Senin, 12 Januari 2026

Cara Membuat PPT Otomatis dengan Blackbox.AI dalam 5 Menit

 

Cara Cepat Membuat PPT dengan Blackbox.AI: Hemat Waktu dan Hasil Profesional

Pernahkah Anda merasa buntu saat harus membuat presentasi (PPT) dari nol? Mengumpulkan materi, menyusun struktur slide, hingga desain visual seringkali memakan waktu berjam-jam.

Kabar baiknya, Anda bisa memangkas waktu tersebut menggunakan Blackbox.AI. Meskipun lebih dikenal sebagai alat bantu coding, Blackbox.AI memiliki kemampuan analisis teks dan logika yang sangat kuat untuk membantu Anda menyusun kerangka hingga konten presentasi yang solid.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara memanfaatkannya.


Langkah 1: Siapkan Konsep atau Materi Anda

Sebelum membuka Blackbox.AI, tentukan dulu topik atau bahan yang ingin Anda presentasikan. Anda bisa menggunakan:

  • Topik umum (contoh: "Dampak AI dalam Pendidikan").

  • Teks panjang/artikel yang ingin diringkas menjadi slide.

  • File dokumen (PDF/Word) yang ingin dikonversi.

Guru menggajar
Blackbox.AI untuk buat PPT


Langkah 2: Gunakan Prompt yang Tepat di Blackbox.AI

Kunci dari hasil yang bagus adalah Prompt (perintah). Jangan hanya mengetik "buatkan PPT", tapi berikan instruksi yang spesifik.

Contoh Prompt:

"Saya ingin membuat presentasi tentang [Topik]. Buatkan struktur slide yang terdiri dari 10 halaman. Untuk setiap slide, berikan judul slide, poin-poin utama (bullet points), dan saran gambar yang relevan. Gunakan nada bicara yang profesional."

Langkah 3: Mengolah Output Menjadi Slide

Blackbox.AI akan memberikan jawaban berupa teks terstruktur. Anda punya dua cara untuk memindahkannya ke PPT:

A. Cara Manual (Copy-Paste Pintar)

  1. Salin struktur dari Blackbox.AI ke Notepad atau Google Docs.

  2. Buka PowerPoint.

  3. Gunakan fitur "Outline View" di PowerPoint untuk menempelkan teks agar otomatis terbagi menjadi beberapa slide.

B. Menggunakan Bantuan VBA Code (Otomatis)

Ini adalah cara "pro" yang sering digunakan pengguna Blackbox.AI.

  1. Minta Blackbox.AI: "Buatkan kode VBA untuk Microsoft PowerPoint berdasarkan materi di atas."

  2. Buka PowerPoint > Tekan Alt + F11 (untuk membuka Macro).

  3. Pilih Insert > Module, lalu tempel kode dari Blackbox tadi.

  4. Tekan F5 atau klik Run. Simsalabim! Slide Anda akan terbuat secara otomatis.


Langkah 4: Mempercantik Tampilan dengan "Designer"

Setelah struktur dan teks masuk ke PowerPoint, langkah terakhir adalah desain. Anda tidak perlu mendesain manual:

  1. Klik menu Design di PowerPoint.

  2. Pilih Designer (atau Design Ideas).

  3. PowerPoint akan memberikan saran tata letak dan gambar yang modern sesuai isi teks Anda.


Mengapa Menggunakan Blackbox.AI untuk PPT?

  • Kecepatan: Menyusun struktur 15 slide hanya butuh waktu kurang dari 1 menit.

  • Logika yang Rapi: Blackbox.AI sangat baik dalam mengurutkan poin-poin secara sistematis.

  • Gratis & Mudah: Bisa diakses langsung melalui browser tanpa instalasi rumit.


Kesimpulan

Teknologi AI seperti Blackbox.AI bukan untuk menggantikan kreativitas Anda, melainkan untuk menghilangkan hambatan teknis yang membosankan. Dengan bantuan AI, Anda bisa lebih fokus pada cara menyampaikan materi (public speaking) daripada pusing memikirkan urutan slide.

Sabtu, 10 Januari 2026

Batas Etika dalam Bicara Publik: Belajar dari Kasus Panji Pragiwaksono

 

Belajar dari Kasus Panji Pragiwaksono: Di Mana Batas Etika dalam Bicara Publik?

Dunia komedi dan opini publik baru-baru ini kembali memanas menyusul potongan video dan pernyataan dari komika senior, Panji Pragiwaksono. Sebagai sosok yang dikenal dengan gaya bold dan sering menabrak tabu, Panji kerap menjadi pusat diskusi mengenai sejauh mana seorang figur publik boleh melontarkan kritik atau candaan.

Namun, kasus ini bukan sekadar tentang "lucu atau tidak lucu". Ini adalah cermin dari pergeseran standar etika bicara publik di era digital.


1. Konteks: Mengapa Menjadi Polemik?

Setiap kali Panji memicu percakapan (baik itu soal isu sosial, politik, atau gaya hidup), biasanya ada dua kubu yang terbentuk:

  • Kubu Kebebasan Berekspresi: Menganggap bahwa stand-up comedy dan opini publik adalah ruang jujur yang tidak boleh dibatasi oleh rasa tersinggung.

  • Kubu Etika & Empati: Menganggap bahwa cara penyampaian yang terlalu agresif atau pemilihan diksi yang dianggap merendahkan pihak tertentu telah melampaui batas kesantunan publik.

2. Memahami Batas Antara Kritik dan Penghinaan

Dalam etika komunikasi, ada garis tipis yang seringkali kabur saat kita bicara di depan umum:

  • Subjektivitas Komedi: Komedi sering kali menggunakan teknik exaggeration (melebih-lebihkan). Masalah muncul ketika audiens menangkap pesan tersebut sebagai serangan personal atau penghinaan terhadap institusi/kelompok tanpa konteks humor yang utuh.

  • Prinsip "Punching Up" vs "Punching Down": Etika bicara publik yang sehat biasanya mendukung punching up (mengkritik pihak yang lebih berkuasa). Polemik sering terjadi jika narasi yang dilempar dianggap punching down atau menyudutkan mereka yang rentan atau tidak punya ruang untuk membela diri.

3. Tanggung Jawab Digital (Digital Responsibility)

Seorang komika sekelas Panji memiliki platform yang besar. Di sinilah letak tantangan etikanya:

  1. Konteks yang Terpotong: Di era TikTok dan Reels, sebuah argumen sepanjang 10 menit bisa dipotong menjadi 15 detik yang provokatif. Etika bicara publik saat ini menuntut pembicara untuk sadar bahwa pesan mereka akan "dimutilasi" oleh algoritma.

  2. Dampak Sosial: Kata-kata bukan sekadar bunyi; mereka membentuk persepsi. Ketika figur publik bicara, ada tanggung jawab moral terhadap dampak yang ditimbulkan pada opini massa.


"Kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan dari konsekuensi. Etika adalah navigasi agar pesan kita sampai tanpa harus menghancurkan martabat orang lain."


4. Pelajaran untuk Kita Semua

Kita tidak perlu menjadi komika terkenal untuk belajar dari kasus ini. Berikut adalah tiga poin refleksi untuk cara kita berkomunikasi di ruang publik (media sosial):

  • Validasi Data sebelum Opini: Pastikan argumen memiliki dasar yang kuat agar tidak tergelincir menjadi fitnah.

  • Pikirkan Audiens Luas: Ingat bahwa ruang publik bersifat heterogen. Apa yang dianggap "biasa" di lingkaran pertemanan kita, bisa jadi menyakitkan bagi orang lain yang memiliki latar belakang berbeda.

  • Siap Berdialog, Bukan Sekadar Menyerang: Etika komunikasi melibatkan kemampuan untuk mendengarkan umpan balik, bahkan jika umpan balik itu berupa kritik pedas.

Kesimpulan

Kasus Panji Pragiwaksono mengingatkan kita bahwa komunikasi adalah sebuah seni yang dinamis. Kita membutuhkan keberanian untuk jujur, namun kita juga membutuhkan empati untuk tetap manusiawi. Menjaga etika bukan berarti membungkam kebenaran; itu adalah cara memastikan kebenaran tersebut dapat diterima dengan cara yang bermartabat.

Jumat, 09 Januari 2026

Menenun Masa Depan: Ketika AI, Krisis Iklim, dan Pernikahan Dini Bertabrakan

Menenun Masa Depan: Ketika AI, Krisis Iklim, dan Pernikahan Dini Bertabrakan

Dunia sedang berubah dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh nalar manusia. Jika kita berbicara tentang masa depan, seringkali kita terjebak dalam silo: ahli teknologi bicara tentang Kecerdasan Buatan (AI), aktivis sosial bicara tentang pernikahan dini, dan ilmuwan lingkungan bicara tentang bencana.

Namun, kenyataannya adalah ketiga isu ini saling berkelindan dalam sebuah jaring yang rumit. Bagaimana jika AI bukan hanya alat pembuat gambar, melainkan penentu kebijakan di tengah krisis iklim yang memaksa keluarga mengambil keputusan sulit bagi anak-anak mereka?


1. Lingkaran Setan: Bencana Alam dan Pernikahan Dini

Mari kita mulai dengan realitas yang pahit. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa saat bencana alam (seperti banjir bandang, kekeringan ekstrem, atau gagal panen) terjadi, angka pernikahan dini cenderung melonjak.

  • Ekonomi Bertahan Hidup: Bencana menghancurkan mata pencaharian. Dalam keputusasaan, pernikahan anak sering dianggap sebagai strategi "bertahan hidup" untuk mengurangi beban ekonomi keluarga.

  • Kerentanan di Pengungsian: Di kamp-kamp darurat pasca-bencana, risiko kekerasan seksual meningkat, yang sering kali mendorong orang tua menikahkan anak mereka lebih cepat demi alasan "perlindungan" yang semu.


2. Peran AI: Penyelamat atau Pedang Bermata Dua?

Di sinilah teknologi masuk. Di masa depan, AI akan memegang kendali atas manajemen bencana dan distribusi sumber daya. Namun, ada dua sisi koin yang harus kita perhatikan:

Sisi Terang: Prediksi dan Pencegahan

AI memiliki potensi luar biasa untuk memutus rantai pernikahan dini akibat bencana:

  • Sistem Peringatan Dini: AI dapat memprediksi bencana dengan akurasi tinggi, memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan ekonomi sebelum krisis menghantam, sehingga keluarga tidak perlu mengorbankan masa depan anak mereka.

  • Pemetaan Kerentanan: Algoritma dapat mengidentifikasi daerah yang rawan secara sosial-ekonomi, sehingga intervensi pendidikan bisa diperkuat tepat di lokasi yang paling berisiko.

Sisi Gelap: Bias Algoritma dan Otomatisasi Kemiskinan

Namun, ada risiko besar jika AI digunakan secara serampangan:

  • Eksklusi Digital: Jika bantuan bencana ditentukan oleh algoritma yang hanya memihak mereka yang memiliki jejak digital, masyarakat miskin di pelosok akan semakin terpinggirkan, memperparah kemiskinan yang memicu pernikahan dini.

  • Otomatisasi Tanpa Empati: Kebijakan berbasis data tanpa sentuhan kemanusiaan mungkin mengabaikan dinamika budaya yang kompleks di balik isu pernikahan anak.


3. Menghadapi Masa Depan: Apa yang Harus Dilakukan?

Masa depan tidak seharusnya menjadi tempat di mana teknologi canggih berdampingan dengan praktik sosial yang regresif. Kita membutuhkan pendekatan yang terintegrasi:

  1. Teknologi yang Inklusif: Pengembang AI harus memastikan bahwa data yang digunakan mencakup suara masyarakat rentan agar kebijakan mitigasi bencana tidak meninggalkan siapapun.

  2. Pendidikan sebagai Perisai: Di tengah otomatisasi, pendidikan bagi anak perempuan adalah investasi terbaik. AI bisa digunakan untuk menyediakan pendidikan jarak jauh yang tahan bencana.

  3. Kebijakan Berbasis Kemanusiaan: Pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan angka. Penanganan bencana harus menyertakan perlindungan anak sebagai pilar utama, bukan sekadar urusan logistik.


Kesimpulan

Isu AI, pernikahan dini, dan bencana adalah pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berarti kemajuan peradaban jika kita kehilangan empati. AI seharusnya menjadi alat untuk memperluas pilihan bagi generasi muda, bukan sekadar saksi bisu saat mereka kehilangan masa depan karena krisis iklim.

Kita berada di persimpangan jalan. Apakah kita akan membiarkan algoritma mengatur keruntuhan sosial kita, atau menggunakan kecerdasan buatan untuk membangun dunia yang lebih adil bagi setiap anak?


Bagaimana menurut Anda? Apakah teknologi bisa benar-benar menjadi solusi bagi masalah sosial yang mengakar, atau justru memperlebar jurang ketimpangan? Mari berdiskusi di kolom komentar!

Gadis AI



Cerita Ilustrasi:

Bunga Harapan di Tengah Badai Algoritma

Di sebuah desa terpencil yang sering dilanda kekeringan, hiduplah seorang gadis muda bernama Kiran. Desanya adalah salah satu dari sekian banyak yang masuk dalam "Zona Merah Risiko Bencana" menurut analisis AI global. Data satelit, pola cuaca, dan tingkat kemiskinan di sana menunjukkan kemungkinan gagal panen yang tinggi dan, secara statistik, peningkatan risiko pernikahan dini.

Suatu hari, setelah gagal panen besar, sistem AI pemerintah mengidentifikasi keluarga Kiran sebagai salah satu yang paling rentan. Alih-alih mengirimkan bantuan makanan, AI mengusulkan program baru: "Investasi Sumber Daya Manusia Preventif." Program ini mengirimkan tablet bertenaga surya dengan kurikulum pendidikan adaptif kepada anak-anak perempuan di desa tersebut, jauh sebelum mereka mencapai usia menikah.

Kiran menerima tabletnya. Awalnya, ia tak mengerti. Namun, dengan panduan dari seorang fasilitator desa yang dilatih AI, ia mulai belajar membaca, berhitung, dan bahkan coding sederhana. Ia melihat dunia di luar desanya, memahami sains di balik kekeringan, dan memimpikan solusi.

Namun, tidak semua orang setuju. Beberapa tetua desa merasa program ini mengganggu tradisi. Mereka percaya AI tidak memahami nilai-nilai mereka. Mereka mulai menekan keluarga Kiran untuk mempertimbangkan lamaran pernikahan yang datang dari desa sebelah.

Pada suatu malam badai, saat guntur menggelegar dan hujan deras mulai turun – bencana yang diprediksi AI telah tiba. Air bah mengancam rumah-rumah mereka. Tetapi kali ini, berkat sistem peringatan dini yang juga didukung AI, mereka sudah siap. Data real-time tentang aliran air dan kondisi tanah memungkinkan mereka mengungsi ke tempat aman.

Di tempat pengungsian, Kiran menggunakan tabletnya untuk membantu mencatat kebutuhan pengungsi dan mengirimkannya ke pusat bantuan. Ia bahkan menggunakan pengetahuannya tentang coding untuk memperbaiki sistem komunikasi darurat yang rusak. Ketika bantuan tiba, mereka tidak hanya membawa makanan, tetapi juga benih tanaman yang tahan kekeringan dan alat filtrasi air yang telah diidentifikasi oleh AI sebagai solusi berkelanjutan.

Kiran menyadari bahwa AI bukan sekadar kumpulan angka dingin. Itu adalah alat yang, jika digunakan dengan bijak dan disertai sentuhan kemanusiaan, dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Ia melihat bunga harapan tumbuh, bahkan di tengah badai dan algoritma. Ia tahu, masa depannya bukan ditentukan oleh tradisi usang atau prediksi tanpa harapan, melainkan oleh pendidikan dan kekuatan yang ia temukan dalam dirinya, dibantu oleh teknologi yang transformatif. 

Pergaulan Remaja Kristen di Era Digital: Perlu "Modis" atau "Etis"

 

Pergaulan Remaja Kristen di Era Digital: Perlu "Modis" atau "Etis"?

Halo Sahabat Kreatif!

Pernahkah kalian merasa lelah karena harus terus terlihat sempurna di feed Instagram atau TikTok? Di zaman sekarang, menjadi "Modis" atau mengikuti tren terbaru seolah-olah menjadi syarat utama untuk diterima dalam pergaulan. Tapi, sebagai remaja Kristen yang sedang bersiap Menyapa Masa Depan, muncul satu pertanyaan penting: Apakah gaya luar saja cukup, atau kita lupa menjaga "Etika" di balik layar? Oh iyaa, bisa baca ini juga ya: Pernikahan dini genZ berasal dari Pergaulan modis apa etis?

1. Dilema Si Paling "Modis"

Menjadi modis di era digital bukan hanya soal pakaian, tapi soal estetika konten. Kita ingin terlihat bahagia, sukses, dan populer. Tentu, tidak ada salahnya tampil keren! Namun, jangan sampai kejaran akan "Like" membuat kita menghalalkan segala cara, seperti memamerkan kemewahan palsu atau menjatuhkan orang lain demi konten.

2. Mengapa "Etis" Itu Lebih Keren?

Dalam iman Kristen, pergaulan kita adalah cerminan dari kasih Kristus. Menjadi Etis di dunia maya berarti:

  • Menghargai Sesama: Tidak melakukan cyberbullying atau menyebar komentar jahat.

  • Kejujuran: Menampilkan diri apa adanya tanpa kepalsuan (integritas).

  • Menjaga Kesaksian: Apakah postingan kita membangun orang lain atau justru menjadi batu sandungan?

3. Modis yang Etis: Bisakah Keduanya?

Tentu saja bisa! Kita tetap bisa menjadi remaja yang up-to-date dengan teknologi dan tren, namun tetap memegang teguh nilai-nilai kebenaran.

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..." (Roma 12:2).

Di blog Catatan Guru Kreatif ini, saya ingin mengajak kalian semua untuk tidak hanya mengejar popularitas sesaat, tapi membangun karakter yang kuat. Masa depan yang cerah hanya bisa diraih jika kita tahu cara menempatkan diri dengan benar, baik di dunia nyata maupun dunia digital.


Pertanyaan untuk kalian: Menurutmu, mana yang lebih sulit dilakukan di media sosial: tetap tampil modis atau tetap bersikap etis? Yuk, tulis pendapatmu di kolom komentar!

Gaya Hidup Remaja


Rabu, 07 Januari 2026

Isu Global : Dunia yang Lapar

Ditengah maraknya kasus bencana alam, bahkan perang. ada hal yang kemudian menjadi sorotan!

Dunia yang Lapar: Mengapa Krisis Pangan Global Menjadi Ancaman Nyata bagi Kita 

Pernahkah kamu memperhatikan harga bahan pangan di pasar atau supermarket yang terus merangkak naik? Atau mungkin kamu mendengar kabar tentang kelangkaan gandum dan beras di beberapa negara? Ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa. Dunia sedang menghadapi tantangan besar yang disebut Krisis Pangan Global.

Di saat populasi dunia diprediksi mencapai 10 miliar pada tahun 2050, kemampuan kita untuk memberi makan semua orang justru sedang terancam. Mari kita bedah mengapa isu ini sangat krusial.


Mengapa Krisis Pangan Terjadi Sekarang?

Krisis ini tidak terjadi karena satu alasan, melainkan kombinasi dari beberapa "badai" yang datang bersamaan:

  1. Konflik Geopolitik: Perang di wilayah-wilayah yang menjadi "lumbung pangan" dunia (seperti Ukraina dan Rusia yang menyuplai gandum global) memutus rantai pasokan dan menghancurkan lahan pertanian.

  2. Perubahan Iklim: Kekeringan ekstrem, banjir, dan pola cuaca yang tak menentu membuat petani gagal panen. Lahan yang dulunya subur kini menjadi gersang.

  3. Gangguan Rantai Pasok: Biaya logistik yang mahal dan hambatan perdagangan antarnegara membuat distribusi pangan menjadi lambat dan mahal.

  4. Kesenjangan Ekonomi: Distribusi pangan tidak merata. Di satu sisi dunia terjadi pemborosan makanan (food waste), sementara di sisi lain jutaan orang tidur dalam keadaan lapar.


Dampak yang Melampaui Rasa Lapar:

  • Ketidakstabilan Politik: Sejarah membuktikan bahwa kenaikan harga pangan yang drastis seringkali memicu kerusuhan sosial dan penggulingan kekuasaan.

  • Malnutrisi Generasi Mendatang: Anak-anak yang kekurangan gizi saat ini akan tumbuh dengan potensi fisik dan intelektual yang terbatas, yang berdampak pada masa depan sebuah bangsa.

  • Migrasi Massal: Orang-orang akan meninggalkan tanah air mereka demi mencari wilayah yang memiliki ketersediaan air dan pangan yang lebih baik.


Apa Solusinya? (Membangun Ketahanan Pangan)

Kita tidak bisa hanya berdiam diri. Solusi global harus segera diterapkan:

  • Inovasi Teknologi Pertanian (Agri-Tech): Penggunaan benih tahan kekeringan, sistem irigasi pintar, dan pertanian vertikal di perkotaan.

  • Mengurangi Food Loss & Waste: Tahukah kamu bahwa 1/3 makanan di dunia terbuang sia-sia? Memperbaiki sistem penyimpanan dan mengubah budaya boros makan adalah kunci utama.

  • Dukungan untuk Petani Lokal: Mengurangi ketergantungan pada impor dengan memperkuat kedaulatan pangan lokal.

  • Kerja Sama Internasional: Menghapus hambatan ekspor pangan agar distribusi lebih adil ke negara-negara miskin.


Apa yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini?

Mungkin kamu merasa tidak bisa mengubah kebijakan dunia, tapi kamu bisa mengubah kebiasaanmu:

  1. Stop Buang Makanan: Ambil porsi secukupnya dan habiskan.

  2. Beli Produk Lokal: Dukung petani di daerahmu untuk memperkuat ekonomi lokal.

  3. Mulai Berkebun: Manfaatkan lahan sempit atau pot untuk menanam sayuran sendiri.

  4. Edukasi Diri: Pahami dari mana makananmu berasal dan hargai proses panjang di baliknya.


Kesimpulan: Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan beras atau roti di meja makan kita hari ini, tapi soal keadilan bagi setiap manusia di bumi. Saatnya kita lebih bijak mengelola apa yang kita makan.

#FoodSecurity #ZeroHunger #KrisisPangan #SustainableLiving #IsuGlobal

Menurutmu, apa langkah paling efektif untuk mengurangi pemborosan makanan di lingkungan kita? Yuk, berbagi ide di kolom komentar!

Benarkah Banjir akibat Perubahan Iklim?

 

Bumi Memanggil: Mengapa Perubahan Iklim Bukan Hanya Urusan Ilmuwan, Tapi Kita Semua 

Halo, Sahabat Pembaca! Pernahkah kamu merasa musim tidak lagi terduga? Hujan deras yang tiba-tiba, panas menyengat di luar kebiasaan, atau banjir yang semakin sering terjadi? Ini bukan kebetulan semata. Ini adalah perubahan iklim—isu global yang dampaknya sudah terasa di ambang pintu rumah kita.

Kita sering mendengar istilah ini, tapi kadang merasa terlalu besar untuk dipahami atau diatasi. Padahal, krisis iklim adalah masalah kita semua, dan tindakan sekecil apa pun sangat berarti.


Apa Sebenarnya Perubahan Iklim Itu?

Secara sederhana, perubahan iklim adalah perubahan signifikan dan jangka panjang pada pola cuaca global atau regional. Penyebab utamanya? Aktivitas manusia. Pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas, batu bara) melepaskan gas rumah kaca (seperti karbon dioksida) yang memerangkap panas di atmosfer, membuat planet kita semakin hangat.

Fakta Menyeramkan:

  • 11 dari 12 tahun terpanas yang pernah tercatat terjadi setelah tahun 2000.

  • Permukaan air laut naik karena es di kutub mencair, mengancam kota-kota pesisir.


Mengapa Kita Harus Peduli? Ini Dampaknya yang Nyata:

  1. Bencana Alam yang Lebih Parah:

    • Banjir dan Badai: Intensitas curah hujan ekstrem meningkat, menyebabkan banjir bandang dan badai tropis yang lebih kuat.

    • Kekeringan dan Kebakaran Hutan: Gelombang panas yang berkepanjangan memicu kekeringan parah dan kebakaran hutan yang tak terkendali (seperti yang sering terjadi di Amazon atau Australia).

  2. Ancaman Pangan dan Air Bersih:

    • Gagal Panen: Perubahan suhu dan pola hujan mengganggu sektor pertanian, menyebabkan gagal panen dan kelangkaan pangan.

    • Krisis Air: Sumber air bersih semakin menipis di banyak wilayah karena kekeringan dan pencemaran.

  3. Kesehatan Manusia:

    • Penyakit Menular: Peningkatan suhu memungkinkan vektor penyakit (nyamuk) berkembang biak lebih cepat, meningkatkan risiko penyebaran malaria dan demam berdarah.

    • Masalah Pernapasan: Kualitas udara memburuk akibat polusi dan kebakaran hutan, memicu masalah pernapasan.

  4. Punahnya Keanekaragaman Hayati:

    • Habitat Rusak: Kenaikan suhu global menghancurkan habitat alami hewan dan tumbuhan, mendorong mereka ke ambang kepunahan. Terumbu karang memutih (coral bleaching) dan spesies langka kehilangan rumahnya.


Apa yang Bisa Kita Lakukan? Langkah Kecil, Dampak Besar!

Jangan merasa tak berdaya. Setiap dari kita bisa berkontribusi:

  • Hemat Energi: Matikan lampu/elektronik yang tidak terpakai, gunakan transportasi publik atau sepeda, dan pertimbangkan energi terbarukan jika memungkinkan.

  • Kurangi Konsumsi Daging: Produksi daging (terutama sapi) menghasilkan metana, gas rumah kaca yang sangat kuat. Memilih pola makan yang lebih banyak nabati dapat membantu.

  • Bijak Berbelanja: Pilih produk ramah lingkungan, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan dukung bisnis yang berkelanjutan.

  • Tanam Pohon: Pohon adalah penyerap karbon alami. Ikut serta dalam program penanaman pohon di komunitasmu.

  • Suarakan Pendapatmu: Ajak teman dan keluarga untuk peduli. Dukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada lingkungan.


Kesimpulan: Masa Depan Bumi Ada di Tangan Kita

Perubahan iklim adalah tantangan terbesar di abad ini, tapi juga merupakan peluang untuk bersatu dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Mari kita jadikan Bumi bukan hanya tempat tinggal, tapi juga warisan yang lestari untuk generasi mendatang.

Bagaimana kamu berkontribusi menjaga Bumi? Bagikan ceritamu di kolom komentar ya!


Lalu.....!!!! 

Kategori: Isu Global, Lingkungan, Gaya Hidup Berkelanjutan Tag: #PerubahanIklim #ClimateChange #SaveEarth #LingkunganHidup #GayaHidupHijau #GlobalIssue

Benarkah Banjir Terjadi karena Perubahan Iklim?

Jawabannya adalah: Ya, sebagian besar banjir yang ekstrem dan semakin sering terjadi saat ini sangat terkait erat dengan perubahan iklim, meskipun ada faktor lain yang juga berkontribusi.

Berikut penjelasannya:

1. Peningkatan Intensitas Curah Hujan:

  • Mekanisme: Pemanasan global menyebabkan suhu udara dan permukaan laut meningkat. Udara hangat mampu menahan lebih banyak uap air. Ketika uap air ini mengembun dan turun sebagai hujan, jumlahnya bisa jauh lebih banyak dalam waktu singkat.

  • Dampak: Hujan ekstrem yang lebat dan singkat ini membebani kapasitas sungai, saluran drainase perkotaan, dan tanah, yang seringkali tidak mampu menyerap volume air sebesar itu, sehingga menyebabkan banjir bandang dan banjir rob di perkotaan.

2. Kenaikan Permukaan Air Laut (Sea Level Rise):

  • Mekanisme: Pemanasan global menyebabkan es di kutub dan gletser mencair, serta air laut mengembang secara termal (volume air bertambah saat suhunya naik).

  • Dampak: Kenaikan permukaan air laut ini membuat kota-kota pesisir dan dataran rendah semakin rentan terhadap banjir rob (banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut). Bahkan, saat tidak ada hujan lebat, wilayah pesisir bisa mengalami banjir rob yang lebih sering dan parah.

3. Perubahan Pola Cuaca Ekstrem:

  • Mekanisme: Perubahan iklim mengganggu pola cuaca global yang stabil. Ini dapat menyebabkan periode kekeringan panjang di satu wilayah diikuti oleh curah hujan ekstrem di wilayah lain, atau musim hujan yang tidak teratur.

  • Dampak: Pola cuaca yang tidak terduga ini mempersulit perencanaan infrastruktur dan pertanian, sehingga meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tak terduga datang.

Faktor Lain yang Juga Berkontribusi (dan diperparah oleh Perubahan Iklim):

  • Degradasi Lingkungan: Deforestasi (penggundulan hutan), alih fungsi lahan menjadi pemukiman atau industri, serta kerusakan daerah resapan air mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air.

  • Perencanaan Tata Ruang yang Buruk: Pembangunan di daerah dataran banjir, kurangnya saluran drainase yang memadai, atau penyempitan sungai.

  • Pengelolaan Sampah yang Buruk: Sampah menyumbat saluran air, memperparah genangan dan banjir.

Kesimpulan: Jadi, ya, ada hubungan kausal yang kuat antara perubahan iklim dan peningkatan frekuensi serta intensitas banjir di banyak belahan dunia. Perubahan iklim bertindak sebagai "pengganda ancaman" (threat multiplier), yang memperburuk faktor-faktor lokal lainnya yang menyebabkan banjir. Ini adalah alasan kuat mengapa kita perlu mengambil tindakan serius terhadap isu ini.

Senin, 24 November 2025

Soal Agama Kristen kelas 6 tentang : Yesus Menyelamatkan Manusia dan Menjadi Manusia Baru

 15 soal pilihan ganda dan 10 soal isian terkait materi Yesus Menyelamatkan Manusia dan Menjadi Manusia Baru untuk kelas 6 SD dalam format daftar biasa, bukan format kuis interaktif.

🌟 I. Soal Pilihan Ganda (15 Soal)

Pilihlah salah satu jawaban (A, B, C, atau D) yang paling tepat!

  1. Apa alasan utama Yesus Kristus datang ke dunia?

    A. Menjadi raja yang memimpin bangsa Israel.

    B. Memberikan teladan cara hidup yang kaya.

    C. Menyelamatkan manusia dari dosa dan memberikan kehidupan kekal.

    D. Mengajarkan ilmu pengetahuan dan filsafat baru.

  2. Peristiwa apakah yang merupakan puncak dari tindakan kasih Yesus untuk menyelamatkan manusia?

    A. Kelahiran-Nya di kandang domba.

    B. Mukjizat mengubah air menjadi anggur.

    C. Kematian dan Kebangkitan-Nya di kayu salib.

    D. Kenaikan-Nya ke Surga.

  3. Apa yang dimaksud dengan 'Manusia Baru' setelah menerima keselamatan dari Yesus?

    A. Seseorang yang baru saja dibaptis.

    B. Orang yang menjadi kaya raya dan terkenal.

    C. Orang yang berganti nama dan identitas.

    D. Pribadi yang meninggalkan kehidupan lama yang berdosa dan hidup dalam kebenaran.

  4. Sikap atau perbuatan apakah yang harus ditinggalkan saat kita hidup sebagai Manusia Baru?

    A. Rajin beribadah.

    B. Kasihilah sesama.

    C. Memfitnah, berbohong, dan iri hati.

    D. Bersikap ramah dan tolong-menolong.

  5. Siapakah yang menolong dan memimpin kita untuk dapat hidup sebagai Manusia Baru?

    A. Nabi-nabi.

    B. Orang tua dan guru.

    C. Roh Kudus.

    D. Malaikat.

  6. Langkah awal yang harus dilakukan seseorang sebelum menjadi Manusia Baru adalah...

    A. Menjadi kaya raya.

    B. Pindah agama.

    C. Bertobat dan percaya kepada Yesus.

    D. Mencari teman sebanyak-banyaknya.

  7. Konsep kasih apakah yang diajarkan Yesus, yang menjadi dasar bagi kita untuk mengampuni orang lain?

    A. Konsep balas dendam yang setimpal.

    B. Konsep hukum Taurat.

    C. Konsep kasih tanpa batas (sebagaimana Kristus mengampuni kita).

    D. Konsep mencari keuntungan pribadi.

  8. Salah satu buah Roh yang harus dimiliki oleh Manusia Baru adalah...

    A. Kebencian.

    B. Kemarahan.

    C. Kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran.

    D. Kesombongan.

  9. Manusia Baru harus hidup berdamai dengan semua orang. Tindakan apa yang paling mencerminkan hal tersebut?

    A. Membalas kejahatan dengan kejahatan yang lebih besar.

    B. Hanya berteman dengan orang yang seagama saja.

    C. Mengatasi perbedaan dengan saling menghormati dan tidak menyimpan dendam.

    D. Menghindari semua masalah dan orang yang berbeda pendapat.

  10. Jika seorang Manusia Baru melakukan kesalahan, hal yang paling tepat dilakukan adalah...

    A. Menyalahkan orang lain agar terhindar dari hukuman.

    B. Menyembunyikan kesalahan agar tidak ada yang tahu.

    C. Mengakuinya, meminta maaf, dan berusaha memperbaiki diri agar tidak mengulanginya.

    D. Berjanji di dalam hati untuk tidak akan pernah berbuat salah lagi.

  11. Dalam surat-suratnya, Rasul Paulus menasihati jemaat untuk 'mengenakan' Manusia Baru. Apa arti 'mengenakan' dalam konteks ini?

    A. Memakai pakaian baru setiap hari.

    B. Berpikir dan bertindak sesuai dengan sifat-sifat Kristus.

    C. Melakukan banyak perjalanan rohani.

    D. Menghafal banyak ayat Alkitab.

  12. Siapakah Teladan Utama yang harus diikuti oleh Manusia Baru dalam segala perkataan dan perbuatan?

    A. Tokoh pahlawan di televisi.

    B. Orang yang paling sukses di sekolah.

    C. Yesus Kristus.

    D. Guru di sekolah Minggu.

  13. Bagaimana Manusia Baru seharusnya menyikapi kekayaan atau harta benda di dunia?

    A. Mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya hanya untuk diri sendiri.

    B. Menggunakan harta untuk kemuliaan Tuhan dan menolong sesama yang membutuhkan.

    C. Menjual semua harta dan menjadi miskin.

    D. Menganggap harta benda lebih penting daripada ibadah.

  14. Mengapa kita harus membaca Alkitab dan berdoa secara teratur sebagai Manusia Baru?

    A. Hanya untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah agama.

    B. Agar cepat kaya dan sehat.

    C. Untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan mengetahui kehendak-Nya.

    D. Karena itu adalah aturan wajib dari gereja.

  15. Orang yang sudah menjadi Manusia Baru disebut sebagai anak Allah. Apa arti penting gelar ini?

    A. Berhak untuk tidak menolong orang lain.

    B. Mendapat status baru sebagai ahli waris Kerajaan Surga.

    C. Boleh berbuat dosa sesuka hati.

    D. Semua urusan hidup akan berjalan lancar tanpa masalah.


✍️ II. Soal Isian (10 Soal)

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat!

  1. Untuk menyelamatkan manusia dari dosa, Yesus rela mati di atas ________.

  2. Keselamatan adalah anugerah atau pemberian dari Tuhan dan bukan karena ________ kita.

  3. Peristiwa kembalinya Yesus ke surga setelah kebangkitan disebut ________.

  4. Menjadi Manusia Baru berarti meninggalkan kebiasaan lama yang ________ dan tidak disukai Tuhan.

  5. Kitab suci yang menjadi pedoman hidup Manusia Baru adalah ________.

  6. Pertobatan yang sungguh-sungguh ditandai dengan perubahan ________ dan perbuatan.

  7. Manusia Baru dipanggil untuk hidup saling ________ dan rukun dengan semua orang.

  8. Agar dapat hidup sebagai Manusia Baru, kita harus selalu bersedia dipimpin oleh ________.

  9. Dua hukum utama yang diajarkan Yesus adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi ________.

  10. Manusia Baru harus rajin membaca Alkitab dan ________ untuk menjalin komunikasi dengan Tuhan.


🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

No.JawabanNo.JawabanNo.Jawaban
1C6C11B
2C7C12C
3D8C13B
4C9C14C
5C10C15B

Isian

  1. kayu salib

  2. perbuatan baik / usaha

  3. Kenaikan Yesus (ke surga)

  4. buruk / jahat / berdosa

  5. Alkitab

  6. sikap / hidup

  7. mengasihi

  8. Roh Kudus

  9. sesama

  10. berdoa

Minggu, 09 November 2025

Pidato Upacara Bendera Tema Hari Pahlawan

 

​🇮🇩 Tema Amanat Upacara Hari Pahlawan: "Berani Melawan Malu, Menjadi Pahlawan Belajar!"

​📝 Contoh Amanat Pembina Upacara (Revisi dengan Penekanan Belajar)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera untuk kita semua,

Selamat pagi, anak-anak Indonesia yang hebat!

​Yang Bapak/Ibu hormati Bapak/Ibu Guru, dan anak-anakku semua yang hari ini berdiri gagah, memperingati Hari Pahlawan!

​Anak-anak, pahlawan kita di masa lalu berjuang menggunakan bambu runcing dan senapan. Mereka berkorban harta dan nyawa. Semangat mereka? Pantang menyerah dan berani!

​Nah, perjuangan kita hari ini berbeda. Medan perang kalian bukan lagi lapangan, tapi adalah meja belajar dan buku-buku kalian!

​Mari kita lihat rasa malu dari kacamata pahlawan.

​1. Malu yang Baik: Disiplin Ksatria

​Pahlawan adalah orang yang punya harga diri dan menjaga kehormatan. Malu yang baik fungsinya adalah rem agar kita tidak melakukan hal yang memalukan bangsa dan sekolah.

  • Malu kalau tidak mengerjakan PR. Pahlawan itu disiplin dan bertanggung jawab pada tugasnya.
  • Malu kalau mengotori kelas atau toilet. Pahlawan menjaga tanah air, kita menjaga lingkungan sekolah kita.
  • Malu kalau berkelahi atau mengejek teman. Pahlawan harus bersatu dan saling menyayangi.
  • ​🌟 Ingat: Malu ini harus kita pelihara! Ini adalah bentuk penghormatan kita pada jasa pahlawan.


    ​2. Melawan Malu yang Salah: Semangat Belajar Pahlawan Cilik

    ​Anak-anak, banyak pahlawan kita dulu yang gigih sekali belajar, seperti Bapak Soekarno dan Ibu Kartini. Mereka tahu, ilmu adalah senjata paling ampuh untuk memajukan bangsa.

    ​Maka, kalian harus melawan Malu yang Salah agar bisa menjadi pahlawan belajar!

    • Melawan Malu untuk Bertanya:
      • Jangan malu mengangkat tangan dan bertanya saat tidak mengerti pelajaran. Pahlawan itu berani mencari ilmu sampai dapat!
      • ​Lebih baik malu sebentar karena bertanya, daripada malu seumur hidup karena tidak tahu apa-apa!
    • Melawan Malu untuk Mencoba:
      • Jangan malu ikut lomba atau maju presentasi, meskipun kalian takut salah. Pahlawan itu tidak takut gagal, mereka terus mencoba!
      • ​Anggap semua tugas sekolah sebagai medan pertempuran untuk masa depan kalian. Kalian harus berani dan pantang menyerah di setiap ujian!
    • ​🚀 Pesan Kunci: Pahlawan masa kini adalah mereka yang giat belajar, rajin membaca, dan berani bertanya! Lawan rasa malu yang membuatmu diam.


      Anak-anakku sekalian,

      ​Di Hari Pahlawan ini, mari kita tanamkan semangat:

      1. "Aku Malu Kalau Tidak Belajar!"
      2. "Aku Berani Bertanya Demi Ilmu!"

      ​Gunakan pena dan buku kalian sebagai bambu runcing hari ini. Teruslah berjuang dalam belajar demi cita-cita kalian dan masa depan Indonesia yang hebat!

      ​Selamat Hari Pahlawan!

      Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sabtu, 05 Juni 2021

MATERI PEDAGOGIK UNTUK GURU MENUJU P3K

 Berikut materi Pedagogik yang sangat penting untuk diketahui Guru dalam ujian P3K ataupun Uji Kompetensi Bidang dalam CPNS

Kamis, 08 Oktober 2020

QUOTES KEREN MEMOTIVASI DIRI SENDIRI

 

KEKUATAN PILIHAN 


Kehidupan adalah soal pilihan, dan
setiap pilihan yang Anda buat akan
berpengaruh besar terhadap diri Anda
sendiri.        
Pekerjaan apa yang Anda pilih? Dengan
siapa Anda menikah? Di mana Anda
tinggal? Apa yang Anda lakukan hari
ini? Tetapi satu pilihan yang paling
penting adalah akan menjadi siapa
Anda?
Oleh sebab itu .....
Pilihlah kata-kata yang Anda ucapkan.
Kata-kata dapat mempengaruhi pikiran
Anda dan bisa berdampak pada orang
lain. Semakin positif kata-kata yang
Anda ucapkan, semakin positif
kenyataan hasilnya.
Pilihlah apa yang hendak Anda
pikirkan. Pikiran kita menciptakan
kesempatan yang kita bahkan tidak
tahu akan pernah ada.
Pilihlah respon dan reaksi terhadap
segala sesuatu yang terjadi pada
Anda. Perjalanan hidup tidak selalu
mulus. Sandungan, kepahitan dan sakit
hati mungkin pernah Anda alami. Tapi
Anda punya pilihan bagaimana merespon
peristiwa-peristiwa yang terjadi
dalam hidup ini. 
kita mungkin tidak bisa
mengendalikan hal-hal yang terjadi
pada diri kita, tetapi kita dapat
memilih dan mengendalikan pikiran
yang akhirnya membentuk sikap kita.

Minggu, 14 Desember 2014

Skripsi "PENGARUH GURU PAK SEBAGAI PEMBIMBING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA"

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki siswa akan menentukan sejauh mana lingkungan mempengaruhinya dalam belajar untuk meningkatkan minat belajar. Selain masalah dalam lingkungan, sekolah, intelegensi, orang tua, bimbingan belajar guru PAK, motivasi, serta disiplin akan mempengaruhi minat dalam belajar juga.
Pada umumnya anak yang berasal dari lingkungan yang sama dan sekolah mendapat pendidikan dan pengajaran yang sama, ternyata masih juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang menyolok dalam kurangnya minat belajar siswa tersebut. Untuk itu dalam mengatasi permasalahan tersebut diperlukan seorang guru PAK dalam memberikan bimbingan belajar kepada siswa yang mengalami permasalahan dalam belajarnya.
Hal ini sejalan dengan tujuan undang-undang system pendidikan Nasional No 20 pasal 3 tahun 2003 dituliskan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara demokratis serta bertanggung jawab.

1
Bimbingan belajar yang diberikan oleh guru PAK kepada siswa bertujuan agar siswa dapat bertumbuh dan berkembang untuk mencapai perkembangan pendidikan sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya. Bentuk layanan bimbingan belajar seperti memperhatikaan, mendampingi dan mendorong belajar siswa sangat dibutuhkan agar siswa/siswi yang memiliki masalah baik masalah pribadi maupun masalah dalam belajardapat terbantu sehingga mereka dapat belajar dengan lebih baik serta mendapat minat dalam belajar yang baik pula. Dengan bimbingan yang ada disekolah, maka sekolah melakukan berbagai cara yang dapat membantu siswa yaitu bimbingan secara berkelompok dan secara individual dimana secara berkelompok seorang pembimbing dapat membantu siswa sekelompok anak dengan masalah yang sama untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya dalam belajar sedangkan secara individual pembimbing dapat menanyakan atau melakukan bimbingan antara empat mata supaya siswa dapat menjelaskan masalah yang ada pada dirinya tanpa diketahui orang lain.
Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk menumbuhkan minat belajar dalam diri siswa adalah melalui bimbingan belajar yang dilakukan oleh pembimbing, dimana bimbingan sangat penting bagi kehidupan seorang anak dalam pembentukan kepribadiannya dan merupakan suatu kegiatan yang memberikan bantuan atau tuntutan kepada siswa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan. Dalam usaha meningkatkan minat belajar siswa, maka guru PAK sebagai guru bimbingan harus penuh dengan tanggung jawab melaksanakan tugas tersebut sebab minat belajar merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kemauan dalam belajar, dan minat juga merupakan gudang yang kaya bagi aktifitas belajar. Memberi bimbingan kepada siswa tanpa memperhatikan apakah ada perubahan yang terjadi dalam diri siswa merupakan kegiatan yang sia-sia, sebab kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah banyak menyeret minat siswa kepada hal-hal yang menyimpang. Melihat berbagai masalah yang muncul maka sangat penting bagi siswa tersebut di didik dan di bimbing sedini mungkin dengan baik agar kelak menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi sebagai generasi penerus bangsa.
 Guru Agama Kristen sebagai seorang pengajar sekaligus sebagai pembimbing sangat diperlukan sesuai dengan kompetensi guru bahwa guru PAK adalah sebagai seorang pembimbing. Guru Agama Kristen merupakan seorang sosok yang sangat berpengaruh dalam tugas dan tanggung jawab itu dengan mengarahkan siswa serta menuntun dan menggembalakan siswa untuk taat kepada peraturan sekolah terlebih dalam meningkatkan minat belajar siswa serta menunjukkan dan perbuatan yang benar-benar takut akan Allah.
Berdasarkan pengamatan oleh penulis di SMP N 1 Lintong Nihuta, bimbingan belajar telah dilaksanakan di sekolah. Meskipun ada beberapa siswa yang mempunyai minat dalam belajar, jika dilihat secara umum minat belajar siswa di kelas IX SMP N 1 Lintong nihuta T.P 2013/2014 adalah kurang memuaskan.
Dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat mengarahkan siswa dalam meningkatkan minat belajarnya, dan hal ini lah yang membuat penulis untuk memilih judul yaitu: PENGARUH GURU PAK SEBAGAI PEMBIMBING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX SMP N 1 LINTONG NIHUTA T.P 2013/2014.




B.     Identifikaasi Masalah
Identifikasi adalah penetapan dan penentuan identitas. Menurut Slameto (2003:63) dalam bukunya belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi dalam minat belajar siswa adalah sebagai berikut ”

Guru PAK sebagai pembimbing
 ( X 1 )

                  PAK    ( X 1)


      Minat belajar siswa
                    ( Y )

Sekolah
( X 3 )

Orang Tua
( X 2 )

        lingkungan
                ( X 4 )

IQ
( X 5)
 







Keterangan:
X1. Guru PAK sebagai pembimbing 
Bimbingan belajar guru PAK dapat menuntun dan mengarahkan perkembangan anak didik tersebut sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan dan memenuhi kebutuhan dalam belajar dengan lebih baik.
X2. Orangtua
orangtua merupakan pendidik utama bagi anak karena dalam keluarga inilah anak pertama   sekali mendapatkan pendidikan dan bimbingan belajar untuk menjadi sikap dewasa dan bertanggung jawab serta tumbuh dalam diri anak
X3. Sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai kaitan erat dengan kebutuhan siswa, denga menanamkan nilai-nilai disiplin belajar demi tercapainya cita-cita dan memenuhi kebutuhan hidup dimasa yang akan datang untuk dapat merealisasikan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
X4. Lingkungan
Lingkungan masyarakat juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak, baik buruknya lingkungan sangat berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku anak yang akhirnya berpengaruhi dalam belajar.
X5. IQ
IQ dapat menentukan sejauh mana kemampuan dan perkembangan dalam belajar serta menyelesaikan persoalan dalam belajar. Baik tinggi atau rendahnya IQ anak dapat berpengaruh terhadap belajar dikelas.
C.    Batasan Masalah
Dengan adanya berbagai masalah yang berkaitan dengan minat belajar siswa d isekolah, tentu tidak dapat dibahas dalam waktu yang sama. Oleh sebab itu untuk mempermudah jalannya penelitian dan pengolahan data maka perlu ada pembatasan masalah. Maka penulis membatasi masalah yang dibahas dalam skripsi ini yaitu Pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing sebagai variable bebas (X) dan minat belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).

D.    Perumusan masalah
Bertitik tolak dari pembatasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Seberapa besarkah pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong nihuta”.

E.     Tujuan Penelitian
Agar penelitian dapat dilaksanakan dengan baik dan teratur maka perlu ditetapkan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang positif dan signifikan Guru PAK sebagai pembimbing terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong nihuta.

F.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.      Merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Agama Kristen ( S.Pd.K) di STAKPN Tarutung.
2.      Untuk menambah pengetahuan, pengalaman bagi penulis dalam menyusun skripsi.
3.      Sebagai bahan masukan bagi para pendidik dalam membimbing anak didik dalam meningkatkan minat belajar siswa.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Landasan Teoritis
1.      Bimbingan Belajar Guru Pendidikan Agama Kristen
1.1     Pengertian Pengaruh
Pengaruh merupakan suatu hal yang menentukan terhadap perubahan , sebagai daya yang kuat untuk memberikan akibat langsung sehingga memberikan cirri-ciri atau bentuk tersendiri terhadap objek lain. Dengan kata lain pengaruh merupakan suatu hal yang dapat terjadi jika satu pihak lebih dominal dari pihak lain yang dapat mengubah sifat, bentuk yang dipergunakan dalam keunggulannya.
Poerdarminta ( 1990:664 ) dalam KBBI,  Pengaruh adalah “ suatu daya yang ada dalam suatu sifatnya dapat memberikan suatu perubahan kepada orang lain”. Selanjutnya Zain ( 1996:1031 ), Pengaruh adalah “ suatu yang membentuk watak perbuatan serta dapat menimbulkan perubahan yang besar ”.
Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan pengaruh adalah suatu daya tarik yang dapat mendorong seseorang dalam melaksanakan suatu daya kekuatan kepada suatu yang mempengaruhi, yang dapat membentuk suatu objek yang baru dari pihak yang mempengaruhinya.

1.2     Pengertian Bimbingan Belajar

7
Bimbingan belajar merupakan layanan bantuan bagi siswa melalui kegiatan-kegiatan kelas atau diluar kelas, yang telah disajikan dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensi secara optimal. Dengan melalui layana bantuan kepada siswa, siswa dapat memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang baik dan memperoleh keterampilan yang ada pada diri siswa. Bimbingan disekolah diwajibkan bagi semua murid secara menyeluruh dan merata tanpa memandang bulu.
Untuk dapat memahami siswa secara individual maupun secara berkelompok dalam usaha bantuan pelayanan bimbingan belajar kepada murid-muridnya, maka data-data tentang murid mutlak diperlukan. Sebab di dalam diri siswa disamping adanya kesamaan-kesamaan juga ada perbedaan-perbedaan secara individual dalam kegiatan belajar murid-muridnya perlu diketahui oleh guru sehingga guru bisa mengenal kepribadian seseorang itu.
Menurut Ahmad Abu. H dan Supriyono Widodo (2004:18) bimbingan belajar merupakan inti dari kegiatan disekolah diperuntukkan bagi keberhasilan proses belajar bagi setiap siswa yang sedang belajar dilingkungan sekolah tersebut.
Dalam bimbingan belajar guru berperan  disekolah sebagai tugas layanan utama dan diluar sekolah supaya guru dapat mengembangkan cara belajar yang aktif bagi siswa sehingga dapat berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik. Menurut Jhon (2007:84) bimbingan belajar adalah memberikan informasi, menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan dan mengarahkan serta menuntun kesuatu tujuan supaya siswa dapat menerima dan bahagia dalam kehidupannya.
Selanjutnya menurut A.J. Jones yang dikutip oleh Singgih Gunarsa (2003: 11) bimbingan belajar adalah pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan, penyesuaian dan pemecahan masalah.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan yang berkelanjutan. Hal ini mengandung arti bahwa kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, sewaktu-waktu, tidak sengaja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis, sengaja, berencana, kontinu, terarah kepada tujuan, sehingga siswa tersebut dapat mengarahkan diri mengembangkan dirinya dalam mengatasi persoalannya.
Menurut hamalik (2002) yang di kutip oleh Kunandar (2010:242) sebagai guru Pendidikan Agama Kristen ada hal-hal yang penting bagi guru khususnya dalam bidang pembelajaran agama untuk mempertinggi dan memperbaiki layanan bimbingan yaitu:
a.       Guru PAK sebagai pembimbing harus Membuat catatan yang penting tentang diri siswa untuk melengkapi catatan-catatan di sekolah supaya dapat digambarkan yang lebih baik tentang diri siswa dalam mata pelajaran agama tersebut, sehingga guru PAK dapat melihat sejauh mana guru tersebut membantu siswa dalam bimbingan belajar serta meningkatnya minat belajar siswa.
b.      Guru agama mengobservasi dan mempelajari karakter siswa dengan menggunakan dokumen sekolah dengan melakukan usaha yang jujur dan memiliki sikap yang sikap yang positif dengan alasan untuk memahami diri siswa sebagai anak bimbingannya.
c.       Guru agama kerja sama dengan guru-guru yang lain yang ada disekolah itu untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang siswa mengenai minat, kebutuhan, dan masalah yang di hadapi mereka serta dan guru tersebut lebih mengenal kebutuhan yang akan diperlukan oleh siswa.
d.       Guru agama dapat mempelajari minat dan kebutuhan-kebutuhan siswa yang diperlukan siswa tersebut dan mempertimbangkannya dalam pelajaran dan dalam berbagai kegiatan untuk kelancaran proses belajar mengajar berlangsung.
e.       Bekerja sama dengan orang tua siswa untuk memahami sifat dan karakter siswa tersebut. dengan cara bekerja sama antara guru dengan orang tua siswa maka peoses pembelajaran siswa akan berjalan dengan lancar.
f.       Guru agama dapat menyesuaikan diri sendiri, bahan pelajaran, kegiatan yang ada di sekolah dan prosedur kelas dengan mina dan kebutuhan para siswa.
Guru PAK turut berkarya membantu anak didik dalam usahanya membentuk hubungan dalam pergaulan yang lebih lancer antara guru dengan siswa. Seorang guru menjadi tempat curahan kesulitan anak didik khususnya dalam belajar, menampung masalah anak didik dengan menyuruh anak menceritakan kembali sehingga anak dapat dibimbing untuk menemukan jalan penyelesaian.



1.2.1  Bentuk-bentuk bimbingan di dalam kelas
Bentuk  bimbingan belajar yang bisa diberikan kepada para siswa di sekolah supaya siswa dapat memilih jalan keluar dari masalah dengan bimbingan yang telah dilakukan disekolah adalah :
a.       Secara kelompok, dimana seorang pembimbing menghadapi sekelompok anak yang akan dibimbingnya kemudian pembimbing membantu menyelesikan masalah sekelompok anak dengan masalah yang sama, seorang anak dibantu melalui kelompok anak tersebut.
b.      Secara individual, dimana pembimbing membantu seorang anak didik dengan menghadapi anak langsung dengan persoalannya, jadi antara empat mata saja.
1.2.2 Bentuk-bentuk bimbingan di luar kelas
Dalam hal membimbing anak didik diluar kelas, seorang pembimbing dapat melakukan berbagai usaha dalam membantu anak didik yaitu:
a.       membantu dalam memahami tingkah laku orang lain
b.      membantu anak supaya hidup dalam kehidupan yang seimbang antara aspek fisik, mental dan social.
c.       Membantu proses sosialisasi dan sikap sensitive terhadap kebutuhan orang lain.
d.      Membantu anak untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat pribadi, hasil belajar dan kesempatan yang ada.
e.       Memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
f.       Membantu anak didik untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam menyesuaikan diri secara maksimal terhadap masyarakat.
1.3       Tujuan Bimbingan Belajar
Dengan bimbingan disekolah diartikan suatu proses bantuan kepada anak didik yang dilakukan secara terus menerus supaya anak didik dapat memahami dirinya sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Bimbingan belajar dapat membantu murid-murid agar mendapat penyesuaian yang baik didalam situasi belajar, sehingga murid dapat belajar dengan efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan mencapai perkembangan yang optimal.
Menurut Soetjipto dan Raflis Kosasi (2004:64) tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa:
a.       Mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh terhadap prestasi belajar yang tinggi
b.      Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berlangsung dan hubungan social.
c.       Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani.
d.      Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kelanjutan studi.
e.       Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka tamat.
f.       Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah social, emosional disekolah yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri terhadap lingkungan, sekolah, keluarga, dan lingkungan yang lebih luas.

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2004:237) tujuan bimbingan belajar yaitu:
1. Pemahaman yang lebih jauh baik tentang dirinya
2.  Memiliki kemammpuan dalam memilih dan menentukan arah perkembangan dirinya, mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya dan bagi lingkungannya.
3.  Mampu menyesuaikan diri baik dirinya maupun lingkungannya.
4. Memiliki produktif dan kesejahteraan hidup.

Menurut Gunarsa (2003:25) tujuan bimbingan belajar adalah memberi bantuan kepada anak didik supaya mencapai:
a.       Kebahagiaan hidup pribadi
b.      Kehidupan yang efektif  dan produktif
c.       Kesanggupan hidup bersama orang lain
d.      Keserasian antara cita-cita anak didik dengan kemampuan yang dimilikinya.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan tujuan bimbingan belajar adalah untuk membantu siswa dan supaya siswa tersebut dapat membuat pilihan yang bijak serta belajar yang baik untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat.

1.4     Fungsi Bimbingan Belajar
Fungsi utama dari bimbingan belajar adalah membantu siswa dalam masalah-masalah belajar, social, pribadi yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran bagi siswa.  Fungsi bimbingan belajar dapat juga sebagai:
a.       Preservasif yaitu memelihara dan membina suasana dan situasi yang baik dan tetap diusahakan terus bagi lancarnya belajar mengajar
b.      Preventif yaitu mencegah sebelum terjadinya masalah
c.       Kuratif yaitu mengusahakan penyembuhan pembentukan dalam mengatasi masalah belajar
d.      Rehabilitas yaitu mengadakan tindak lanjut secara penempatan sesudah diadakan treatment yang memadai.

Berdasarkan pengertian dan tujuan yang ingin dicapai layanan bimbingan belajar. Menurut Nainggolan M. Jhon (2007:85) fungsi bimbingan sebagai berikut:
a.         Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan yang menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa dalam memahami tentang diri siswa sendiri, orang tua, guru, dan pembimbing
b.        Fungsi pencegahan yaitu bimbingan yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya siswa dari berbagai permasalahan yang akan dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangan oleh siswa itu sendiri.
c.         Fungsi perbaikan yaitu upaya memberikan bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah dan mengatasi berbagai permasalahan yang dialami siswa.
d.        Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bmbingan yang akan menghasilkan terpelihara dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif siswa dalam rangka pengembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan






1.5.Guru PAK
1.5.1 Pengertian Guru PAK
Berbicara mengenai Guru berarti berbicara mengenai mandataris sebagai pengajar. Guru PAK dikatakan sebagai tenaga pengajar yang berkompetensi  dalam bidang pengajaran Pendidikan Agama Kristen dengan menyampaikan pengetahuannya kepada anak didik agar anak didik tersebut mengenal Tuhan Yesus Kristus dan imannya makin dewasa.
Menurut Homrighausen dan Enklaar (2007:26) mengatakan “ bahwa dengan menerima pendidikan itu segala pelajar muda dan tua, memasuki persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan sendiri, dan oleh dalam dia mereka terhisap pula dalam persekutuan jemaat-Nya yang mengakui dan mempermuliakan nama-Nya disegala waktu dan tempat , sedangkan menurut Ismail (2004:163) mengatakan  Guru PAK tidak hanya bertugas sebagai pengajar tetapi juga pengasuh dan Pembina, pendidik yang menyampaikan injil bukan hanya dalam bentuk pelajaran tetapi dalam keteladanan juga dinampakkan dalam hidupnya”
Menurut Belandina (2005 : 1) “ Guru PAK adalah Guru yang menentukan dasar atau pondasi bagi pengembangan kepribadian siswa oleh karenanya prinsip belajar melalui keteladanan sangat penting sehingga peserta didik tidak hanya kaya dalam pengetahuan Agama tetapi mengalami, menyaksikan, dan meneladani sikap guru Agamanya yang menjadi panutan bagi sikap dan perilakunya”
Jadi, dari beberapa kutipan diatas, penulis dapat mengartikan bahwa pengertian guru PAK adalah orang terpanggil dan bertanggung jawab dalam tugasnya, serta menjadi pondasi dan menentukan pengembangan kepribadian siswa. Sehingga dapat disimpulkan juga bahwa guru juga sebagai orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan bagi murid-muridnya baik secara individual maupun kelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah. 

1.5.2   Syarat Guru PAK
Guru PAK adalah satu pendukung yang penting dan terutama dalam terwujudnya proses belajar mengajar dalam mengerjakan Firman Tuhan. Maka sifat-sifat seorang guru tersebut harus dapat diteladani. Guru harus mempunyai kepribadian yang menarik sehingga membuat murid tertarik terhadap pelajaran yang diberikan.
Syarat utama seorang guru PAK yang baik adalah orang yang meneladani sikap Yesus Kristus, serta memahami misi Yesus kedunia ini, sebab belajar PAK berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya. Misi Yesus Kedunia ini secara tradisional adalah untuk menyelamatkan manusia dan dunia. Keselamatan dan hidup yang kekal adalah merupakan tujuan dan pekerjaan Yesus didunia ini, tetapi strategi yang dipergunakan dalam rangka tujuan itu adalah mengajar, mendidik, membinbing agar semua orang percaya kepadanya dan dapat mengenal Allah yang hidup. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa strategi pendidikan Yesus berperan sebagai guru, pengikut-Nya berstatus sebagai murid, kesimpulan pengikutnya adalah persekutuan belajar mengajar.
Guru bukan hanya mengaktifkan siswanya tetapi seorang guru harus nyata dalam perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari seperti teladan yang diberikan Yesus. Sejalan dengan itu Homrighausen dan Enklaar (2007:165) dalam bukunya memiliki beberapa syarat bagi guru PAK yaitu:
1.      Seorang guru harus mempunyai pengalaman rohani
2.      Seorang guru harus mempunyai hasrat sejati untuk menyampaikan injil kepada sesama manusia.
3.      Seorang guru harus mempuyai pengetahuan yang cukup tentang isi iman Kristen.
4.      Seorang guru perlu mengetahui bagaimana iman berkembang dalam hidup orang percaya.
5.      Seorang guru harus menujukkan kesetiaan yang sungguh-sungguh kepada gerejanya
6.      Seorang guru harus mempunyai pribadi yang jujur dan tinggi mutunya.

Dari beberapa pendapat diatas jelas bahwa guru PAK perlu sekali mengenal Tuhan Yesus, serta syarat-syarat untuk menjadi seorang guru yang baik adalah memahami dan melaksanakan serta menekuni dengan benar-benar apa yang disebutkan tentang cirri-ciri guru yang baik, sifat guru yang baik dan syarat-syarat guru PAK yang menjadi baik juga.

1.5.   3. Tugas dan tanggung jawab Guru PAK
a.    Tugas guru PAK
Guru PAK merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai seorang guruPAK. Seorang guru PAK wajib mendidik dan mengajar anak didiknya menjadi pribadi yang sesuai dengan ajaran Kristen. Keberadaan guru PAK dinegara amatlah penting terlebih lagi bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah zaman yang modern dengan teknologi yang semakin canggih.
Tugas guru PAK sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan membina. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan, mengajar berarti meneruskandan mengembangkan ilmu pengetahuan, sedangkan membina yaitu menuntun siswa kerah yang lebih baik sehingga sikap mental dri siswa Kristen itu berkenan dihadapan semua orang.
S. Hasugian (1985:29) mengatakan Tri Darma Guru PAK, yaitu
Guru PAK sebagai Pendidik
   Artinya guru mampu melaksanakan pendidikan kepada anak-anaknya serta mampu melaksanakan pendidikan kepada anak didiknya, menjadi anak didik yang bertanggung jawab berdasarkan nilai-nilai hidup.
-          Guru PAK sebagai Pengajar
Artinya guru menanamkan ilmu pengetahuan yang nyata dan pengetian yang benar dapat membangkitkan minat murid sesuai dengan perkembangan dan memperhatikan latarbelakang social dan kebudayaan anak didik.
-          Guru PAK sebagai Pembimbing
Artinya guru PAK yang mampu dan selalu bersedia mendekati murid-muridnya dengan memperhatikan sift dan kepribadian masing-masing anak didik. Guru pembimbing adalah Guru yang dapat menuntun, mengasuh mendampingi, dan mendorong.

 Guru PAK sebagai pembimbing juga mengatakan bahwa dalam membimbing Guru PAK harus memperhatikan, mengasuh, mendamping, dan mendorong yaitu:
1.    Memperhatikan
Menurut Sidjabat (2009:107) bahwa  guru PAK dalam memberikan perhatian kepada siswanya harus memberikan perhatian terhadap metode mana yang lebih baik dalam mengajar. Ia dapat mencoba sebuah pendekatan atau strategi pembelajaran kemudian melakukan refleksi dari hal itu. Guru PAK juga bisa memberikan perhatian lebih jauh terhadap perkara-perkara akademis dan aspek-aspek lain dari kehidupan peserta didik.
2.      Mengasuh/menjaga
Menurut Sidjabat (2009:105) Bahwa guru PAK dalam mengasuh/menjaga kepada anak didiknya harus sabar dalam mengajar dan mempunyai kecermatan serta berinteraksi baik dengan anak didik di kelas ataupun diluar kelas. Guru juga selalu membantu peserta didiknya untuk memahami bagaimana cara belajar yang baik dan menguasai pelajaran yang sedang diikutinya khususnya dalam kelas.
3.      Mendampingi
Menurut Slameto (2003:27) bahwa guru seharusnya sudah dapat menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar yaitu prinsip belajar yang dapat dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang berbeda dan oleh setiap siswa secara individual. Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif untuk meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan.
4.      Mendorong
Menurut Djamarah (2010: 45) bahwa guru sebagai pendorong hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar dalam upaya memberikan motivasi guru dapat menganalisa motif-motif yang melatar belakangi anak didik malas belajar dan menurun minat belajar di sekolah. Setiap saat guru bertindak sebagai motivator karena dalam interaksi belajar tidak mustahil ada di antara anak didik yang malas belajar dan sebagainya.

Ismail (2004:163) mengatakan bahwa “ Guru PAK bertugas  sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, Pembina maupun pendidi yang menyampaikan injil atau kebenaran bukan hanya dalam bentuk pelajaran, tetapi keteladanan dan kegiatan yang dilakukan diluar sekolah dalam bentuk konseling”.
Dari pendapat diatas dapat dipahami bahwa tugs guru Agama Kristen adalah sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dan sebagai guru juga merupakan suatu profesi atau pekerjaan yang memerlukan suatu keahlian dalam bidangnya dan tugas guru dalam panggilannya sebagai guru Agama Kristen merupakan rahmat dari Allah serta memiliki komitmen kepada Yesus Kristus ( Filipi 1:21-22;3:10;43 ).
Untuk mencapai hasil maksimal dalam tugas guru sebagai pembimbing, guru harus memperhatikan keempat hal kategori tugas guru PAK seperti yang dikemukakan oleh S. Hasugian adalah “ memperhatikan, mengsuh, mendampingi, dan mendorong agar siswa benar-benar dapat memperoleh hasil yang maksimal dalam mencapai prestasi belajarnya”.

b.        Tanggung jawab guru PAK
Guru PAK merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru PAK. Yang menjadi tanggung jawab guru PAK menurut Homrighausen dan Enklaar (2004:164) adalah:
1.    Guru PAK sebagai Penafsir Iman Kristen
2.    Guru PAK sebagai Gembala
3.    Guru PAK sebagai Pedoman dan Pemimpin
4.    Guru PAK sebagai Penginjil
Guru sebagai pembimbing termasuk dalam membimbing anak didik untuk mencapai prestasi belajar PAK yang baik. Bimbingan yang diberikan oeh guru PAK kepada anak didik akan sangat membantu untuk memperoleh nilai yang baik serta untuk mencapai prestasi yang baik pula dikelasnya. Apabila bimbimgan yang diberikan oleh guru kepada anak didik kurang baik, maka hal yang akan mungkin terjadi yaitu anak didik akan mengalami kesulitan belajar dan prestasi yang akan diraihnya juga akan jauh dibawah rata-rata yang diinginkan, seperti yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi (1977:66):
1.      Hasil belajarnya rendah dibawah rata-rata kelas
2.      Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3.      Menunjukkan sikap yang kurang wajar, suka menentang, tidak mau menyelesaikan tugas-tugasnya.
4.      Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti suka bolos, suka mengganggu temannya.

Dengan demikian guru perlu memberikan bimbingan terhadap anak didik, sehingga anak didik mampu memperoleh nilai yang baik serta mencapai prestasi yang baik dikelasnya. Menurut Soetjipto dan Raflis Kosasi (2004:67):
Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat berhubungan dengan kegiatan belajar baik disekolah maupun diluar sekolah, bimbingan ini antara lain meliputi:
1.      Cara belajar, baik belajar secara kelompok maupun indifidual
2.      Cara bagaimana merencanakan waktu dengan kegiatan bealajar
3.      Efisisen dalam menggunakan buku-buku pelajaran
4.      Cara mengatasi kesulittan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu.
5.      Cara, proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar dapat membantu siswa untuk mencapai prestasi anak didik dalam belajar. Tenaga bimbingan belajar bertanggung jawab untuk mengatasi masalah siswa dalam belajar dan  meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.6.Tugas Guru PAK sebagai pembimbing
Dalam tugas dan tanggung jawab guru PAK telah dikatakan bahwa guru PAK adalah sebagai penafsir Iman Kristen, sebagai gembala, sebagai pedoman, sebagai pemimpin serta sebagai penginjil. Hal ini mau menyatakan bahwa seorang guru PAK tidak hanya sekolah, tetapi guru PAK juga bertugas sebagai pembimbing bagi peserta didik. Tugas guru sebagai pembimbing juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (1998:15) dengan mengatakan tugas dan tanggung jawab guru yaitu: “ sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai administrator kelas ”. hal ini diungkapkan oleh Jededa T. Pasumah Sentosa dalam Andar Ismail (2004:163) dengan mengatakan bahwa “ Guru PAK tidak hanya bertugas sebagai pengajar tetapi juga pengasuh, Pembina dan pendidik yang menyampaikan injil bukan hanya dalam bentuk pelajaran tetapi terlebih dalam keteladanan yang dinampakkan dalam hidupnya”.
Guru sebagai pembimbing termasuk dalam membimbing anak didik untuk meningkatkan minat belajar PAK yang baik. Bimbingan yang diberikan oleh guru PAK kepada anak didik akan sangat membantu untuk memperoleh minat yang baik serta untuk mencapai prestasi yang baik pula dikelasnya. Apabila bimbingan yang diberika guru kepada anak didik kurang baik, maka hal yang akan mungkin terjadi yaitu anak didik akan mengalami kesulitan belajar, kurangnya minat dalam belajar dan prestasi akan diraihnya juga akan jauh dibawah rata-rata yang diinginkan, seperti yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi (1977:66) :

1.      Hasil belajarnya rendah dibawah rata-rata kelas.
2.      Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
3.      Menunjukkan sikap yang kurang wajar, suka menentang, tidak mau menyelesaikan tugas-tugasnya
4.      Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti suka bolos, suka mengganggu temannya.
Dengan demikian guru perlu memberikan bimbingan terhadap anak didik, sehingga anak didik mampu meningkatkan minta belajar dan memperoleh nilai yang baik serta mencapai prestasi yang baik dikelasnya. Menurut Soetjipto dan Raflis kosasi (2004:67):
Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat berhubungan dengan kegiatan belajar baik disekolah maupun diluar sekolah, bimbingan ini antara lain meliputi:
1.      Cara belajar, baik belajar secara berkelompok maupun individual
2.      Cara bagaimana merencanakan waktu dengan kegiatan belajar
3.      Efisien dalam menggunakan buku-buku pelajaran
4.      Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu
5.      Cara, proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
Bimbingan ini dimaksudkan adalah upaya untuk mencapai minat belajar anak didik dalam hal belajar. Bila bimbingan seperti yang diatas telah dilakukan oleh guru PAK terhadap anak didik, maka tidak akan ada lagi masalah kesulitan dalam belajar yang dialami oleh anak didik untuk memperoleh minat belajar yang baik dan memperoleh prestasi yang baik pula dikelasnya.

1.7.   Dasar Teologis Guru PAK sebagai Pembimbing
Guru Pendidikan Agama Kristen adalah seorang sosok yang memberikan sejumlah pengetahuan, membimbing dan pendidik serta menolong kepada seorang terutama kepada siswa-siswi supaya memperoleh perubahan jasmani maupun rohani yang menjadi dasar teologis guru sebagai pembimbing ( Galatia 6:1-2, Mazmur 25:9 ), menurut Ismail (2004:163), walaupun PAK dapat menjadi suatu mata pelajaran yang adalah bagian dari kurikulum nasional, hakikatnya tidak sama dengan bidang studi atau ilmu pengetahuan lainnya. Suatu pengetahuan agama mungkin saja diajarkan oleh siapa saja asal memiliki pengetahuan tetapi didalam PAK diperlukan seorang yang memiliki iman kristiani yang matang dan dewasa sebab untuk mengajar iman Kristen tidak cukup untuk bercerita atau berceramah ataupun berdiskusi saja, tetapi yang terbaik adalah dengan metode berbagi pengalaman iman (Sharing Of Faith) yang akhir dari keyakinan pribadi dan telah di buktikan kebenarannya dalam pengalaman sendiri.
Seorang guru PAK juga mempunyai tugas sebagai gembala umat yang bekerja tidak sebatas ruang dan jam kelas tetapi juga terlibat dalam kegiatan lain diluar jam pelajaran dan dikeluarkan sekolah.
Menurut Sidjabat (2009:123) sebagai pembimbing, guru PAK mendengar kegelisahan dan persoalan muridnya, lalu bersama-sama mencari upaya mengatasinya dalam terang Firman Tuhan serta pertolongan Roh Kudus. Secara sadar maupun tidak sadar, peserta didik membawa masalah yang dihadapinya kedalam proses pembelajaran. Mungkin saja masalah itu berkaitan dengan pola pikir, informasi yang terbatas, cara pengambilan kepautusan yang keliru, kebiasaan moral atau kedangkalan spiritualitas.
Pembimbingan dapat dilakukan guru bersama dengan anak didiknya melalui pendekatan pribadi atau kelompok kecil. Proses pembimbingan itu sendiri dapat berlangsung diruang khusus di sekolah atau ditempat lain yang tepat dan benar.
Dari beberapa penjelasan yang ada diatas, jelaslah bahwa untuk menjadi seorang Guru PAK harus memiliki Iman percaya kepada Tuhan serta pengetahuan dan wawasan yang luas dalam kependidikan, serta mengatasi setiap persoalan anak didiknya hanya dalam terang Tuhan serta pertolongan Roh Kudus. Pembimbingan juga dapat dilakukan lewat pendekatan pribadi atau kelompok, dapat berlangsung diruang khusus ataupun ditempat lain yang tepat dan benar baik pada saat jam pelajaran maupun diluar dari pada jam pelajaran.

2.      Minat Belajar Siswa
2.1. Pengertian Minat
Dalam keadaan belajar mengajar disekolah, salah satu keberhasilan belajar yang harus dimiliki siswa adalah tidak terlepas dengan adanya minat anak. Minat sangat mempengaruhi terhadap belajar, karena minat merupakan factor utama yang menentukan derajat keaktifan siswa, bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat maka siswa akan belajar dengan sebaik-baiknya sebab tidak ada daya tertariknya. Posisi minat dalam proses belajar mengajar sangat penting dalam pencapai keberhasilan belajar siswa baik itu minat yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari luar diri siswa.
Suatu kegiatan yang diminati seseorang harus diperhatikan terus menerus disertai rasa senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan kebutuhannya maka tidak ada daya tarik baginya, sehingga siswa segan untuk belajar, siswa tidak memperoleh kepuasan dari pelayanan itu. Peran minat sangat besar dalam kegiatan belajar mengajar karena dengan adanya minat siswa dapat menyelesaikan kegiatan tersebut. sebaliknya jika siswa tidak memiliki minat terhadap sesuatu maka hal itu terjadi suatu paksaan yang mengikat.
Dalam hal ini minat sangat erat hubungannya dengan kebutuhan, artinya jika suatu minat tidak mengena kepada perasaan, bakat, kemampuan dan keterampilan dan kebutuhan serta cita-citanya, maka dirasakan sulit untuk menumbuhkan minat yang positif terhadap bidang tersebut.
Dalam pembelajaran hendaknya seorang guru harus berusaha membangkitkan minat siswa terhadap pelajaran agar anak lebih baik dan menekuni serta memahami pelajarannya di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu untuk mengatasi siswa yang kurang berminat dalam belajar guru hendaknya berusaha bagimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa selalu butuh dan selalu ingin belajar. Menurut Slameto (2003:180) mengatakan bahwa: Minat adalah suatu ras lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Dan minat pada dasarnya adalah penerimaan atau hubungan antara diri sendiri dengan suatu diluar diri sendiri semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar minat.
Sejalan dengan hal yang diatas menurut Singgih D. Gunarsa (2003:129), minat merupakan pendorong ke arah keberhasilan seseorang. Seorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah mempelajari bidang itu. Sujato (1985:92)” minat adalah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja dan terlahir dengan kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungannya”.
Dari pendapat diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa minat sangat mempengaruhi setiap aktivitas. Dengan adanya minat maka segala aktivitas yang dikerjakan menjadi menyenangkan. Belajar tanpa minat akan terasa mejemukan jika bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai maka tidak adanya daya tarik bagi siswa untuk mempelajarinya. Karena pengaruh minat sangatlah besar dalam kegiatan belajar. Dimana dengan adanya minat maka siswa akan dapat menyelesaikan kegiatan yang baik.

2.2. Pengertian Belajar
Sekolah merupakan tempat anak mendapat pendidikan yang sangat berharga dimana seorang anak atau siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman didalam proses belajar mengajar. Dalam belajar disekolah  menjadikan siswa mengalami banyak perubahan di dalam perilaku dan pengetahuan.
Poerwanto (1996:84) belajar adalah “ suatu perubahan diri didalam kepribadian yang menyatakannya sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang merupakan kecakapan, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian”. Surya Brata (2002:232)  belajar adalah “ 1. Belajar membawa perubahan. 2. Bahwa perubahan itu pada pokok adalah didapatkan pada kecakapan baru. 3. Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha dengan sengaja ”.
Selanjutnya Winkel (2005:59) mengatakan bahwa belajar adalah “ sesuatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Perubahan itu bersifat secara relative konstan dan berbekas”.
Sardiman (2006:21) Belajar adalah “ berubah ”. dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti mengubah tingkah laku. Jadi belajar itu akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pegetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri.
Berdasarkan  penjelasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru yang langsung dengan interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan.

2.3. Komponen-komponen Minat Belajar
Minat sangat mempengaruhi proses belajar, aktif, pasifnya anak didik dalam proses belajar mengajar. Slameto (2003:57) Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan-kegiatan yang diminati seseorang, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan bentuk tentu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan sehingga ia tidak lagi suka belajar.
Oleh karena itu berdasarkan uraian tersebut minat sangat berhubungan dengan perhatian, rasa senang, keinginan, kecenderungan, motivasi dan kerajinan suatu objek. Apabila seseorang memiliki minat terhadap sesuatu maka ia akan cenderung melaksanakan tugas pada objek tersebut. Oleh karena itu yang menjadi tanda-tanda siswa mempunyai minat belajar adalah sebagai berikut:
a.       Perhatian
Menurut Slameto (1987:58) Perhatian adalah keaktifan jiwa yang tinggi yang tertuju terhadap suatu (benda) atau sekelompok objek. Jadi perhatian yang lebih besar terhadap pelajaran timbul karena ia berminat terhadap pelajaran tersebut.
b.      Motivasi
Menurut Purwanto (1997:69) Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.

c.       Keinginan atau kemauan
Menurut poerwardarminta (1986:322) Keinginan adalah adanya hasrat seseorang untuk mengetahui da mengerti sesuatu. Maka dari kutipan diatas dapat dikatakan dengan adanya keinginan di dalam belajar maka isi pelajaran itu akan mudah dimengerti.
d.      Rasa senang
Menurut slameto (2003:23) rasa senang adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada sesuatu terbentuknya aktifitas. Apabila seseorang mempunyai minat terhadap sesuatu hal dia akan bersentuhan dengan objek yang diminatinya. Perasaan senang dapat ditunjukkan melalui keaktifannya dalam belajar, mengerjakan sesuatu hal misalnya siswa yang senang dengan pelajaran PAK, dia akan menunjukkan kesenangannya dengan rajin membaca Alkitab, rajin memimpin renungan dalam kelas.
e.       Kerajinan
Jika siswa berminat terhadap pelajaran, maka siswa tersebut akan rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam pelajaran tersebut, rajin mengikuti pelajaran serta rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.
f.       Ketertarikan
Dalam mengerjakan sesuatu pasti ada tujuan yang diharapkan dari pekerjaan tersebut. Tujuan sangat erat hubungannya dengan minat, apabila siswa mempunyai minat belajar maka hal itu akan mudah memperoleh hasil yang diharapkan. Ketika hasil dari pelajaran itu tercapai dengan baik maka akan tercipta kepuasaan dan rasa ketertarikan dalam mengikuti pelajaran telah ada.

Apabila seseorang berminat terhadap sesuatu, maka dia akan mengulangi kembali kegiatan yang ia minati dan rajin mengerjakan sesuatu hal yang berhubungan dengan minatnya tersebut. Karena minat itu berasal dari dalam diri seseorang yang menimbulkan gairah.

2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
Dalam kegiatan belajar dan mengajar ada dua factor yang mempengaruhi minat belajar siswa yaitu factor dari dalam diri siswa dan factor dari luar diri siswa tersebut. Menurut Dalyono (2001:55-59) bahwa ada dua factor yang mempengaruhi minat siswa yaitu: “ factor internal (berasal dari diri siswa) yang mencakup kesehatan, IQ, dan bakat. Dan factor eksternal (berasal dari luar diri siswa) yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat”.
a.       Factor internal (dari dalam diri siswa) yang mencakup: kesehatan, IQ, dan bakat.
1.      Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangatlah besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar siswa. Bila seseorang atau anak didik selalu tidak sehat hal ini mengakibatkan tidak berminat bagi siswa dalam belajar, demikian pula halnya jika kesehatan rohani (jiwa) kurang baik misalnya mengalami gangguan pikiran lain-lain dapat mengganggu dan mengurangi semangat dan minat belajar, karena itu sangat penting bagi setiap orang baik fisik atau mental agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.
2.      IQ
Bahwa intelegensi didefenisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau pun belajar dari pengalaman. Intelegensi diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Tingkat IQ menentukan tingkat keberhasilan siswa. Karena semakin tinggi intelegensi seorang siswa maka semakin besar peluang untuk meraih sukses.
3.      Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dapat dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang, sehingga dengan adanya bakat maka siswa dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar dalam kehidupan sehari-hari. Bakat juga dapat menentukan keberhasilan belajar visual.
b.      Eksternal (dari luar diri siswa) yang mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
a.    Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga adalah tempat anak untuk mendapatkan didikan yang lebih banyak. Keluarga adalah masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terikat suatu keturunan yakni kesatuan terkecil dari bentuk-bentuk kesatuan masyarakat, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama karena dalam keluarga inilah anak mendapat didikan dan bimbingan dari orangtua atau anggota keluarga yang lain. Dimana tingkat dan rendahnya pendidikan orangtua, besar kecilnya penghasilan, cukup mempengaruhi terhadap minat anak dan dan keberhasilan belajar siswa.
b.      Lingkungan sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa. Dimana kualitas guru, metode mengajar guru, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas/perlengkapan di sekolah, dan lain sebagainya semuanya akan mempengaruhi minat anak dalam belajar.
Di samping hal-hal tersebut seorang guru juga harus mampu menggunakan media dalam pembelajaran karena media merupakan salah satu fasilitas sekolah yang mendukung sarana pembelajaran dan sangat berguna demi pengembangan mutu belajar peserta didik. Termasuk keadaan siswa, alat-alat peraga atau metode mengajar yang aktif dan sumber-sumber belajar lainnya akan mempengaruhi minat belajar siswa begitu juga penggunaan media dalam pembelajaran yang dipakai guru dalam proses belajar. Yang dapat membuat siswa kreatif dan berminat untuk belajar.
c.       Lingkungan masyarakat
Lingkungan sekitar tempat tinggal siswa juga sangat berperan dalam meningkatkan minat belajar siswa, dimana masyarakat disekitar tempat tinggal siswa jika terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini aka mendorong minat anak dalam belajar.
2.5. Usaha-usaha meningkatkan minat
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Olek sebab itu mengembangkan minat belajar belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar.
Menurut Sanjaya (2008:30) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa diantaranya:
1.      Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk kehidupannya.
2.      Sesuai materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa akan tidak diminati dan diikuti dengan baik dan dapat menimbulkan sisa akan gagal mencapai hasil optimal.
3.      Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi

Sehubungan dengan itu Nasution (1995:82) mengemukakan pelajaran berjalan dengan lancer bila ada minat. Anak-anak malas dan tidak belajar, gagal karena tidak ada minat. Minat dibangkitkan dengan cara sebagai berikut:
a.       Membangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan).
b.      Hubungkan dengan pengalaman lampau
c.       Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil baik
d.      Gunakan bentuk pengajaran.
Dengan demikian pembelajaran itu akan berjalan lancer bila ada minat dalam diri siswa. Anak-anak akan malas, tidak belajar, gagal karena tidak adanya minat. Maka penulis menyimpulkan minat anak dibangkitkan dengan cara menghubungkan dengan pengalaman lampau siswa, dengan menggunakan berbagai bentuk mengajar dan menggunakan media juga untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar.

B.     Kerangka Berpikir
Bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan diri dengan lingkungan.
 Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru yang langsung dengan interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan.
Guru PAK sebagai pembimbing mempunyai tugas untuk membantu siswa dalam memberikan pemahaman sebagai pencegah, memperbaiki serta memelihara siswa agar siswa mampu belajar dengan lancar dan berhasil secara efisien dan efektif yang akan membantu siswa dalam mewujudkan cita-citanya. Maka dengan adanya bimbingan belajar maka siswa dapat tertolong sehingga dapat berbuat lebih baik.
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan tertarik kepada suatu kegiatan pekerjaan. Minat juga merupakan ungkapan hati yang jujur mengakui bahwa bidang yang dihadapi itu tertarik untuk ditekuni. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Untuk itu guru PAK dalam memberikan bimbingan belajar harus dengan penuh kasih, sabar serta rela mengorbankan waktunya demi tercapainya tujuan yang hendak dicapai dari bimbingan belajar yaitu adanya minat belajar yang dimiliki siswa. Karena siswa tidak terlepas dari berbagai masalah yang dihadapinya dengan demikian bimbingan belajar yang dilakukan guru PAK merupakan unsure yang dapat mempengaruhi siswa dalam belajar. Sehingga dari pemahaman tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa dapat lebih tekun dan serius dalam belajar adalah melalui bimbingan belajar yang diberikan guru PAK

C.    Hipotesa Penelitian
Menurut Arikunto (2010:64) “hipotesa penelitia jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Maka hipotesa penelitian adalah suatu jawaban sementara atau dugaan yang masih perlu diuji kebenarannya.
Yang menjadi hipotesa dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pembimbing Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IX SMP N 1 Lintongnihuta Tahun Pelajaran 2013/2014.






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Lokasi dan waktu penelitian
Sesuai dengan judul penelitian ini, yakni pengaruh Guru PAK sebagai pembimbing terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong nihuta. Maka penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Lintong nihuta yang terletak di Lintong nihuta kecamatan Lintong nihuta, kabupaten Humbang hasundutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013. Adapun alasan penulis memilih lokasi ini karena penulis melihat adanya masalah dengan minat belajar siswa.
B.     Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Menurut Arikunto (2010:108) : “ populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi ”.
Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong nihuta ajaran 2013/2014 yang Bergama Kristen. Untuk lebih jelas lihat pada tabel berikut:
                                                           

37

 

Tabel 3.1.
Populasi  Siswa Kelas IXI SMP Negeri 1 Lintong Nihuta
Tahun Pelajaran 2012/2013

No
Kelas
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah Siswa
1
IX-1
13
23
36
2
IX-2
24
16
40
3
IX-3
23
17
40
4
IX-4
22
17
39
5
IX-5
24
16
40
6
IX-6
24
16
40
7
IX-7
23
17
40
Jumlah
275
Sumber data : Tata usaha SMP N1Lintong nihuta
2.      Sampel
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dapat mewakili penelitian yang akan dilakukan. Dalam menetapkan sampel penulis berpedoman kepada pendapat Arikunto (2010:112) yang mengatakan: “apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik  diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi dan selanjutnya jika jumlahnya lebih dari 100 orang maka dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau  lebih”.
Setelah melihat jumlah siswa kelas IX SMP N 1 Lintong Nihuta yang beragama Kristen seluruhnya berjumlah 275 orang, maka penulis menetapkan sampelnya 15% dari populasi masing-masing kelas sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 3.2.
Perhitungan Penetapan Sampel Penelitian
No
Kelas
Populasi (x 15%)
Sampel
1
IX-1
15% x36  = 5.4
5
2
IX-2
15% x 40 = 6
6
3
IX-3
15% x 40= 6
6
4
IX-4
15% x 39= 5.85
6
5
IX-5
15% x 40 = 6
6
6
IX-6
15% x 40 = 6
6
7
IX-7
15% x 40 =6
6
Jumlah
15% x 275= 41.25
41

C.    Definisi Operasional
Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
1.         Minat belajar variabel terikat (Y)
2.         Variabel bebas (X) yaitu Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pembimbing




D.  Instrument Penelitian
1.    Jenis Instrumen
Jenis instrument penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan angket tertutup yang  terdiri dari 30 pertanyaan untuk variabel X dan untuk variable Y terdiri dari 30 pertayaan siswa kelas IX SMP N 1 Lintong Nihuta yang menjadi sampel penelitian. Yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan kisi-kisi angket dengan bentuk pilihan berganda yang terdiri dari empat option a,b,c, dan d.
2.      Kisi-kisiAngket
Instrument penelitian disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh pendapat ahli.  Untuk variebel X Menurut Djamarah, Syaiful Bahri (2010) dan Sidjabat,B.S.(2009) . Dan untuk variabel Y menurut Slameto ( 2003:57 ).
Tabel
Kisi-kisi Angket
No.
Variabel
Indikator
No. Item
Jumlah
1
Bimbingan belajar Guru PAK ( X )
- memperhatikan
1,2,3,4,5
5
- menuntun
6,7
2
- mengasuh
8,9
2
- mendampingi
10,11,12
4
- mendorong
13,14,15
2
2
Minat Belajar siswa
( Y )
- rasa senang
16,17,18
3
-  perhatian
19,20
2
- keinginan/kemauan
21,22,23
3
- kerajinan
24,25
2
- motivasi
26,27
2
- ketertarikan
28,29,30
3
Jumlah
30

3.      SkalaNilai
Seluruh item angket berjumlah 30 butir yang terdiri dari 4 option: a,b,c.dan d. dengan ketentuan skor/bobot untuk semua pernyataan pada angket.  Penelitian sama yaitu pertanyaan positif. Sebagaimana terdapat Arikunto (2002:141) sebagai berikut:
1.      Opsi a (Selalu) diberi bobot 4
2.      Opsi b (Sering) diberi bobot 3
3.      Opsi c (Kadang-kadang) diberi bobot 2
4.      Opsi d (Tidak pernah) diberi bobot 1

4.      Uji Coba instrumen
1)      Uji Vadilitas Angket
Sebelum angket diberikan kepada subjek penelitian dahulu diadakan uji coba kepada 30 orang diluar responden yaitu siswa SMP Negeri 1 Lintong Nihuta. Arikunto (2010:213) yaitu maka untuk mengetahui kevaliditas test, digunakan rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut:
Dimana:
N              = Jumlah Responden
∑  X         = Jumlah Skor Variabel X
∑Y           = Jumlah Skor Variabel Y
∑XY        = Jumlah skor perkalian X dan Y
rxy            = Koefisien korelasi antara X dan Y

Dari uji validitas diperoleh nilai rxy untuk item 1 sampai dengan item 30 adalah antara 0,502 sampai dengan 0,771 dan jika dibandingkan dengan nilai rtabel(a=5%,n=10) yaitu 0,632 maka diperoleh rhitung > rtabel maka angket valid dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. (Lampiran IV, Hal. 80).

2)   Uji Reliabilitas Instrumen
Arikunto (2006:178) mengatakan bahwa: “Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data instrument tersebut sudah baik”.
Uji reliabilitas instrument merupakan alat pengumpul data yang percaya dan menunjukkan kepada tingkat keterandalan sesuatu. Sebelum uji reliabilitas angket dilakukan, perlu dicari terlebih dahulu varians setiap butir dengan menggunakan rumus yang dikemukakan Arikunto (2006:184)
         Keterangan :
         : Jumlah varians butir
         X             : Jumlah skor rata-rata
         N             : Jumlah responden
Untuk mencari reliabilitas instrument digunakan rumus formula alpha cronbach oleh Arikunto (2002:171) yaitu:
        
Keterangan :
r11          : Reliabilitas instrumen
k            : Banyaknya butir pertanyaan
   : Jumlah varian butir
       : Jumlah varian total
Kemudian untuk mengetahui tinggi rendahnya reliabilitas instrumen tersebut, harga r11 dikonsultasikan dengan cara mengartikan indeks korelasi hitung dengan interpretasi sederhana sebagai mana yang dikatakan Arikunto (2002: 245) yaitu:
0,800-1,00      = tinggi
0,600-0,800    = cukup
0,400-0,600    = agak rendah
0,200-0,400    = rendah
0,000-0,200    = sangat rendah
Dari hasil uji reliabilitas angket diperoleh nilai r11 = 0,937 dan nilai ini berada pada interpretasi sangat tinggi yaitu antara 0,800-1,00 dengan demikian angket reliabel dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. (Lampiran V, Hal. 86).

E.  Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan  dalam penelitian ini adalah:
1.      Sebelum angket dibagikan kepada responden terlebih dahulu peneliti memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan peneliti serta memberi pengarahan tentang cara pengisian angket.
2.      Memberikan angket untuk diisi oleh responden.
3.      Setelah angket dibagikan kepada responden diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tersedia.
4.      Kemudian angket dikumpulkan saat itu juga oleh peneliti

F.   Teknik Analisa Data
Untuk menganalisa data hasil penelitian maka penulis membuat langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Mendistribusikan jawaban responden tentang guru pendidikan agama kristen sebagai pembimbing (variabel X) berdasarkan alternatif pilihan jawaban untuk setiap item
2.      Mendistribusikan jawaban responden tentang minat belajar siswa (variabel Y) berdasarkan bobot pilihan jawaban untuk setiap item
3.      Mentabulasikan minat belajar siswa kelas IX untuk semester I Tahun Pembelajaran 2013/2014
4.      Menguji persyaratan analisis dengan langkah sebagai berikut:
a.    Uji Hubungan yang Positif
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara variabel X dan Y, maka digunakan rumus Korelasi Product Moment Person dengan nilai simpangan yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:213) sebagai berikut:
rxy=   

Keterangan:
x = X –X
y = Y –Y
∑xy = jumlah hasil dari x dan y
b.      Uji Hubungan yang Signifikan (uji t)
Untuk mengetahui uji hubungan yang signifikan maka digunakan rumus yang dikemukakan Sugiyono (2010:184) sebagai berikut:
t =
keterangan:
t = taraf nyata
r = koefisien korelasi
n = jumlah responden
5.      Analisis Regresi
a.         Menguji persamaan regresi Y dan X
Untuk mengetahui konstanta regresi (a) dan koefisien arah (b) digunakan rumus yang di kemukakan Sudjana (2002:315) sebagai berikut :
Dimana:

 


dimana :
  = Konstanta
  = Koefisien Regresi
b.      Uji Koefisien Determinasi (r2)
Menurut Sugiyono (2010:185) mengemukakan: “analisis korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi, dengan cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan.”
Dari pendapat tersebut maka koefisien determinasi (r2) dapat dihitung dengan rumus:
r= (rxy)2
Selanjutnya menurut Sugiyono (2010:185): “dari  uji koefisien determinasi dapat dihitung besarnya persentase pengaruh X dan Y diketahui dengan mengalikan nilai rdengan  100%  (r2x100%).”
c.       Uji hipotesa
Menurut Sudjana (2002:328): “hasi bagi F =  ternyata berdistribusi F dengan dk pembilang satu dengan dk penyebut (n-2).
Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesa
= Fh > Ft = 0,05 (terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara
bimbingan belajar guru pendidkan agama Kristen terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong Nihuta Pembelajaran (2013/2014).

= Fh < Ft = 0,05: (tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
antara bimbingan belajar guru pendidkan agama Kristen terhadap minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lintong Nihuta Pembelajaran (2013/2014).
Untuk mengetahui nilaiFhitung  mengunakan rumus yang dikemukakan oleh Sudjana (2002:327) yaitu Analisis Varians Untuk Regresi Linier Sederhana yaitu: