhadap suatu objek tertentu.
Selanjutnya Slameto (1991:182) mengatakan: ”Minat adalah suatu rasa yang
lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktifitas tanpa ada yang
menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu di luar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan
tersebut semakin besar minatnya”.
Dalam kutipan diatas dapat
dikatakan bahwa minat dapat di ekspresikan melalui suatu pernyataan yang
menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai sesuatu hal daripada hal lainya, dan
dapat pula di manifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas, siswa
yang memiliki minat terhadap suatu subjek tertentu cenderung untuk memberikan
perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut.
Dalam menekuni suatu pekerjaan
atau kegiatan faktor minat adalah merupakan suatu hal penting. Minat yang
dimiliki seseorang pada dasarnya turut menentukan berhasil tidaknya untuk
melaksanakan suatu kegiatan. Demikian halnya dalam belajar seseorang siswa akan
dapat menyelesaikan pendidikanya dengan baik juga karena di pengaruhi oleh
minat yang di miliki terhadap pelajaran.
Salah satu usaha untuk membimbing
perhatian anak didik yaitu pemberian rangsangan yang menarik perhatisn siswa.
Dengan adanya rangsangan maka minat seseorang terdorong untuk memperhatikan dan
melakukan sesuatu hal. Demikian juga halnya dalam belajar bahwa minat merupakan
suatu hal yang sangat penting. Dengan adanya minat untuk belajar maka dapat
menimbulkan perhatian yang serius untuk mempelajarinya.
Dari kutipan diatas bahwa
perhatian terpusat hanya tertuju terhadap hal-hal yang diminati, yaitu pada
suatu objek tertentu, misalnya jika seorang siswa sedang belajar maka
perhatianya hanya tertuju terhadap pelajaranya. Jadi apabila seorang siswa
tidak menarik perhatianya terhadap sesuatu, maka tidak dianggap penting
baaginya dan akan mudah melupakanya. Jadi dalam kegiatan belajar seseorang
hendaknya menggunakan perhatian dan terpusat pada pelajaranya. Sehingga
pelajaran yang di terimanya dapat di pahami dengan baik. Siswa yang meminati
suatu hal akan terikat perhatiannya dan tertarik untuk mengulangi apa yang ia
minati. Dengan demikian untuk melaksanakan aktifitas belajarnya juga dapat di
nikmati dan hasil prestasi yang dicapai akan memuaskan. Belajar dan minat
sama-sama saling melengkapi atau mempunyai hubungan yang erat dan saling
mendukung terhadap keperibadian seseorang.
Dewa Ketut Sukardi (1983:54) mengatakan :
Bidang studi yang menarik minat seseorang akan dapat di pelajari dengan
sebaik baiknya, dan sebaliknya bidang
studi yang tidak sesuai dengan minatnya tidak akan mempunyai daya tarik
baginya. Maka dari itu dalam kegiatan belajar di harapkan adalah minat yang di dasari
oleh bakat yang kemudian di kembangkan secara maksimal dan di tunjang oleh
fasilitas yang di harapkan.
Dari kutipan diatas, bahwa
minat dan bakat secara bersama-sama akan
saling melengkapi untuk memperoleh kesempatan berhasil dengan baik. Jadi
minat yang didasari oleh bakat, besar kemungkinan siswa akan memperoleh
kesempatan untuk berhasil dengan baik, apabila di tunjang oleh fasilitas yang
memadai sesuai dengan yang di harapkan.
Jadi siswa yang memiliki bakat hendaknya selalu di dasari oleh minat
yang besar, sehingga dapat mempengaruhi hasil prestasi yang baik.
Dapat juga di katakana bahawa
semakin besar minat seseorang untuk belajar akan semakin besar pula kemungkinan
untuk memperoleh prestasi yang baik. Sehubungan dengan minat belajar secara
umum demikian juga minat belajar secara khusus pada Pendidikan Agama Kristen
dapat di lihat menurut kesaksian Alkitab yang tertulis dalam Markus 12:37b,
”orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat”.
Dari nats Alkitab diatas jelaslah
bahwa ketika Yesus berkhotbah di dalam Bait Allah Dia menarik minat para
pendengarnya sehingga banyak orang berkeinginan untuk mendengarkan khotbah
Yesus dengan di sertai oleh perasaan senang dan gembira.
Apabila kita lihat dari sudut
Alkitab, maka dapat di peroleh bahwa perhatian minat yang di maksut dalam
Markus 12:37b, hal itu mempunyai
pengertian yang hampir bersamaan dengan pendapat yang di kemukakan para ahli
pendidikan oleh Poedarminta (1987:650) dalam Kamus Bahasa Indonesia yang
mengatakan bahwa: “minat adalah perhatian, kesukaan (kecenderungan hati) akan
sesuatu”.
Berdasarkan uraian diatas maka
dapat disimpulkan bahwa minat belajar Pendidikan Agama Kristen adalah
menyatakan adanya perhatian dan kesungguhan sekelompok orang mendengarkan sesuatu
dimana sewaktu Yesus mengajar dibait Allah, Yesus menyampaikan sesuatu
informasi yang membuat orang banyak merasa tertarik untuk mendengar khotbah
yang disertai oleh perasaan senang dan
gembira.
Seseorang tidak akan mampu
meminati sesuatu hal hanya melalui perasaannya sendiri tetapi belum mampu
menilai hal itu sebagaimana sesuatu yang
berharga atau baik belum tentu dapat memproleh hasil yang baik dengan
sebaliknya apabila seseorang menilai sesuatu hal yang berharga bagi dirinya,
maka dia juga menenunjukkan suatu sikap positif. Dan apabila hal itu suatu
tugas atau pekerjaan yang diberikan
kepadanya maka sikap positif itu pula pada dirinya. Dengan demikian dapat
terlihat bahwa minat itu adalah bukan berdiri sendiri dia didahului oleh
keutuhan dan kemampuan yang ia miliki. Minat
sangat erat hubungannya dengan kebutuhan artinya jika sesuatu bidang
tidak menyinggung atau mengena perasaan, bakat, kemampuan, ketrampilan dan
situasi dirinya serta cita-cita dirinya, maka dirasakan sulit menimbulkan minat
yang positif terhadap bidang itu.
Dari defenisi diatas ternyata
minat itu timbul apabila seseorang merasa tertarik atau merasa senang
berkecimpung didalam. Ini berarti minat itu pada dasarnya berupa milik pribadi
tetapi ada faktor-faktor luar yang mempengaruhinya. Faktor luar adalah faktor
lingkungan, inilah selanjutnya yang menentukan berminat tidaknya seseorang
dalam menekuni sesuatu bidang.
Pemerintah, masyarakat dan para
orang tua pada dasarnya telah berusaha memikirkan bagaimana cara membantu
orang-orang muda demi kesejahtraan mereka. Akan tetapi masalahnya timbul kepada
para sisiwa tersebut masih banyak yang tidak menekuni tugas dalam belajar,
tidak jarang mereka cabut dari sekolah, kurang aktif dalam belajar, maka suka
melawan guru dan rebut di dalam kelas. Seperti yang telah di kemukakan diatas,
hal ini tentu ada kaitanya dengan soal minat belajar yang mereka miliki.
2.2
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
Dalam kegiatan belajar, banyak
faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Ada faktor yang berasal
dari dalam diri siswa itu sendiri dan ada yang berasal dari luar dirinya.
Faktor-faktor tersebut mengakibatkan tinggi rendahnya minat belajar, dan adapun
faktor-faktor itu antara lain;
1.
Faktor-faktor
yang berasal dari dalam diri anak
Dalam
hal ini Winkel (1984:24) menggolongkan komponen yang mempengaruhi minat belajar
anak didik sebagai berikut :
1. Taraf intelegensi, keampuan belajar yang diartikan
dengan dua cara yakni intelegensi dalam arti luas, merupakan kemampuan untuk
mencapai prestasi-prestasi yang di dalamnya berfikir main perasaan. Intelegensi
dalam arti sempit merupakan kemampuan akademik yang di dalamnya berfikir
bermain perasaan.
2. Motifasai belajar yakni keselamatan daya penggerak
di dalam diri siswa.
3. Perasaan sakit
4. Keadaan psikis menunjukkan pada
tahap pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat alat indra dan lain
sebagainya.
Dari
pendapat tersebut diatas maka dapat di simpulkan bahwa ada empat unsur yang mempengaruhi minat belajar siswa
yakni: 1) Inteligensi, 2) Motivasi belajar, 3) Perasaan sikap, 4) Keadaan Psikis dan Pisik
2. Faktor-Faktor yang Berasal dari luar Diri
Anak.
a. Orangtua
Karena manusia pertama sekali tergantung kepada orang lain, maka penting
sekali peranan orangtua terhadap perkembangan kepribadian si anak. Anak yang
kurang mendapat perhatian dari orangtuanya kebanyakan tidak semangat dan daya
tangkap kurang baik karena itu perlu pembinaan orang tua agar perkembangan anak
tidak lambat. Berdasarkan uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa orangtua
mempunyai peranan penting bagi pendidikan anak-anaknya, karena itu dapat
mempengaruhi minat belajar. Oleh sebab itu orangtua harus menjadikan rumah
tangga sebagai tempat yang menyenangkan dan bisa menumbuhkan atau membina minat
belajar anak-anaknya. Karena jika rumah tangga tidak menyenangkan bagi
anak-anak maka perkembangan pendidikan anak pun tidak dapat berlangsung dengan
baik, malah keadaan rumah tangga yang berantakan dapat mematahkan minat belajar
anak.
b. Lingkungan
Yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini adalah lingkungan sekolah
atau tempat tinggal. Baik buruknya lingkungan adalah mempengaruhi minat belajar
anak didik. Jika lingkungan baik maka minat belajar anak didik cenderung akan
lebih baik dan lebih giat jika di bandingkan dengan lingkungan yang buruk.
Lingkungan yang kurang baik dapat menurunkan minat belajar anak didik.
Misalnya, suasana di lingkungan sekolah terlalu bising dengan keramaian
lalulintas atau pusat pasar akan mempengaruhi minat belajar anak didik untuk
itu perlu di hindari suasana bising, kotor, bau, pengap, keributan dan
lain-lain.
c. Faktor Ekonomi/fasilitas
Dalam kegiatan belajar
mengajar, faktor ekonomi dan fasilitas adalah sangat mempengaruhi minat belajar
anak didik, karena dengan tersedianya fasilitas ekonomi, yang lengkap maka
minat belajar anak didiknya akan semakin baik. Dalam hal ini faktor
ekonomi, maksudnya adalah uang sekolah, buku paket untuk belajar, sedangkan
fasilitas adalah seperti peralatan sekolah, perpustakaan dan lain-lain.
d. Guru
Sebagai tenaga pengajar yang menyampaikan atau menyajikan bahan pelajaran
kepada siswa mempunyai pengaruh terhadap minat belajar siswa. Ada beberapa faktor
dari guru yang mempengaruhi minat belajar siswa, yaitu; 1) Sikap dan Cara Mengajar Guru, 2) Kemampuann Guru, 3) Motifasi
2.3
Cara-cara yang Dilakukan Untuk Membangkitkan Minat Belajar
Menurut Sanjaya (2008:30) ada beberapa cara
yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa diantaranya:
1.
Hubungan
bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa, minat siswa akan
tumbuh manakala ia dapat menangkap bahan materi pelajaran itu berguna untuk
kehidupannya.
2.
Sesuaikan
materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi
pelajaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh
dari pengalaman siswa akan tidak diminati oleh siswa karena materi pelajaran
yang terlalu sulit tidak akan dapat di ikuti dengan baik dan dapat menimbulkan
siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal. Dan kegagalan itu akan dapat
membunuh siswa untuk belajar.
3.
Gunakan
berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi.
Sehubungan
dengan itu Nasution (2004:82) mengemukakan pelajaran berjalan lancar
bila ada minat. Anak-anak akan malas, tidak belajar, gagal karena tidak adanya
minat. Minat antara lain di bangkitkan dengan cara sebagai berikut:
a. Membangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan
untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan)
b. Hubungkan dengan pengalaman lampau
c. Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil
baik
d. Gunakan berbagai bentuk mengajar.
Effendi dalam http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2minat.pdf mengemukakan “minat dapat ditimbulkan dengan cara:
a) Membangkitkan suatu kebutuhan.
b) Menghubungkan dengan pengalaman yang lampau.
c) Memberikan kesempatan untuk
mendapat hasil yang lebih baik.”
Dari pendapat di atas ada alasan bahwa ada
beberapa cara yang yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa
salah satunya adalah dengan menghubungkan pengalaman dengan masa lampau.
2.4
Komponen-komponen Minat Belajar
Sardiman (2006:76) mengemukakan “Minat merupakan kecenderungan seseorang kepada seseorang (biasanya disertai
rasa senang), karena ia merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu.” Jadi jelas bahwa minat akan selalu berkaitan
dengan soal kebutuhan atau keinginan. Adapun yang menjadi komponen-komponen
minat belajar adalah:
a.
Kemauan
dan keinginan
Poerwadarminta ( 1986:332) mengemukakan keinginan adalah adanya hasrat untuk
mengetahui dan mengerti sesuatu apabila apa bila siswa memiliki minat.
Keinginan adalah hasrat yang
aktif yang menyuruh kita agar cepat bertindak. Jadi kecenderungan itu adalah
suatu sikap condong untuk melakukan perhatian yang aktif kepada suatu objek
dengan keinginan dan kemauan
yang berasal dari dalam diri siswa tersebut maka sikap siswa akan nampak kearah mana kesukaan
hatinya. Apabila di implikasikan dalam belajar, aspek ini merupakan sikap yang ditimbulkan oleh
karena adanya minat terhadap suatu pelajaran. Sehingga dengan adanya minat
terhadap pelajaran PAK maka siswa nampak lebih cenderung mengikuti
pelajaran Pendidikan Agama
Kristen
b.
Motivasi
Sardiman (2005:75) mengemukakan motivasi adalah
serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi kondisi tertentu, sehingga ia mau
dan ingin melakukan sesuatu dan berusaha untuk meniadakan dan mengelakkan hal
yang tidak disukai. Demikian halnya dengan belajar PAK, seorang guru PAK harus
mampu memberikan motivasi kepada siswanya untuk mau belajar Pendidikan agama
kristen
c.
Perhatian
Menurut Slameto (2003:56)
“keapektifan jiwa objek terhadap objek
atau sekumpulan, maka untuk menjamin hasil belajar yang baik harus mempunyai
perhatian terhadap apa yang dipelajari. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan
perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut, jika bahan pelajaran tidak
menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak suka lagi
belajar. Jadi perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran PAK timbul karena
ia berminat terhadap pelajaran PAK tersebut.
Dari penjelasan di atas menyatakan bahwa
komponen-komponen minat sebagai dorongan yang kuat bagi seseorang untuk
melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang
menjadi keinginannya, dan jika minat itu terpenuhi maka seseorang akan
mendapatkan kepuasan karena tujuannya telah rercapai dalam belajar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahwa didalam
pembahasan ini maka kita dapat menarik kesimpulan yaitu dimana pendidikan
adalah merupakan suatu usaha manusia dengan sengaja dan secara teratur serta
terencana dalam rangka mengubah tingkah laku manusia ke arah yang lebih dewasa.
Proses pendidikan telah dialami manusia sejak berada di dalam kandungan. Dengan
perkembangan teknologi itu guru dituntut untuk mampu menggunakan dan
mengaktualisasi media pembelajaran sebagai sumber belajar. Penggunaan media
pembelajaran dapat mewakili guru dalam menyampaikan imformasi kepada siswa dan
siswa lebih mudah dalam menyerap imformasi / materi yang disampaikan tersebut.
Agar lebih memahami arti tentang media pembelajaran. Dalam hal ini, imformasi
atau pesan yang disampaikan tersebut bersumber dari pengajar, dan penerima
pesan adalah peserta didik. Dengan arti guru atau tenaga menggunakan media
pembelajaran maka komunikasi yang dilakukan oleh guru sebagai tenaga pengajar
dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan berlangsung lebih aktif dan
menyenangkan. Dengan penggunaan media pembelajaran maka diharapkan siswa dapat
berhasil dalam proses belajar mengajar.
B.
Saran
Dengan
adanya saran ini, maka saran ini dapat kita tujukan kepada Guru, orang tua.
Dimana sarannya yaitu: Seorang Guru Agama Kristen harus mepunyai disiplin ilmu
pendidikan, karena disamping ia bertugas menyampaikan bahan pelajaran, juga
berupaya agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan juga dapat tercapai
sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Dan bagi orang Tua sangat di harapkan
juga sebagai motivator anak untuk lebih serius terhadap pelajaranya, hal itu
bertujuan supaya anak mandiri akan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dengan
demikian anak akan mempunyai sikap yang terarah terhadap pencapaian hasil
belajar yang baik sebagaimana di harapkan, dan mempunyai sikap tingkah laku
yang baik, yang sesuai dengan yang di harapkan Allah.